Warga mengenakan masker sebagai salah satu upaya pencegahan Covid-19 (Sumber foto: JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha)

Kasus Melonjak di Singapura, Kemenkes RI Fokus Survei Efektivitas Kekebalan Covid-19

12 December 2023   |   19:44 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Melonjaknya kasus Covid-19 di Singapura dan Malaysia membuat negara-negara dunia kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap virus corona tersebut. Hingga 2 Desember 2023, Malaysia mencatat total 6.796 kasus sementara Singapura telah melaporkan adanya 32.035 kasus terkonfirmasi. 

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan RI juga mencatat kenaikan kasus Covid-19 di dalam negeri. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) turut melaporkan adanya lonjakan dengan jumlah 151 pasien hingga akhir November 2023.

Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Azhar Jaya menyebutkan, saat ini tingkat kasus Covid-19 di Indonesia belum mencapai 10%.

“Masih jauh dari kapasitas yang sudah kita punya,” kata Azhar saat ditemui di agenda Kerjasama Siemens Healthineers dan Kementerian Kesehatan RI di The St. Regis Hotel pada Selasa (12/12/12023).

Baca juga: Penurunan Titer Antibodi Disebut Jadi Biang Keladi Naiknya Kasus Covid-19

Namun, Azhar menjelaskan pemerintah tengah mengatur kewaspadaan terkait peningkatan kasus Covid-19 kali ini. Dia menyebut bahwa saat ini pemerintah mendorong masyarakat untuk segera melengkapi vaksinasi Covid-19 bagi yang belum mendapatkannya, termasuk vaksin booster

“Jadi kalau masyarakat mau vaksin booster, kita siapkan. Untuk ketersediaannya itu di ranah Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P),” imbuhnya.

Menurut Azhar, saat ini pemerintah berfokus mengutamakan lokasi-lokasi dengan populasi tertinggi di Indonesia. Misalnya Jakarta yang angka kasusnya juga mulai naik. Selain itu, lokasi vaksinasi juga akan disebar di kota-kota besar lain untuk mencapai jumlah yang lebih luas. 

Sebagai informasi, saat ini Indonesia telah mendapat capaian dosis 86,88% untuk vaksinasi pertama dan 74,56% untuk vaksinasi kedua. Sementara capaian booster pertama pada 38,17?n vaksin booster kedua baru mencapai 2%.
 

Ilustrasi masyarakat menggunakan masker (Sumber foto: JIBI/Bisnis/Suselo Jati)

Ilustrasi masyarakat menggunakan masker (Sumber foto: JIBI/Bisnis/Suselo Jati)

Ketua Satgas Covid-19 PB IDI Erlina Burhan sempat menyatakan bahwa kenaikan kasus signifikan di Singapura dan Malaysia ditengarai terjadi karena 3 faktor utama.

Faktor pertama adalah mobilitas masyarakat yang tinggi jelang libur natal dan tahun baru. Faktor kedua terkait melonggarnya protokol kesehatan sengat pola hidup bersih dan sehat yang selama masa pandemi Covid-19 lalu terjaga dengan ketat.

Sementara itu, faktor ketiga, yang cukup disorot otoritas setempat adalah adanya kemungkinan penurunan titer antibodi sebagai imbas dari fungsi vaksinasi yang makin melemah setelah 6-12 bulan disuntikkan. 

Lantaran ada kemungkinan penurunan titer antibodi tersebut, Azhar menyebut pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI pun saat ini tengah melakukan kajian dan survei untuk menilai titer antibodi masyarakat. Survei ini, lanjutnya, bakal menentukan langkah pemerintah guna mengambil keputusan tentang kewaspadaan Covid-19. 

“Pemerintah masih proses menilai efektivitas kekebalan antibodi, kita juga lagi survei untuk tahu posisinya sudah sampai mana,” tegas Azhar. 

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Begini Cara Dapat Vaksin Gratis

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

6 Promo Harbolnas 12.12 untuk Produk Kecantikan, Ada Dear Me Beauty dan Somethinc

BERIKUTNYA

Daesung BigBang Comeback Solo dengan Lagu Flow 18 Desember 2023

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: