Raja Rawit Sebagai UMKM Kuliner Pedas (Sumber gambar: Eben H Ezer)

Sukses Bangun 6 Outlet, Ternyata Brand Raja Rawit Berawal dari Sambal Meledak

07 September 2023   |   10:27 WIB
Image
Eben Ezer Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Tak disangka, salah satu brand makanan yaitu Raja Rawit ternyata bermula dari sambal meledak tak terjual, yang  sekarang justru banjir pelanggan hingga sukses membangun enam outlet di wilayah Jakarta.

Bisnis Raja Rawit bermula dari Hendry dan Yuliana, sepasang kekasih yang memiliki hobi pergi ke bazar makanan. Setiap datang ke bazar makanan, mereka kerap kali mencari stand makanan Indonesia, tetapi hampir tidak ada.

Baca juga:  Doyan Pedas? Coba 5 Resep Sambal Favorit yang Gampang Dibuat Sendiri

Didukung dengan kecintaan terhadap makanan Indonesia serta keahlian Yuliana dalam memasak, keduanya memutuskan untuk membuka bisnis makanan Indonesia. Sambal menjadi ide bisnis pertama yang diyakini mampu mewakili kebiasaan orang Indonesia yang stigmanya tidak bisa makan tanpa sambal. 

“Awalnya emang doyan makan sambel. Lalu saya belajar masak sama amak (nenek). Terus pengen buka sesuatu di Indonesia tapi belajar dulu. Akhirnya sekolah di Australia” ujar Yuli.

Yuli mengatakan bahwa dia sudah terbiasa memasak di dapur bersama neneknya. Tekad yang kuat untuk membuka bisnis makanan mengantarkan dirinya pergi ke negeri kangguru untuk mempelajari dunia bisnis. Yuli rela part time di berbagai restoran ketika kuliah di Australia agar dia mampu belajar banyak tentang bisnis kuliner. 
 

Jatuh bangun memulai bisnis

Sepulangnya dari Australia, dia dan sang kekasih sepakat untuk membangun bisnis bersama. Mereka mulai menjual sambal botol yang pada saat itu hanya ada tiga jenis. Bazar ke bazar pun mereka datangi demi menjalani tes pasar dan mengincar target audiens. Namun, tak disangka euforia untuk berjualan malah berujung pada kegagalan. 

“Waktu mau jualan jam 10, pas di jam 4 atau jam 5an gitu, denger suara ledakan di bawah. Aku pikir ada apa gitu. Ternyata sambelnya itu meledak. Kita tuh bener-bener ga tau kalo sambel yang dipacking itu bisa meledak” ucap Yuli. 

Dari kejadian itu, mereka tahu bahwa sambal tidak boleh langsung ditutup, tetapi harus didinginkan terlebih dahulu. Akhirnya, semua sambal yang diproduksi untuk bazar terpaksa mereka buang karena meledak adalah indikator bahwa sambal tersebut basi.
 
Yuli dan Hendry menjadi lebih hati-hati dalam memproduksi sambal kebanggaan mereka. Kali ini sambalnya tidak meledak, tetapi tidak terjual. Rugi dan rugi, itulah yang merakan rasakan selama menjadi pebisnis food and baverage.

Akhirnya, mereka membuat strategi dengan memberi tester menggunakan krupuk singkong dan nasi kecil-kecil yang diberi sedikit sambal. Sayang sekali, strategi ini belum berhasil dan sambal pun lagi-lagi tak terjual. Putus asa sempat dirasakan oleh keduanya, tetapi tidak ada kata menyerah.

Mereka pun kembali memproduksi sambal setelah berhenti tiga hari. Kini, mereka mencoba memaksimalkan relasinya dengan menjual sambal ke teman terdekat hingga mendapatkan kritik saran membangun. 
 

Secercah kebahagiaan buah dari ketekunan 

Keduanya sadar bahwa kesuksesan bisnis tidak bisa bergantung pada orderan teman. Mereka pun semangat untuk kembali bergabung di bazar hingga akhirnya diterima untuk hadir bazar Grand Indonesia pada 2015.

Bazar besar pertama yang mereka terima berbuah manis karena produk sambalnya terjual habis. Mereka belajar bahwa bergabung di suatu bazar perlu banyak pertimbangan seperti kesesuaian target audiens, tema bazar, dan lokasi. 

Sambutan hangat dari para pengunjung Grand Indonesia membuat keduanya tak henti-hentinya berjualan. Uniknya, saat bazar di Grand Indonesia, mereka berjualan tanpa produk alias hanya membawa sampel lalu meminta customer untuk mengisi database.

Setelah mengisi data dan melakukan pembayaran, sambal akan dikirim bulan depan ke alamat yang tertera. Strategi ini dilakukan untuk menghindari kerugian dari kejadian-kejadian sebelumnya. Kesabaran dan kerja keras keduanya membuat mereka tekun untuk memaksimalkan database yang dimiliki sehingga banyak pelanggan yang repeat order.  
 

Raja Rawit kian berkembang 

Yuli dan Hendry kerja keras dalam membangun bisnis ini. Bahkan, Hendry rela resign dari pekerjaan sebelumnya demi totalitas membangun bisnis bersama sang kekasih. Berbagai acara dan pesanan pelanggan pun mereka terima tanpa pernah pilih-pilih. 

Perkembangan yang terbilang baik membuat keduanya berani melebarkan sayap bisnis dengan membuat menu masakan Indonesia dengan tetap mempertahankan sambal kebanggaannya. Akhirnya, setelah empat tahun berbisnis, mereka berhasil membangun outlet pertama pada 2019. 

Empat tahun bukanlah waktu yang singkat, rugi sudah jadi bagian perjalanan yang tak bisa dihindari. Namun, mereka berdua saling menguatkan dan percaya bahwa bisnisnya memiliki keunikan tersendiri dan kepercayaan diri mereka lah yang berhasil meningkatkan bisnis rumahan menjadi bisnis besar hingga bercabang dengan puluhan karyawan. 
 

Konsisten menjadikan pembeli raja  

Salah satu kunci sukses Raja Rawit terletak pada pelayanannya. Yuli dan Hendry rela mengirimkan ulang pesanan jika terdapat ada kesalahan pengiriman produk. Kepercayaan pelanggan sangat mereka jaga. “Kita tuh sangat customer oriented ya,” ujar Hendry. 

Keduanya juga mengatakan bahwa mereka tidak pernah membayar influencer untuk memengaruhi khalayak dengan review yang tidak sesuai dengan realitanya. Mereka lebih membutuhkan honest review dan honest feedback agar bisa terus memperbaiki kualitas produk dan pelayanan. 

“Customer experience dan customer service itu penting banget sih. Jadi kita selalu make sure customer kita happy,” tambah Hendry.
 
Yuli dan Hendry, keduanya berhasil menjadi partner yang baik di mana Yuli menjaga kualitas rasa di dapur dan Hendry memaksimalkan customer service dan marketing yang baik di lapangan. Gimana, apakah kamu sudah menemukan pasangan untuk diajak bisnis bersama seperti mereka berdua?

Baca juga:  Resep Sambal Goreng Kentang, Hidangan Khas Pendamping Ketupat Lebaran

Editor: Puput Ady Sukarno

SEBELUMNYA

Bukan Cuma Merlion atau Monas, Asia Tenggara juga Punya 6 Bangunan Ikonik Ini

BERIKUTNYA

Kejutan, Fleet Foxes Masuk Line Up Tambahan Joyland Festival 2023

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: