Teddy Adhitya (Sumber gambar: TED Records)

Eksplorasi Bermusik Teddy Adhitya yang Baru Tercurah dalam Album Semua, Semua

24 August 2023   |   15:41 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Setelah memberikan kisi-kisi lewat lagu Seperti Setiap Hari, penyanyi Teddy Adhitya resmi merilis album panjang ketiganya bertajuk Semua, Semua. Berbeda dari dua album sebelumnya, Semua, Semua menjadi manifestasi dari fase bermusik Teddy Adhitya yang baru. Lagu-lagu dalam albumnya itu juga merupakan kumpulan dari kisah personal perjalanan hidupnya.

Butuh empat tahun bagi Teddy merilis album Semua, Semua, setelah meluncurkan album Question Mark ((?)) pada 2019 lalu. Rentang waktu empat tahun tersebut yang menjadi latar belakang terciptanya Semua, Semua dengan ragam cerita serta dinamika yang terjadi di hidupnya.

Sekumpulan perasaan yang meliputi cinta, kecewa, marah, hingga kekesalan dan kontemplasi yang akhirnya bersatu padu menjadi sebuah harmoni yang manis. Solois berdarah Ambon itu mengatakan bahwa pengulangan kata 'semua' yang diambil sebagai judul dianggap sebagai kata yang paling sederhana yang bisa menggambarkan seluruh bentuk emosi dalam lagu-lagu di dalamnya.

Sementara jika bicara tentang tema besar dari album, Teddy menuturkan bahwa cinta dan romantisisasi adalah jawabannya. "Album ini dan seluruh isinya adalah bentuk romantisisasi dari semua bentuk emosi, semua bentuk perasaan, semua bentuk pengalaman yang diromantisisasi melalui kata-kata dan kalimat  menjadi sebuah lagu dan melodi,” jelasnya.
 



Fase Baru Bermusik

Teddy juga mengatakan bahwa album Semua, Semua menjadi penanda fase baru dalam perjalanan bermusiknya. Selain menjadi album penuh ketiga dari diskografinya, seluruh lagu 
di dalam album dinyanyikan dalam rangkaian lirik berbahasa Indonesia. Sebuah bentuk karya yang baru, mengingat dalam dua album sebelumnya, lagu-lagu sang penyanyi dilantunkan menggunakan bahasa Inggris.

Baca juga: Fase Baru Bermusik Teddy Adhitya Tercurah dalam Single Seperti Setiap Hari

Hal ini juga menjadi ajang pembuktian bagi Teddy sebagai penyanyi untuk terus bereksplorasi dengan materi-materi musik yang baru.

"Ini album pertama berbahasa Indonesia gue yang dalam pengerjaannya gue pun banyak terkejut sama diri sendiri. Dari cara penulisan dan keberanian gue untuk menulis lagu-lagu ini, keberanian untuk mengeksplorasi sisi baru dari gue,” ucapnya.

Terdapat 12 trek dalam album Semua, Semua, yakni Seperti Setiap Hari, Kini, Takkan Berpaling, Sumpah Mati, Kembalikanku, Caraku, Caramu, Biarkan Gelapku, Semua, Semua, Tak Seharusnya, Jangan Berubah, dan Rasakan. Selain itu, ada juga satu lagu yang dinyanyikan Teddy berduet dengan Kunto Aji berjudul Arah.
 

Dari keseluruhan trek itu, lagu Caraku, Caramu didapuk sebagai focus track karena dianggap sebagai lagu yang paling mewakili keseluruhan materi dalam album dari segala aspek. "Menurut gue lagu itu yang paling merepresentasikan secara judul dan lirik, dan juga kayak rasa baru dari gue yang mungkin belum pernah gue keluarkan gitu,” kata Teddy.

Meski menggunakan lirik berbahasa Indonesia, lagu-lagu dalam album Semua, Semua masih menampilkan warna dan karakter vokal R&B khas dari Teddy yang sudah identik padanya. Hanya saja, di sisi lain, seluruh materi lagunya kali ini juga diberikan sentuhan musik pop.

Sementara dari sisi materi lirik lagu, Teddy juga masih mengusung tema percintaan namun dengan materi yang lebih sederhana dan lebih lugas tanpa butuh usaha berlebih untuk mencari tahu apa yang ingin dia sampaikan di tiap lagunya.

Dalam menggarap album Semua, Semua, Teddy juga dibantu oleh sejumlah rekan musisi lainnya seperti Adityar Andra, Anugrah Swastadi, Barry Likumahuwa, Dennis Nussy, Doni Joesran, Enrico Octaviano, dan Felix Buliks, dan Felix Davis.

Selain itu, ada pula Gamaliel Tapiheru, Gangga, Henry Budidharma, Jelita, Kamga, Kenny Gabriel, Kevin Queency, Lafa Pratomo, Nino Kayam, Petra Sihombing, Ray Prasetya, Rendy Pandugo, Stevano, Taufan Wirzon, dan Vicky Geovaldy.
 

Teddy Adhitya (Sumber gambar: TED Records)

Teddy Adhitya (Sumber gambar: TED Records)


Profil Singkat Teddy Adhitya

Sebagai informasi tambahan, Teddy Adhitya Hamzah atau yang dikenal Teddy Adhitya adalah penyanyi, penulis lagu sekaligus produser yang mengawali karier bermusiknya sejak 2008. Pada 2010, Teddy membuat grup vokal bernama BoyzIIIBoys bersama Kunto Aji, Adera, dan Beboy yang kemudian aktif membuat video di YouTube dan sukses menyedot ratusan ribu viewers.

Pada 2016, penyanyi kelahiran 21 Juni 1991 itu lantas mencoba berkarier secara mandiri dan meluncurkan single perdana berjudul In Your Wonderland, yang hampir sepenuhnya merupakan wujud musikalitas pribadinya.

Disusul pada tahun yang sama, single kedua berjudul Let Me dirilis. Kedua trek ini kemudian masuk dalam album perdana yang berhasil diwujudkannya pada tahun berikutnya dengan judul Nothing Is Real. Dua tahun berselang, dia merilis album kedua berjudul Question Mark.

Debut albumnya, In Your Wonderland, bahkan menyabet penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2017 untuk kategori Pendatang Baru Terbaik. Tahun lalu, Teddy merilis single trilogi "3" yang terdiri dari Langit Favoritku, Semestinya, dan Masa Depan. 

Baca juga: Rayakan Satu Tahun Album Rubik, Solois Dere Bikin Pertunjukan Musik Bertajuk Gelora

Sepanjang kariernya, solois berusia 32 tahun itu telah merilis tiga album panjang yakni Nothing Is Real (2017), Question Mark ((?)) pada 2019, dan Semua, Semua (2023), serta album mini bertajuk Ocean pada 2022. Selain bernyanyi dan bermusik, Teddy juga merupakan pecinta traveling dan fotografi.


Editor: M R Purboyo

SEBELUMNYA

Adu Pintar & Kenyamanan Mobil Listrik Inggris vs Jepang, Genhype Pilih Mana?

BERIKUTNYA

Game Persona 3 Reload Dipastikan Rilis Awal 2024, Cek Detail Paket Pembelian Digital & Fisiknya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: