Sadam dan Sherina dalam Petualangan Sherina 2 (Sumber gambar: Siaran Pers)

Review Petualangan Sherina 2: Cerita Penjelajahan Level Berbeda Sambil Nostalgia

01 October 2023   |   07:37 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Dejavu adalah kata yang mungkin tepat untuk menggambarkan pengalaman saat menonton Petualangan Sherina 2. Bukan tanpa sebab, beberapa adegan dan alur ceritanya akan membawa generasi yang kini berusia 30an kembali ke era 2000 saat film pertamanya dirilis, tapi dengan level yang berbeda.

Perasaan seperti melintasi mesin waktu ke era 2000 dapat begitu terasa pada bagian-bagian tertentu film tersebut. Bagi kalian yang pernah menonton film pertamanya, adegan anak-anak sekolah berlari dengan latar kereta rel listrik akan ditemui.

Baca juga: Kata Mira Lesmana & Riri Riza Soal Rekor Penonton Hari Pertama Petualangan Sherina 2

Pada film keduanya ini juga mirip. Hanya saja, yang menjadi pembeda adalah anak-anak sekolah itu bukan Sherina M. Darmawan bersama dengan teman-temannya. Meskipun begitu, sang karakter utama muncul dalam sosok yang telah dewasa.

Adegan yang akan membawa para penonton lainnya bernostalgia adalah ketika Sherina menghadapi masalah dan melakukan perjalanan dari Jakarta ke Kalimantan. Jika pada 23 tahun silam kesal dengan Sadam, kini Sherina kesal karena tidak dapat berangkat ke Forum Ekonomi Dunia.

Dalam Petualangan Sherina 2 para penonton akan melihat karakter Sherina berprofesi jurnalis itu melihat ke luar dalam mobil. Bagian ini juga akan mengingatkan penonton Petualangan Sherina pertama ketika dia melihat ke luar jendela kendaraan dalam perjalanannya ke Bandung.

Tidak hanya itu, lagu-lagu yang dinyanyikan juga mengingatkan kita dengan lagu-lagu yang terdapat dalam film pertama, sehingga tidak asing lagi. Namun, dengan lirik yang jelas berbeda.

Meskipun begitu, keseruan film ini dapat tetap dirasakan oleh para penontonnya. Petualangan Sherina 2 menyajikan petualangan dengan level yang berbeda, sehingga penonton akan tetap terhibur.

Aksi-aksi bela diri dari para pemain, kejar-kejaran menggunakan perahu motor kecil di sungai Kalimantan, dan aksi berlarian di dalam hutan menjadi adegan yang tidak boleh dilewatkan ketika menonton.

Tidak hanya itu, bumbu-bumbu romantis dan juga kelucuan masih tersaji. Namun, sisi romantis yang ditampilkan tidak begitu tebal. Kelucuan yang tersaji pun tidak ”sekental” film yang pertama. Aksi Butet Kartaredjasa bersama dengan anak buahnya dalam Petualangan Sherina pertama yang begitu ikonik tidak dapat tergantikan bagi penonton yang pernah menyaksikannya.

Isyana Sarasvati sebagai Ratih dan Candra Satria sebagai Syailendra dalam film Petualangan Sherina 2 mampu mengisi kekosongan karakter Kertarajasa yang diperankan oleh almarhum Djaduk Ferianto dalam Petualangan Sherina pertama. Dengan kemampuan vokalnya, Isyana mampu membawakan lagu bernuansa tango Argentina yang lebih mengarah ke Spanyol dengan elemen pasodoble. 

Tingkah centil Ratih ketika menyanyikan lagu berjudul Hadiah Istimewa juga membuat lagu itu begitu menggelitik. Tidak kalah menarik, Candra juga mampu mengimbangi Isyana dalam menyanyikan lagu tersebut. 

Keduanya berhasil memainkan karakter baru yang segar dan menghibur meskipun kehadirannya akan mengingatkan kita kepada penjahat-penjahat orang kaya pemburu hewan dilindungi yang kerap ada dalam beberapa film.

Kehadiran karakter baru lainnya, yakni Aryo dalam film ini juga menjadi bumbu lainnya yang menjadi pemantik beberapa adegan lucu dalam Petualangan Sherina 2 dan warna tersendiri. Selain itu, karakter Sindai juga menjadi perhatian bagi para penonton. Karakter ini menjadi pendukung adegan yang mumpuni dalam diam dan tatapan matanya meskipun dia bisa berbicara.   

Tidak hanya itu, masalah yang diangkat dalam film ini juga menjadi salah satu hal yang membuat film memiliki tingkat yang berbeda jika dibandingkan dengan yang pertama. Pencurian terhadap anak orang utan oleh kolektor hewan langka akan membuat penonton mendapatkan pesan yang sangat berharga tentang pelestarian.

Adegan pelepasliaran yang asli yang dilakukan hanya sekali dengan berbagai persiapan matang membuat film ini begitu nyata. Beberapa koleksi asli binatang yang dibekukan atau hidup dalam film juga menambah suasana film terasa menegangkan.

Dari sisi sinematografi, penonton akan disajikan dengan lanskap alam Kalimantan yang indah. Sungai-sungai yang menawan. Tidak hanya itu, kita juga dapat menyaksikan sang sutradara yang berhasil melakukan pengambilan gambar ketika aksi kejar-kejaran di sungai yang pastinya penuh tantangan.

Selain itu, gambar aksi perkelahian juga berhasil tersaji dengan baik dalam Petualangan Sherina 2 – termasuk syuting di dalam hutan yang penuh dengan pepohonan.

Satu hal yang menarik dalam film Petulangan Sherina 2 dan mungkin tidak akan terduga adalah penggunaan efek ketika Sherina dan Sadam bernyanyi saat terperangkap di dalam sebuah gudang.  Sherina menari dengan menggunakan gaun dan Sadam menggunakan setelan formal. Mereka menari dengan dikelilingin bintang.

Dari sisi sound, kita juga akan dibawa oleh para sineas di film ini menikmati sensasi suara yang begitu mumpuni. Latar suara alam Kalimantan, gemericik air sungai dan sebagainya membuat penonton mampu merasakan suasana di hutan yang dikenal sebagai paru-paru dunia itu.

Kemudian, film ini juga menggunakan suara untuk menggantikan adegankekerasan yang mungkin tidak akan cocok bagi penonton muda atau kecil mengingat Petualangan Sherina 2 untuk segala umur. 

Secara keseluruhan, Mira Lesmana dan seluruh pihak di film ini mampu menyuguhkan nostalgia dan keseruan baru dengan level yang berbeda bagi para penonton yang pernah menyaksikan karya pertamanya. Namun, film ini tentu bukan hanya untuk generasi tersebut.

Baca juga: Sherina Munaf Ungkap Perbedaan Syuting Petualangan Sherina 2 & Versi Pertama

Bagi generasi yang belum pernah menonton Petualangan Sherina pertama, karya yang rilis pada 28 September 2023 itu mungkin menjadi oase di tengah film Indonesia yang terlihat seolah-olah monoton yang didominasi genre horor.

Editor: Fajar Sidik 
 

SEBELUMNYA

Perjalanan Bisnis Andrew Dalimartha, Owner Seporsi Mie Kari yang Awalnya Jual Nasi Goreng

BERIKUTNYA

Cuaca Panas Ekstrem Masih Mengintai pada Oktober 2023, Simak Penjelasan BMKG

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: