Festival Literasi Jakarta 2023 (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Mengenalkan Budaya Membaca Sambil Bersenang-senang di Festival Literasi Jakarta 2023

11 September 2023   |   19:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Sebuah meja kecil berisi board game sukses memancing ketertarikan sekelompok pelajar yang sedang berkunjung ke Festival Literasi Jakarta 2023, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Salah satu dari mereka menjajal gim asah otak tersebut dengan relawan Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Keduanya pun saling beradu strategi untuk menjadi pemenang. Namun, jika pelajar yang berhasil menang, maka mereka akan mendapatkan board game gratis. Sembari bermain board game, relawan TBM juga asyik berbincang dengan para pelajar tersebut. Mereka membicarakan banyak hal, termasuk hal-hal terkait buku, literasi, dan sebagainya.

Baca juga: Sal Priadi dan Joko Pinurbo Persembahkan Rasa yang Paling Serius di Konser Literasi 2023

Bagi pegiat TBM, gim tidak selalu menjadi kegiatan yang membuang-buang waktu. Bisa jadi, ini adalah salah satu pintu masuk bagi anak untuk memasuki dunia literasi dengan cara lebih menyenangkan.

Lewat bermain gim, mereka bisa berkenalan dengan para pelajar tersebut dan membicarakan soal buku. Tentu, ini akan sulit dilakukan jika tanpa bridging yang tepat.

Yati Suryati, Pengurus Pusat Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) DKI Jakarta percaya bahwa jalur membangun budaya membaca masyarakat bisa datang dari mana saja, termasuk dari dunia gim. Menurutnya, tidak ada yang salah dengan itu selama tujuan akhirnya ialah membuat minat masyarakat untuk membaca jadi meningkat.

Dia dan kawan-kawan lainnya di TBM Jakarta itu pun melakukan berbagai macam cara untuk mewujudkan itu. Setiap titik-titik TBM bahkan memiliki keunikannya sendiri dalam mengenalkan budaya membaca.

Hal itu disesuaikan dengan tipikal masyarakat dan keinginan dari lingkungan sekitar TBM. Misalnya, jika lingkungan tersebut menyukai hal berkaitan dengan budaya, maka TBM akan menyesuaikan diri dengan itu.

TBM akan mengajak masyarakat sekitar untuk melakukan kegiatan kesenian sesuai minat masing-masing.
Setelah itu, barulah kegiatan membaca mulai pelan-pelan diperkenalkan. Misalnya, dengan membaca buku-buku yang membahas kesenian yang diminati tersebut.

“Jadi, kita bisa berkegiatan menari, nyanyi, lenong, atau semacamnya. Tidak terbatas hanya membaca. Hal ini dilakukan untuk membuat kegiatan membaca enggak monoton,” ungkap Yati kepada Hypeabis.id saat ditemui di booth TBM di Festival Literasi Jakarta, Senin (11/9).
 

Festival Literasi Jakarta 2023 (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Festival Literasi Jakarta 2023 (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Selain itu, Yati bersama teman-temannya juga mencoba mengenalkan cara unik membangun budaya membaca di acara ini. Tidak hanya menyediakan aneka gim, booth TBM juga membawa beberapa hasil kerajinan tangan. Semua kreasi itu adalah hasil dari para kreativitas teman-teman komunitas di TBM.

Pihaknya ingin menunjukkan bahwa komunitas membaca tidak hanya menjadi kutu buku semata. Mereka juga bisa berkarya dan melakukan kreativitas yang menghasilkan barang menarik.

Di sisi lain, sebagai taman bacaan, TBM juga menyediakan sejumlah koleksi buku yang cukup lengkap. Buku-buku tersebut pun disesuaikan dengan kelompok umur. Semua tersedia, dari buku untuk anak-anak hingga remaja atau dewasa.

Saat ini TBM sudah memiliki lebih dari 66 titik di seluruh DKI Jakarta. Mereka tersebar di berbagai lokasi. Ada yang lokasinya berdekatan, tetapi ada pula yang di satu kecamatan hanya ada satu TBM. Maklum, komunitas ini memang berbasis kesukarelaan. Hal inilah yang membuat titik lokasinya bisa berbeda satu sama lain.
 

Festival Literasi Jakarta 2023 (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Festival Literasi Jakarta 2023 (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Meski jumlahnya sudah cukup meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya, Yati melihat sebenarnya masih jauh dari kata cukup. Dengan luas Jakarta yang sebegini besar, seharusnya ada lebih banyak TBM yang berdiri.

Dengan demikian, pendekatan buku terhadap masyarakat bisa lebih baik. Dia berharap ke depan TMB akan makin banyak berdiri. Selain itu, TBM juga tetap bisa bertahan dengan berbagai tantangannya. Pemerintah juga diharapkan bisa melirik dan membantu keberlangsungan TBM tersebut.

Dengan demikian, angka kegemaran membaca masyarakat bisa bertambah. Ujungnya, budaya membaca bisa terbentuk di seluruh lapisan masyarakat kelak.

Hingga 2022, data Perpusnas mencatat tingkat kegemaran membaca di DKI Jakarta memiliki skor 68,54 poin. Ibu Kota Indonesia ini masih kalah dari Yogyakarta yang memiliki skor 72,29 poin, Jawa Tengah 70,96 poin, dan Jawa Barat 70,1 poin.

Baca juga: Eksklusif Profil Ainun Mutmainnah: Akselerasi Literasi dari Jantung Taman Sari

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Mengenal Apa Itu & Cara Membuat Capsule Wardrobe

BERIKUTNYA

5 Fakta di Balik Film Orpa, Karya Sineas Papua yang Tayang di Bioskop

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: