Hasil daur ulang sampah plastik dari partner Ecofren. (Sumber gambar: Yulita Theresia Maghi/Hypeabis.id)

Menyelamatkan Bumi dari Sampah, Yuk Kenalan dengan Layanan Ecofren Indonesia

20 October 2023   |   08:46 WIB
Image
Yulita Theresia Maghi Mahasiswi Jurnalistik Universitas Nusa Nipa Indonesia, Maumere.

Salah satu masalah yang banyak ditemukan dalam keseharian adalah sampah. Sebagian masyarakat belum aware terhadap bahaya yang akan ditimbulkan dari sampah yang berserakan. Dikutip dari situs Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, kurangnya pengolahan sampah akan berdampak pada pencemaran lingkungan.

Kendati pun terdapat masyarakat belum memiliki kepedulian terhadap masalah sampah, saat ini juga banyak anak muda yang menciptakan berbagai aksi melindungi bumi dengan membersihkan dan mengolah kembali sampah plastik dan limbah rumah tangga. Salah satu layanan  yang memiliki kepedulian terhadap masalah sampah adalah Ecofren.

Baca juga: Kurangi Limbah, Cek Kiat Daur Ulang Sampah Barang Elektronik

Lantas apa itu Ecofren dan bagaimana mereka menangani masalah sampah? Kepada tim Hypeabis.id, Patria Widiayuninggrum selaku Ecofren Consulting Project, menjelaskan sepak terjang layanan Ecofren dalam menangani sampah, khususnya di Jakarta.

“Ecofren merupakan salah satu layanan pengolahan limbah yang menghandle sampah dan limbah masyarakat. Jadi Ecofren itu  merupakan anak dari perusahaan Arah Environmental Indonesia yang bergerak dalam pengolahan limbah B3 dan limbah medis. Disini kita tidak hanya mengolah, kita juga membuka layanan  konsultan pengolahan sampah” tutur Patria dalam acara Bazar Jakarta Marathon, Kamis (19/10/2023).

Dijelaskan pula oleh Patria, Ecofren bergerak dalam menghandle limbah sehari-hari seperti sampah rumah tangga. Selain itu, Ecofren juga memberikan layanan yang memudahkan masyarakat dalam pengelolaan sampah seperti pelayanan pengangkutan sampah hingga mengolah kembali sampah dan juga limbah makanan masyarakat.

Terinspirasi dari permasalah sampah yang semakin meningkat yang juga mempengaruhi perubahan iklim, Patria menjelaskan dengan adanya Ecofren dapat menjadi salah satu jalan keluar dari permasalah sampah tersebut. Selain itu, pengolahan sampah yang dilakukan oleh Ecofren bertujuan agar tidak terjadi penumpukan sampah pada beberapa tempat di area ibu kota.

Jika sebagian anak muda zaman sekarang memilih untuk berdiam diri atau menghabiskan waktu dengan bermain bersama di mall atau tempat wisata lainnya, beda halnya dengan anak muda yang tergabung dalam Ecofren. Mereka menghabiskan waktu luangnya untuk memberikan sosialisasi terkait masalah sampah kepada masyarakat atau mengolah kembali sampah.

“Biasanya kita akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan membantu memilah berbagai jenis sampah untuk didaur ulang,” kata Patria.

Lebih lanjut Patria menjelaskan bahwa, setelah dipilah, sampah-sampah akan diolah kembali menjadi barang yang lebih berguna. Dalam mengolah kembali sampah-sampah ini, biasanya Ecofren akan menggandeng para pengrajin seni dan juga UMKM di sekitar wilayah Jakarta dan sekitarnya.

“Sampah-sampah ini sekali diangkut bisa berton-ton, jadi tidak mungkin hanya para pekerja Ecofren yang mengolahnya. Jadi saat ini kami mulai membangun kerja sama dengan para pengrajin dan juga UMKM, ada yang dari seputaran Jakarta juga dari Bogor di antaranya kelompok daur plastik dari Olah plastik, Ecotouch, Libi Craft & Kreasi Menik, Diapot, Hejana, dan Bell Cociety,” katanya.

Beberapa sampah dan limbah rumah tangga yang dihasilkan oleh Ecofren bersama para mitra di antaranya, pengolahan sampah pelastik menjadi aksesoris, tatanan gelas, tempat lilin, serta miniature. Selain itu, sampah tekstil diolah menjadi barang yang lebih berfungsi diantaranya  tas dan juga dompet.

Beberapa UMKM yang bekerja sama dengan Ecofren juga mulai aware dengan permasalahan sampah di sekitarnya. Salah satu sampah yang banyak ditemukan ialah popok bayi yang kemudian diolah menjadi berbagai barang berguna seperti vas bunga.

Selanjutnya, limbah makanan rumah tangga ataupun rumah makan, diolah kembali oleh partner Ecofren menjadi pakan ternak dan juga pupuk organik seperti pakan ternak yang terbuat dari hewan maggot atau ulat sebelum menjadi lalat. Ulat maggot akan mengurai sampah organik, lalu setelah besar ulat-ulat ini akan dikeringkan dan dijadikan pakan ayam.
 
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Nirmala Aninda
 

SEBELUMNYA

Satu Kasus Baru Monkeypox Muncul Lagi di Indonesia, Waspadai Cara Penularan & Gejalanya

BERIKUTNYA

Mengenal Luka Keloid dan Upaya Mencegahnya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: