Ilustrasi supermarket. (Sumber foto: JIBI/Hypeabis.id/Himawan L Nugraha)

Simak Sejarah Hari Merek Nasional yang Dirayakan Tiap 27 November

27 November 2023   |   08:33 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Seringkali diperlukan waktu bertahun-tahun bagi sebuah brand  atau merek menjadi mapan dan terkenal. Eksistensi merek yang terus terjaga tentu tak lepas dari kerja keras pemilik bisnis serta orang-orang di dalamnya. Karena begitu berharganya sebuah merek, dirayakan lah National Brand Day atau Hari Merek Nasional, yang jatuh pada 27 November tiap tahunnya.

Hari Merek Nasional dirayakan oleh para wirausahawan untuk merayakan merek mereka, serta mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi diri bagi mereka. Perayaan ini menjadi hari yang didedikasikan untuk menghargai kerja keras, mulai dari waktu, ide, dan keterampilan, yang dilakukan oleh sang pemilik untuk usaha mereka.

Baca juga: Merek Fesyen Lokal Kebut Strategi Demi Tembus Pasar Global

Hari Merek Nasional diciptakan pada November 2020 oleh Brand Camp USA. Meski demikian, tidak ada catatan kronologis yang terpublikasi atas pembentukan hari peringatan tersebut.

Brand atau merek sendiri adalah nama dari produk atau jasa yang berasal dari sumber spesifik. Brand juga didefinisikan sebagai kumpulan atribut fisik, emosi, pemahaman logis, karakteristik, performa, aset, dan janji dari sebuah produk dan jasa. Dengan menggunakan pengertian ini, kata brand sendiri sama artinya dengan istilah 'trademark' atau merek dagang. 


Sejarah Brand

Mengutip dari laman Disperdagin Kota Tanjungpinang, lahirnya istilah merek berawal dari sebuah aksi pemberian cap para peternak untuk menandai hewan mereka, dengan menggunakan besi panas. Hal ini dilakukan untuk memudahkan para jagal sapi untuk mengidentifikasi dari peternakan mana saja hewan-hewan ini berasal.

Seiring perkembangan zaman, dan meningkatnya barang-barang perdagangan pada abad ke-19, para pembuat produk pun mulai menggunakan tanda khusus yang diberikan ke berbagai macam produk mereka, seperti obat batuk, karung gandum, gula, bir, dan lainnya, yang menandai bahwa barang-barang tersebut milik mereka.

Pada 1880, tahun dimana perusahaan Coca Cola lahir, banyak produk soda yang bermunculan saat itu. Para pendirinya pun harus putar otak agar produk soda mereka mudah dikenali dari berbagai produk soda lainnya dipasaran.

Kala itu, nama yang digunakan dalam berbagai produk menggunakan embel-embel bahan baku dasar yang digunakan dalam pembuatannya. Penggunaan kata 'coke' ketika itu lumrah digunakan, karena merujuk kepada bahan soda karamel yang berwarna yang digunakan pada minuman bersoda.

Akhirnya, pada akhir abad 20, para pengusaha mulai memahami bahwa ada sesuatu yang lebih dari sekadar tentang persepsi terhadap nama produk dan jasa. Sesuatu yang disebut oleh David Ogilvy sebagai kumpulan atribut yang berwujud pada sebuah produk.

Para pengusaha menyadari bahwa mereka dapat membuat sebuah persepsi yang spesifik tentang sebuah produk dalam pikiran para konsumen mengenai kualitas dan atribut dari produk dan jasa mereka. Mereka menyebut pemahaman tersebut sebagai brand atau merek.


Sejarah Hari Merek Nasional

Perayaan Hari Merek Nasional tak bisa dilepaskan dari sejarah studi tentang kewirausahaan. Mengutip dari laman National Day, studi tentang kewirausahaan awalnya dimulai dari tulisan karya Adam Smith dan Richard Cantillon pada akhir abad ke-17 dan awal abad ke-18. Namun, buah pemikirannya kala itu masih diabaikan secara teoritis hingga akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Kendati demikian, pemahaman soal kewirausahaan mulai berkembang pesat berkat karya para ekonom seperti Joseph Schumpeter, Friedrich von Hayek, Carl Menger, dan Ludwigvon Misespada tahun 1930-an.

Berdasarkan sejarahnya, awalnya para pengusaha sukses yang telah mengumpulkan banyak kekayaan dan budak membedakan diri mereka melalui tindakan heroik, dengan menerima pengakuan sosial dan politik di Kekaisaran Ashanti di Ghana. Kemudian pada abad ke-18 dan ke-19 M, gelar 'Abirempon' diformalkan dan dipolitisasi untuk mencakup orang-orang yang melakukan perdagangan.

Kala itu, kekaisaran memberikan penghargaan kepada mereka atas prestasi tersebut dengan 'mena' (ekor gajah). Namun kini skala kewirausahaan telah berkisar dari proyek tunggal, paruh waktu, hingga usaha berskala besar yang melibatkan tim.

Hal ini kemudian membuat banyak terciptanya lapangan kerja, dan banyak usaha wirausaha bernilai tinggi mencari dana awal dari investor untuk mengumpulkan modal guna membangun bisnis. Selain itu, mereka juga telah mendapatkan dukungan lainnya dari berbagai pihak seperti pemerintah, inkubator bisnis, taman sains, dan organisasi non pemerintahan seperti badan amal dan organisasi nirlaba.

Adapun perkembangan dunia bisnis saat ini disebabkan oleh munculnya para pebisnis milenial dengan trobosannya seperti pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Para pebisnis milenial biasanya dilengkapi dengan pengetahuan tentang teknologi dan model bisnis baru untuk menjalankan bisnisnya.


Cara Merayakan Hari Merek Nasional

Hari Merek Nasional menjadi momentum untuk merayakan merek sekaligus memperkenalkan usaha kalian ke kalangan konsumen yang lebih luas. Berikut adalah beberapa ide untuk merayakannya.
  1. Spesial di Hari Merek Nasional, tak ada salahnya kalian menghias toko dengan ragam logo brand ikonik kalian yang menarik, untuk semakin menonjolkan identitas usaha. Hal itu juga bisa dilakukan di toko daring, dengan mengunggah postingan yang menarik tentang brand usaha kalian.
  2. Agar lebih interaktif dan menjaga hubungan dengan konsumen, kalian bisa mengajak mereka untuk menggunakan hashtag #NationalBrandDay di media sosial lalu menceritakan kesan dan perjalan menggunakan produk atau jasa kalian. Supaya lebih menarik, beri hadiah kepada konsumen dengan unggahan cerita yang paling seru.
  3. Hari Merek Nasional juga bisa menjadi kesempatan untuk mengampanyekan produk lokal. Ajak orang-orang di media sosial untuk menggunakan produk lokal, sebagai bentuk untuk mendukung hasil produk dan jasa anak bangsa.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

7 Film Tentang Keluarga yang Penuh Makna dan Menghangatkan Hati

BERIKUTNYA

Sinopsis Drakor Tell Me That You Love Me, Kisah Cinta Pelukis Tunarungu yang Mengharu Biru

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: