Siti Alifah Faiz saat sedang live streaming. (Sumber gambar: Shopee)

Kisah Guru Honorer Sukses Jalankan Affiliate, Cari Cuan Tambahan sebagai Kreator Konten

20 September 2023   |   12:26 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Menjadi afiliator kerap dipilih seseorang saat ini sebagai cara mencari penghasilan tambahan. Afiliator sendiri ialah orang yang mengikuti program affliate atau afiliasi dengan cara mempromosikan produk untuk mendapatkan komisi. Teknik pemasaran ini pun menjadi salah satu strategi penting dalam perkembangan bisnis online.

Menurut data yang dirilis oleh Precision Metalforming Association (PMA) disebutkan bahwa pada 2021, bisnis di Amerika Serikat menghabiskan dana sebesar US$9,1 miliar untuk pemasaran afiliasi. Investasi tersebut menghasilkan laba sebesar US$71 miliar melalui penjualan e-commerce, dengan rata-rata laba atas belanja iklan sebesar US$12 dalam penjualan untuk setiap US$1 yang dikeluarkan konsumen.

Hal ini tidak hanya terjadi di Amerika. Tren pemasaran afiliasi global menunjukkan pola serupa di pasar global utama. Momentumnya juga tidak menunjukkan tanda-tanda melambat karena industri ini diproyeksikan akan tumbuh sebesar US$1,4 miliar pada 2024.

Besarnya potensi pemasaran afiliasi pun membuat peluang profesi afiliator kian menjanjikan. Bahkan, tak sedikit yang menjadikannya sebagai sumber penghasilan tambahan karena cara kerja afiliasi yang fleksibel. Hal itupun yang dirasakan oleh Siti Alifah Faiz (26).

Berprofesi sebagai guru honorer, perempuan asal Lampung itu bertekad ingin terus berdaya untuk hidup yang lebih baik, dan bisa mendapatkan penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan keluarga.

Baca juga:  Raup Cuan dari Rumah, Intip Kisah Sukses Ibu Rumah Tangga Ini Jadi Afiliator

Memutuskan untuk bergabung dengan program affiliate atau afiliasi di sebuah platform e-commerce sejak Januari 2022, Alifah kerap berbagi konten seputar dunia anak usia dini dan rekomendasi produk edukatif dan interaktif untuk anak yang ternyata disukai oleh banyak orang.

Terlahir dari keluarga sederhana di mana ibu dan ayah yang juga berprofesi sebagai guru, mendorong Alifah untuk mengikuti jejak orang tuanya sebagai pendidik untuk membimbing anak-anak bangsa. Dia juga merupakan anak pertama dari enam bersaudara sehingga harus berjuang lebih keras agar menjadi contoh yang baik untuk adik-adiknya. 
 

Kegiatan sehari-harinya sebelum bergabung menjadi afiliator selain aktif mengajar di TK sebagai guru honorer, juga mengajar les calistung (baca tulis berhitung) privat dari rumah ke rumah. Bekerja dari pagi hingga sore ternyata tidak sepadan dengan pemasukan yang dia dapatkan, sehingga dia harus mencari cara dan strategi baru untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Itulah awal mula Alifah mencoba peruntungan dengan membuat konten di akun YouTube miliknya setiap malam sepulang kerja dan mendorongnya semakin yakin mengeksplorasi potensi diri menjadi seorang afiliator.

Secara umum, pemasaran afiliasi mengacu pada penggunaan afiliator untuk membantu penjual menyampaikan produk atau jasa kepada konsumen. Beberapa contoh dari pemasaran afiliasi adalah jasa endorsement, paid promote, dan afiliasi yang mengulas dan menawarkan produk di media sosial. Nantinya, jasa afiliasi ini akan dibayar dengan dua metode yakni pembayaran jasa di awal atau dibayarkan per produk yang berhasil terjual.

"Saat bergabung di program affiliate, tujuan utamanya adalah menambah penghasilan dari profesi saya sebagai guru TK honorer. Alhamdulilah kegiatan saya makin produktif dan saya mulai belajar tentang program afiliasi untuk bisa dapat komisi dengan spill ataupun share link di sosial media yang saya punya," katanya.

Diakui oleh Alifah di bulan pertama menjadi afiliator, dia sudah mendapatkan komisi hingga Rp1 juta. Bahkan, nilai itu lebih besar dari gaji bulanannya sebagai guru TK. Dia pun akhirnya makin semangat untuk melakukan share link produk yang ada di salah satu e-commerce. 

"Tadinya hanya bermaksud untuk bantu agar dapat penghasilan tambahan, [tapi] sekarang dari affiliate menjadi income utama. Sekarang satu tahun delapan bulan berlalu, komisi saya bisa tembus puluhan juta karena saya juga memanfaatkan live streaming," ungkapnya.
 
 

Mengasah Kemampuan

Hampir dua tahun berkecimpung dalam program affiliate, Alifah terus konsisten belajar membuat konten yang kreatif. Meski awalnya belum mengerti arah tujuan konten dan target audiens-nya, perlahan dia mencoba membuat bermacam-macam video mulai dari konten review, haul, konten edukasi termasuk cara mencari cuan online melalui program afiliasi.

Diakui olehnya tantangan dan kesulitan yang dihadapinya untuk membuat strategi konten sempat membuatnya ingin menyerah, terlebih views dan followers-nya yang tidak bertambah. Namun, Alifah tidak mau patah semangat. Dia mulai mencari ide konsep dan tema yang disukai penonton. 

Akhirnya Alifah pun membuat konten mengenai kesehariannya mengajar PAUD dan ternyata mendapat respons yang positif dari para followers-nya hingga videonya viral dan FYP (for your page). Sosial medianya pun semakin berkembang dan pengikutnya semakin banyak. Hal ini yang mendorongnya untuk terus berinovasi dalam menciptakan konten kreatif hingga dia berbagi tip seputar dunia anak usia dini.

Sejak saat itu, akhirnya Alifah memilih fokus menjadi konten kreator sambil tetap menjadi guru. Di sisi lain, dia juga selalu cermat melihat peluang. Kian masifnya penggunaan live streaming untuk mendulang pundi-pundi rupiah, dia pun mulai mengadakan sesi live streaming sambil review produk dengan menjual produk-produk seperti perlengkapan rumah, kecantikan, peralatan tulis hingga alat permainan edukatif anak.

Kesempatan berinteraksi secara langsung melalui sesi tanya jawab membuat livestream-nya jadi terasa seru dan menyenangkan. Selain membuat konten barang yang dibeli di e-commerce, dia pun akhirnya mulai membuat jadwal streaming jualan hingga 15 kali sesi setiap bulannya dan ternyata komisi yang didapatkan lebih besar lagi.

Alifah mengatakan program affiliate banyak memberikan pengalaman baru untuknya yang awalnya hanya seorang guru. Tidak hanya peluang besar untuk mendapatkan penghasilan tambahan, namun juga mendorongnya untuk tidak berhenti belajar dan berusaha karena pencapaian yang didapat harus sejalan dengan konsistensinya dalam membuat konten yang kreatif dan inspiratif. 

Baca juga: Banyak Artis Turun Gunung Jualan Sembako di TikTok, Saat Followers Berubah Jadi Pasar

Editor: Puput Ady Sukarno

SEBELUMNYA

Makin Panas, 18 Sekolah Siap Bertarung di Turnamen Garena Youth Championship 2023 Free Fire

BERIKUTNYA

Tayang di Bioskop, Simak Sinopsis Film Kisah Tanah Jawa Pocong Gundul

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: