ilustrasi (sumber gambar : Chokniti Khongchum/ unsplash)

Harapan dari Terapi Stem Cell untuk Atasi Penyakit Degeneratif

09 October 2023   |   20:03 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Seiring bertambahnya usia, manusia kerap dibayangi dengan berbagai risiko penyakit degeneratif akibat memburuknya jaringan atau organ tubuh dari waktu ke waktu. Penuaan menjadi salah satu faktor risiko umum penyakit degeneratif.

Namun, penyakit degeneratif cenderung disebabkan oleh kesehatan yang buruk atau gaya hidup yang tidak sehat. Beberapa jenis penyakit degeneratif antara lain kanker, diabetes, parkinson, alzheimer, hingga osteoporosis.

Baca juga: Peneliti Indonesia Berhasil Buktikan Terapi Stem Cell Mampu Tangani Pasien Kritis Covid-19

Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius mengatakan, perkembangan ilmu biomedikal dan genomik, termasuk terapi stem cell menjadi salah satu upaya yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi dan menangani penyakit degeneratif.

Stem cell atau sel punca merupakan sel induk yang memiliki kemampuan memperbanyak diri dan berubah menjadi berbagai jenis sel. Sel punca adalah satu-satunya sel dalam darah yang mampu meregenerasi tipe sel baru.

“Kita lihat ke depan terapi berbasis geonimik dan stem cell akan dibutuhkan masyarakat karena hasilnya lebih presisi. Dan lebih bersifat targeted dimana masing-masing individu perlakukannya akan berbeda,” tuturnya.

Apalagi dengan menggunakan teknologi geonomik ini, bisa melacak risiko penyakit seseorang sehingga dapat diketahui lebih awal. Ini sangat penting, terutama untuk penyakin kanker yang selama ini agak terlambat diketahui dan biasanya sudah memasuki stadium akhir.

“Dengan kemajuan teknologi dan inovasi, kita bisa mendeteksi lebih dini dan lebih cepat sehingga risiko di ujung tidak terjadi,” ujar Vidjongtius.

Guna mengembangkan inovasi serta riset teknologi kesehatan di bidang geonomik dan stem cell ini, pihaknya menyelenggarakan seminar internasional Dr. Boenjamin Setiawan Distinguished Lecture Series (DBSDLS).

Hal ini selaras dengan program dari Kemenkes yakni pengembangan teknologi dan inovasi kesehatan di biomedical, genomic sequencing, dan cell therapy melalui program transformasi kesehatan demi terciptanya kemandirian kesehatan di Indonesia.

Deputy Director Stem Cell and Cancer Institute (SCI), dr. Sandy Qlintang, M.Biomed. menjelaskan bahwa manusia dilahirkan telah memiliki stem cell. Namun, seiring bertambahnya usia, jumlah dan kualitas stem cell mengalami penurunan (penuaan stem cell). Selain itu, faktor lingkungan seperti polusi, infeksi, dan faktor genetik juga turut berkontribusi.

“Penurunan jumlah dan kualitas stem cell dapat mengakibatkan penyakit degeneratif. Terapi stem cell sangat menjanjikan untuk tingkatkan peluang kesembuhan pasien,” paparnya.

Menurut Sandy, pihaknya akan terus berkomitmen melakukan penelitian translation sel punca dan kanker yang bermanfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik.

Kalbe telah melakukan berbagai upaya dalam mengembangkan penelitian dan inovasi di bidang cell therapy dan juga genomik. Salah satunya pada 2006 Kalbe mendirikan Stem Cell and Cancer Institute untuk meneliti dan mengembangkan cell therapy dan terapi berbasis gen.

Kemudian, tahun 2009, Kalbe meresmikan Kalbe Genomics atau KalGen, laboratorium diagnostik molekuler pertama di Indonesia, untuk memberikan layanan pemeriksaan genetik sel kanker, dan kini berkembang pada pemeriksaan genetik untuk penyakit lainnya.

Pada 2010, Kalbe melalui anak perusahaannya, PT Bifarma Adiluhung, mendirikan Regenerative and Cellular Therapy atau ReGeniC untuk memberikan layanan pemrosesan sel punca dengan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan POM dalam memenuhi kebutuhan penelitian di bidang cell therapy untuk berbagai penyakit.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Nirmala Aninda

 

SEBELUMNYA

Melihat Aneka Rupa Tanaman dan Spot Instagramable di Flona 2023, Cek Lokasinya Yuk!

BERIKUTNYA

Gerald Liu Hengkang dari Weird Genius, Reza Oktovian dan Eka Gustiwana Lanjut Berkarya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: