Ilustrasi kanker payudara (Sumber gambar: Thirdman/Pexels)

Gaya Hidup Tidak Sehat Jadi Faktor Risiko Terbesar Pemicu Kanker Payudara

31 October 2023   |   13:49 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Peningkatan kesadaran dan kepedulian terhadap kanker payudara di seluruh dunia dilakukan pada bulan kesadaran payudara pada Oktober di setiap tahunnya. Salah satu fokus dunia medis pada bulan ini adalah menyebarkan pentingnya menjaga kesehatan payudara dan melakukan langkah preventif untuk mencegahnya.

Di Indonesia, angka penyakit kanker payudara terus mengalami peningkatan yang cukup pesat dan mengkhawatirkan. Berdasarkan data dari Globocan, tercatat ada 68.858 kasus kanker payudara di Indonesia yang mengakibatkan jumlah kematian mencapai 22.000 jiwa.

Baca juga: Mitos Atau Fakta: Bra Kawat Jadi Pemicu Kanker Payudara

Seperti banyak kanker lainnya, kanker payudara tidak berkembang dalam semalam atau dalam waktu yang singkat. Biasanya, kanker jenis ini diakibatkan oleh pola dan gaya hidup yang buruk.
 
Konsultan Senior & Onkologi Medis Parkway Cancer Center See Hui Ti menjelaskan, mengubah gaya hidup berperan besar dalam mengurangi faktor risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara. Memulai gaya hidup yang sehat bisa berperan besar dalam mencegah risiko kanker berkembang. Gaya hidup juga mempengaruhi berat badan dan kondisi tubuh yang kian memburuk.
 
See Hui Ti menjelaskan, salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko kanker payudara adalah obesitas. Secara umum, makin besar indeks massa tubuhnya maka makin besar pula risiko kanker payudaranya. Setiap individu bisa mengukur indeks massa tubuhnya dengan rumus BMI sederhana yaitu berat badan (kg) dibag dengan kuadrat tinggi badan.
 
Data Kemenkes menyebutkan angka obesitas lebih tinggi pada perempuan dibandingkan pada laki-laki untuk seluruh wilayah di dunia. Setidaknya 13 persen dari seluruh populasi dunia di atas 18 tahun mengalami obesitas. Sayangnya, pada kasus perempuan, obesitas ini bisa mendorong risiko kanker payudara.

See Hui Ti menyarankan agar perempuan bisa memulai strategi diet optimal dengan menggabungkan asupan protein yang lebih tinggi, serat untuk nutrisi dan karbohidrat untuk energi, serta mengurangi asupan gula dan olahraga ringan. Selain itu, perempuan juga bisa memperhatikan asupan vitamin D yang sangat berpengaruh untuk menurunkan risiko kanker payudara.
 
"Bagi pasien yang menjalani pengobatan kanker, obesitas dapat menyebabkan efek samping yang merugikan atau melemahkan efek kemoterapi. Oleh karena itu, penting untuk menjaga pola makan yang sehat dan melakukan olahraga teratur untuk menjaga berat badan yang sehat," jelas See Hui Ti.
 
Selain obesitas perempuan juga wajib memperhatikan faktor lain yang bisa meningkatkan risiko terkena kanker payudara. See Hui Ti menyebutkan, beberapa faktor lain tersebut antara lain berusia di atas 40 tahun, malas berolahraga, tidak menyusui, riwayat keluarga, hingga stress berlebihan.

Sebagian besar dari faktor risiko kanker payudara disebabkan oleh gaya hidup. Asupan yang tidak bergizi, tidak aktif berolahraga, hingga pengelolaan stress yang buruk bisa menambah risiko kanker payudara makin besar. 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Rekomendasi 5 Ide Bisnis Minuman, Bahan-bahannya Mudah Didapatkan

BERIKUTNYA

Potret Perebutan Kekuasaan Penuh Satire Politik dalam Lakon Calon Lawan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: