Lobi hotel Dar Al Eiman Al Haram di Madinah. (Sumber gambar: Dar Al Eiman Company)

Perpaduan Desain Arabic & Modern Hotel Dar Al Eiman Al Haram di Madinah

25 November 2023   |   18:00 WIB
Image
Luke Andaresta Reporter Hypeabis.id| Menulis seputar arsitektur, desain interior, buku, musik, dan film.

Hotel Al Haram yang terletak di distrik Madinah Tengah, Arab Saudi, kini berganti wajah. Hotel bintang lima ini menjadi salah satu tempat penginapan favorit jemaah umroh dan haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Setelah sempat tutup pada 2019 karena pandemi, hotel ikonik itu kini dibuka lagi dengan desain yang baru.
 
Kepemilikan Hotel Al Haram kini diakuisisi oleh Dar Al Eiman Company, perusahaan penyedia jasa wisata umroh dan haji yang berbasis di Arab Saudi. Hotel Al Haram pun berubah nama menjadi Dar Al Eiman Al Haram. Sebelumnya, mereka juga telah memiliki tiga properti penginapan di Madinah, yakni Bir Al-Eiman Hotel, Durrat Al-Eiman Hotel, dan Deyar Al-Eiman Hotel. 

Baca juga: Dar Al Eiman Al Haram Resmi Beroperasi, Pilihan Hotel Bintang Lima di Madinah

Perwakilan Dar El Eiman Indonesia, Iwan Renaldi, mengungkapkan alasan pihak Dar Al Eiman Company tertarik untuk mengakuisisi hotel itu lantaran masih banyaknya jemaah umrah dan haji serta agen travel, yang tertarik dengan Hotel Al Haram. Akhirnya, proses renovasi hotel pun dilakukan selama dua bulan tepatnya pada September tahun ini, hingga resmi beroperasi pada awal November 2023.
 
"Banyak juga jemaah Indonesia yang suka dengan hotel itu dan akhirnya kami akuisisi. Sumber dana investasi renovasi hotel ini tentunya dari para investor dari relasi owner, dan dari pihak pemilik sendiri," katanya kepada Hypeabis.id, baru-baru ini.
 
Dar Al Eiman Al Haram merupakan hotel bintang lima berdesain modern Arabic dengan nuansa mewah dan elegan, yang berlokasi hanya berjarak sekitar 50 meter dari Masjid Nabawi. Hotel ini dilengkapi dengan ratusan kamar beragam tipe, yakni 454 kamar deluxe (deluxe room), 28 kamar executive suite, dan 28 kamar suites, serta tiga restoran.

Letaknya yang berada di jantung kota Madinah, membuat Dar Al Eiman Al Haram menjadi pilihan yang tepat bagi pengunjung yang ingin menjelajahi kota kedua paling suci setelah Mekkah itu. Lokasi hotel tersebut terkenal dengan suasananya yang semarak, dengan banyaknya restoran, toko, dan beragam atraksi wisata.

Modern Arabic

Arsitek Fauzan Noe'man menilai desain arsitektur yang diusung oleh hotel Dar Al Eiman Al Haram bergaya modern Arabic. Langgam arsitektur satu ini merupakan kombinasi antara gaya Arab dengan sentuhan modern. "Kalau menurut saya lebih ke modern Arabic, karena lebih terbuka, dan [ruangannya] luas-luas," katanya.

Gaya desain Arabic dari bangunan itu tercermin utamanya pada bagian lobby hotel. Terdapat beberapa elemen desain yang ikonik seperti ruang persegi empat tanpa sekat, desain lengkungan pada bagian dinding resepsionis, pola geometris pada bagian atas lengkungan dan tiang bangunan, serta sebuah pajangan kaligrafi besar. 
 
Semua elemen Arabic tersebut tampak harmonis dengan sentuhan warna-warna modern yang menciptakan nuansa elegan nan mewah, seperti emas, abu-abu, krem, coklat, dan putih. Berbeda dengan warna-warna gaya Arabic yang umumnya mencampurkan tone netral dengan sedikit sentuhan warna mencolok.
 
Nuansa serupa juga masih tampak hadir di kamar hotel tersebut. Salah satunya motif dinding yang menampilkan Arabes, atau motif artistik berdasarkan penerapan pengulangan pola-pola bentuk geometri dan kombinasi beragam. Sama seperti pada bagian lobi, ruangan-ruangan lain dari hotel itu seperti kamar tidur dan restoran masih didominasi warna modern, di antaranya coklat, putih, dan krem.

Baca juga: Melihat Desain Interior Minimalis Rustic di ASTON Serang, Kedepankan IoT & Smart Room
 

D

Fasad bangunan Hotel Dar Al Eiman Al Haram di Madinah. (Sumber gambar: Dar Al Eiman Company)

Sementara pada bagian fasad bangunan, hotel Dar Al Eiman Al Haram tampak masih mempertahankan desain arsitektur lamanya. Salah satu elemen yang paling mencolok ialah lengkungan-lengkungan pada bagian depan bangunan, serta tutupan-tutupan kecil pada jendela yang memang banyak ditemukan pada gedung-gedung di Arab Saudi.
 
"Iklim akan memengaruhi bentuk dan desain. Jadi seperti tutupan-tutupan kecil jendela itu memang banyak ditemukan di daerah panas seperti Arab. Tapi desain bangunan seperti ini bisa ditemukan di mana saja," kata Fauzan.
 

Pasar Besar dari Indonesia 

Iwan mengatakan Indonesia masih menjadi pasar pengunjung terbesar bagi sejumlah hotel yang dioperasikan oleh Dar Al Eiman Company. Dia memaparkan bahwa pangsa pasar pengunjung dari Indonesia mencapai angka 80%, disusul dengan pengunjung dari negara-negara lain seperti Mesir dan Inggris.

"Karena memang Indonesia itu besar baik secara jumlah umat muslimnya, dan angka perjalanan ibadah umrahnya juga tinggi," katanya.
 
Data Direktorat Jenderal PHU Kementerian Agama (Kemenag) menyebutkan jumlah jemaah umrah Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2023 mencapai 808.301 orang. Data jumlah jemaah umrah terbanyak terjadi pada bulan Maret 2023, yaitu sebanyak 185.737 orang.
 
Sebaliknya, jumlah jemaah umrah paling sedikit terjadi pada Juli 2023, yaitu sebanyak 11.030 orang. Angka itu menunjukan penurunan sekitar 84% dibandingkan jumlah jamaah umrah tahun 2022 yang tercatat sebanyak 957.016 orang.
 
Meski sempat mengalami penurunan tren, Iwan memperkirakan angka jemaah umrah Indonesia akan kembali bertambah pada kuartal keempat tahun 2023. Tidak menutup kemungkinan hingga Desember nanti, paparnya, jumlah jemaah umrah dari Indonesia tembus satu juta orang.
 
"Maka keberadaan Hotel Dar Al Eiman setidaknya bisa menjawab kebutuhan para jamaah umrah dan haji untuk bisa menikmati hotel berbintang lima ini. Untuk Desember tahun ini alhamdulillah hotel kami full book karena berbarengan dengan liburan akhir tahun," imbuhnya.
 
Untuk memanjakan pengunjung dari Indonesia, Iwan mengatakan pihaknya berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Salah satunya adalah menghadirkan koki dari Indonesia untuk menyiapkan menu-menu dengan cita rasa, sesuai dengan lidah para tamu dari Tanah Air, di samping adanya juru masak dari Pakistan dan Mesir. 
 
Guna menjangkau pengunjung dari Indonesia, hotel Dar Al Eiman Al Haram pun bekerja sama dengan sejumlah agen atau biro perjalanan umroh dan haji di Tanah Air, di samping juga melakukan promosi melalui aplikasi perjalanan. Pasalnya, Iwan mengatakan bekerja sama dengan agen travel masih menjadi strategi terbaik untuk meraup pasar pengunjung di Indonesia.

Adapun, untuk tarif kamar Hotel Dar Al Eiman Al Haram dibanderol dengan harga yang bervariatif sesuai dengan tipe kamarnya. Untuk tipe Double dibanderol mulai dari 700 hingga 1.000 Riyal Saudi, tipe Triple seharga 800 hingga 1.100 Riyal Saudi, dan tipe Quad seharga 900 hingga 1.200 Riyal Saudi.
 
Sementara untuk tipe Junior Suite (maksimal 4 orang), dibanderol seharga 1.125 hingga 1.500 Riyal Saudi, dan tipe Family Suite (maksimal 4 orang) seharga 1.700 hingga 2.250 Riyal Saudi. 

Baca juga: Favehotel Tasikmalaya Kini Menjadi Aston Inn, Tawarkan Hotel yang Lebih Berkelas

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Cek 7 Jadwal & Lokasi Car Free Day Minggu 26 November 2023 di Jabodetabek

BERIKUTNYA

Pameran Repatriasi Siap Digelar, Tampilkan Lebih dari 150 Artefak Sejarah Nusantara di Galeri Nasional

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: