Australian Fashion Showcase di JFW 2024 (Sumber Foto: JFW 2024)

Label Fashion asal Australia WA-RING dan Yanggurdi Debut di Panggung JFW 2024, Intip Koleksinya!

30 October 2023   |   14:51 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Jakarta Fashion Week (JFW) 2024 tak hanya menampilkan jajaran jenama kebanggaan Tanah Air saja. Perhelatan mode terbesar di Indoensia tersebut juga menghadirkan para desainer dari Australia untuk menampilkan karya-karya terbaiknya di runway JFW 2024 pada Minggu (30/10/2023).

Kedutaan Besar Australia yang bermitra dengan Pemerintah Victoria membawa dua label mode mewah Wa-ring karya Annette Sax dan Yanggurdi karya Cassie Leatham yang berbasis di Melbourne, untuk melakukan debut peragaan busana di panggung JFW 2024.

"Kedutaan Besar Australia dengan bangga mendukung para desainer dan pelaku industri kreatif Australia dan alumni Australia di Jakarta Fashion Week 2024," kata Penny Williams PSM, duta Besar Australia untuk Indonesia.

Baca juga: Zyta Delia, HijabChic, dan Jenna&Kaia Bawa Koleksi Bertabur Bunga di Jakarta Fashion Week 2024

Menurutnya, kehadiram dua label mode besar asal Australia tersebut diharapkan dapat membantu perkembangan ekonomi kreatif dan membuka jalur baru di pasar lokal dan internasional "Deretan koleksi kami tahun ini kaya akan budaya dan menampilkan bakat kreatif yang luar biasa dari kedua negara, serta menyoroti tentang keberlanjutan," ujarnya.

Koleksi Wa-ring dan Yanggurdi mengintegrasikan pengetahuan budaya dan rasa hormat melalui warna, tekstil, dan desain yang ramah lingkungan. Sebagai penghormatan mereka terhadap leluhurnya, tanah air, dan negara. Para desainer memastikan untuk melakukan produksi yang etis dan praktik berkelanjutan sebagai inti dari label mereka.

Wa-ring dan Yanggurdi tampil bersama Danjyo Hiyoji karya Dana Maulana jenama asal Indonesia. Dana Maulana pernah berpartisipasi dalam Australia Awards International Business Readiness Course untuk fesyen dan tekstil di salah satu institusi berkelas dunia di Australia, Queensland University of Technology.

Selain Wa-Ring dan Yanggurdi, para perancang mode Australia juga pernah tampil di panggung JFW sejak 6 tahun lalu.  Kali ini para desainer dari Negeri Kanguru tersebut membawakan konsep yang menyoroti kreativitas dan merayakan keberagaman komunitas.

Delegasi Industri Kreatif Australia juga mengunjungi Jakarta untuk meyaksikan langsung perhelatan Jakarta Fashion Week 2024. Selain itu, mereka juga bertemu dengan para pemangku kepentingan industri kreatif Indonesia, mendapatkan wawasan lokal, menjajaki peluang pasar, dan memperkuat jaringan untuk kesiapan ekspor.

Bekerja sama dengan LaSalle College Indonesia untuk berdiskusi dengan para mahasiswa mode dan desain. Nah Genhype, berikut adalah profil 3 desainer Australia yang tampil di panggung JFW 2024.
 

1. WA-RING oleh Annete Sax

WA-RING dari Annete Sax (Sumber Foto: JFW 2024)

WA-RING dari Annete Sax (Sumber Foto: JFW 2024)

Wa-ring merupakan label fesyen high-end Aborigin yang berasal dari Naarm, Melbourne. Label ini identik dengan karakteristik budaya dan praktik artistik tradisional yang sangat kompleks. Koleksi perdana Wa-ring, yakni Nagambil yang memiliki arti sumber air, sebagai penghormatan pada leluhur mereka.

Sang desainer menggunakan oker (pewarna merah alami tanah liat) dari Taungurung yang dilukis di atas kanvas linen. Desainnya kemudian dipindahkan ke tekstil linen menggunakan teknik sablon, menggabungkan oker tersebut dan api unggun. 

Baca juga: Koleksi Busana Kantor dengan Teknik Ecoprint karya Nadhila Shabrina Mejeng di Balikpapan Fashion Week 2023

Annette Sax adalah sosok di balik label fesyen Wa-ring. Dengan pengalaman lebih dari 22 tahun sebagai seniman, pendidik, dan wirausahawan, Annette telah memberikan dampak yang besar di industri mode dengan representasi budaya Aborigin dalam semua aspek karyanya. 

Perjalanan Annette sebagai perancang mode sangat dipengaruhi oleh ajaran dan pengetahuan budaya yang dia peroleh dari para tetuaTaungurung, seperti seni mengumpulkan aker dan getah pial. Annette adalah lulusan Swinburne University of Technology yang memiliki gelar Diploma Ahli Madya Ilmu Sosial dan Diploma Studi Komunitas dari RMIT.
 

2. Yanggurdi oleh Cassie Leatham

Yanggurdi oleh Cassie Leatham (Sumber Foto: JFW 2024)

Yanggurdi oleh Cassie Leatham (Sumber Foto: JFW 2024)

Yanggurdi artinya berjalan-jalan, label fesyen ini didirikan oleh Cassie Leatham. Yanggurdi menonjolkan aspek tenun tradisional dalam karyanya. Selain itu, juga ajakan untuk meningkatkan kesadaran tentang perubahan iklim dan keberlanjutan dalam bidang mode.

Sama seperti Annete Sax, Cassie Leatham juga berasal dari Taungurung. Dia adalah seorang perienun ulung, pendidik budaya, perancang busana dan perhiasan, serta seniman keramik. Karya-karyanya telah diakuisisi oleh koleksi NGV, Koorie Heritage Trust Collections, galeri Melbourne Museum, koleksi Melbourne Town Hall, Melbourne Magistrates Courts.

Selain itu juga telah ditampilkan di berbagai majalah mode dan juga telah dipilih untuk MFF, MFW dan telah menampilkan koleksi busananya di acara televisi NITV/SBS acara sepak bola Yokay. Cassie sangat bersemangat untuk berbagi pengetahuan dan warisan budayanya melalui mode dan desain.
 

3. Danjyo Hiyoji oleh Dana Maulana

Danjyo Hiyoji oleh Dana Maulana (Sumber Foto: JFW 2024)

Danjyo Hiyoji oleh Dana Maulana (Sumber Foto: JFW 2024)

Danjyo Hiyoji merupakan karya dari PT Danjyo Cipta Rega Pratama yang didirikan oleh Dana Maulana, Michael Simiadi, dan Liza Masitha pada 2009. Label ini menyediakan busana untuk pria dan wanita yang nyaman dan mudah dipakai, namun tetap unik.

Danjyo Hiyoji juga pernah dinobatkan sebagai pemenang The Most Innovative Local Brand Cleo Indonesia Fashion Award 2009, Label of the Year 2010 Majalah ELLE Indonesia, dan Penghargaan Majalah Instyle Indonesia 2012. Jenama ini terus mengeksplorasi individualitas dan modernitas untuk menciptakan kreasi yang dapat menginspirasi rasa percaya diri pemakainya.

Baca juga: Koleksi Big Size Ala Bigissimo Curi Perhatian di Runway Jakarta Fashion Week 2024

Sementara desainernya, Dana Maulana adalah alumni AAS Short Term Awards: Business Readiness-Kursus untuk Sektor Fesyen dan Tekstil di Australia, yang diselenggarakan oleh Queensland University of Technology pada Maret 2017.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Razia Uji Emisi Digelar Lagi per 1 November 2023, Kendaraan Jenis Ini Jadi Sasaran Tilang

BERIKUTNYA

Erwin Gutawa Gelar Konser Symphonesia November 2023, Intip Harga Tiket, Cara Beli, dan Line Up Musisi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: