Ilustrasi. (Sumber foto: Pexels/PNW Production)

Pentingnya Menjaga Nutrisi Selama Kehamilan Untuk Cegah Stunting

04 October 2023   |   13:43 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Selama masa kehamilan, setiap ibu perlu untuk menjaga kesehatan dan asupan nutrisi sehingga dapat menjaga kandungan agar tumbuh kembangnya dapat sempurna. Sebab, ketika ibu hamil tidak mendapatkan nutrisi yang tepat maka berpotensi menyebabkan anak terlahir stunting.

Health Communicator Kalbe Nutritionals, dr. Dewi Virdianti P mengatakan, anak stunting bukan hanya sekadar bertubuh pendek tetapi mengalami keterlambatan dalam pembentukan dan perkembangan kognitifnya. Akibatnya, anak tidak dapat bersaing di masa depan dengan baik.

Baca juga: Bunda, Ini Zat Paling Penting untuk Mencegah Stunting pada Anak

Karena itulah, sambungnya, dibutuhkan nutrisi yang tepat sedini mungkin, dimulai dari wanita usia subur atau dalam program hamil, karena untuk menghasilkan anak yang berkualitas, dibutuhkan sel telur yang juga berkualitas.

“Selain itu, nutrisi semenjak kehamilan merupakan fetal programming sebab nutrisi selama kehamilan akan menentukan bagaimana kondisi kesehatan anak dimasa yang akan datang, ” ujarnya dalam live Instagram @ptkalbefarmatbk.

Stunting sendiri merupakan kondisi anak gagal tumbuh atau tidak bisa tinggi sesuai anak seusianya, yakni di garis merah kurva KMS (Kartu Menuju Sehat) karena kekurangan gizi kronis. Berdasarkan data hasil SSGI (Survei Status Gizi Indonesia), kasus stunting saat ini masih berada di angka 21,6 persen.

Padahal, WHO (World Health Organization) menargetkan kasus stunting harus berada di bawah 20 persen. Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan pada 2024, kasus stunting di Indonesia berada di bawah 14 persen.

Menurut dr. Dewi, konsumsi nutrisi ibu hamil di Indonesia saat ini masih sangat rendah dan di bawah standar. Ibu hamil yang kekurangan nutrisi berisiko mudah sakit, lemah, letih, dan lesu. Padahal, nutrisi yang tepat dapat membantu mencegah anak lahir stunting.

“Apabila anak stunting, tidak hanya mempengaruhi masa kecil, namun juga tumbuh kembang hingga usia dewasa,” jelasnya.

Menurutnya, ibu hamil membutuhkan nutrisi terutama zat besi. Apalagi saat ini kasus anemia pada ibu hamil di Indonesia juga cukup banyak, yakni satu dari dua ibu hamil mengalami anemia. Jika seorang ibu anemia, maka sang anak juga berisiko mengalami anemia dan berpotensi kurang cerdas.

Seorang ibu juga perlu memperhatikan porsi makan. Adapun porsi makan ibu hamil 3 kali makan dalam satu hari. Makanan tersebut juga harus bernutrisi, yaitu 1/3 porsi untuk karbohidrat, 1/3 lauk dari sumber protein, dan 1/3 sayur-sayuran dan buah-buahan.

“Untuk ibu hamil, disarankan makan dalam porsi kecil namun lebih sering, yakni 5—6 kali makan dalam sehari. Selain itu, ibu hamil butuh camilan 2 kali sehari,” ucapnya.

Selain itu, kandungan nutrisi dalam setiap porsi makan harus diperhatikan, terutama protein. Salah satu sumber Protein yang mudah diserap dan dicerna ialah susu, terutama yang memiliki kandungan protein, vitamin, dan mineral lain yang dibutuhkan ibu hamil. Karena kebutuhan nutrisi ibu hamil meningkat dibandingkan wanita yang tidak hamil.

Memilih susu yang sesuai untuk tahap kehamilan tertentu penting dilakukan karena setiap tahap membutuhkan nutrisi yang berbeda. Sebaiknya susu ibu hamil diperkaya dengan Vitamin B6. Ada nutrisi lain yang penting pada tahap ini yaitu asam folat dan DHA yang akan mendukung pembentukan saraf dan kecerdasan janin.

Menurut dr. Dewi, ibu hamil juga perlu berolahraga ringan seperti jalan pagi dan senam hamil, beristirahat yang cukup, mengelola stres, dan rutin kontrol kondisi kehamilan ke dokter kandungan.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Ulang Tahun? Cek Rekomendasi Birthday Treats di Restoran yang Tak Boleh Kalian Lewatkan

BERIKUTNYA

Masuki Tahun Kedua, Sirkuit Mandalika Pastikan Persiapan MotoGP 2023 Jauh Lebih Baik

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: