Cover album Pop Seblay (Dok. Laguland Records)

Danilla Lebih Cuek Apa Adanya dalam Album Baru Pop Seblay

22 February 2022   |   09:50 WIB

Solois Danilla Riyadi merilis album terbaru bertajuk Pop Seblay pada Selasa (22/2/2022). Sebagai album ketiganya, Pop Seblay menawarkan koleksi lagu yang memadukan sisi elegan dari beberapa album Danilla sebelumnya, dengan aransemen lebih riang, lirik yang lugas, serta tampilan yang cuek apa adanya.

Diproduseri oleh Otta Tarrega dan Danilla, serta Lafa Pratomo sebagai co-produser, Danilla mengaku album ini merupakan ekspresi kerinduannya pada teman-teman yang menjadi bagian dari timnya. Kerinduan itu muncul akibat pandemi Covid-19 yang membuat mereka menjadi jarang bertemu.

Pop Seblay itu sebetulnya album yang jadi karena satu alasan, kangen sama anak-anak. Terus karena aku kangen, ingin banget di lagu-lagu ini yang kerjakan anak-anak saja,” kata Danilla dalam konferensi pers virtual, Senin (21/2/2022).

Alhasil, selama sebulan penuh tepatnya pada September 2021, semua anggota tim Danilla menempati studio Ruang Waktu untuk menggarap 12 lagu dalam album Pop Seblay, yang sebagian besar diciptakan oleh Danilla dan Otta.

Para anggota tim yang terlibat adalah mereka yang senantiasa mengiringi Danilla saat di panggung seperti Lafa (gitar), Otta (keyboard), Rendi James (gitar), Gallang Perdhana (bass) dan Edward Manurung (drum).
 

Danilla

Danilla (Dok. Laguland Records)

(Baca juga: Ekspresi Danilla yang Lebih Apa Adanya dalam Single Teranyar 'MPV')

Tak hanya dari tim internal, penggarapan album Pop Seblay juga turut melibatkan beberapa musisi seperti Sigit Pramudita dari grup Tigapagi yang menyumbang lirik Bukan Otomata sebagai ekspresi rasa sayang pada binatang dan Teddy Adhitya yang menjadikan Fel d 1, menjadi sebuah lagu sensual tentang alergi.

Ada juga suara rayuan oleh pemandu siniar Bobby Mandela dalam lagu kudikan, Di Mana?, dan Fel d 1, serta seniman visual Fluxcup yang menginspirasi judul album ini lewat seri video Monyet Seblay buatannya, mendapat kesempatan membuka Pop Seblay dengan monolog absurdnya yang khas.

Bicara soal judul album, Danilla menjelaskan bahwa kata ‘seblay’ sendiri seperti bermakna lelah, lalu dapat makanan enak, merokok, kekenyangan terus kena angin. Dengan makna itu, tak heran jika album ini menjadi penuh humor dan lelucon internal baik dari segi musiknya yang tiba-tiba menyelipkan genre dangdut atau disko, maupun dari segi liriknya yang bercerita tentang kejadian candaan bersama teman-temannya.

“Kalau kata Lafa, ini candaan tongkrongan dibawa masuk ke sini. Persona Danilla kalau nongkrong dibawa masuk ke sini. Makanya di sini yang aku ingin angkat itu semacam kalian mesti tahu, gue kangen banget ketemu anak-anak ini,” ungkap penyanyi berusia 32 tahun itu.

Selain itu, ada juga beberapa lagu yang mengekspresikan berbagai keresahan yang dirasakan Danilla seperti MPV, yang menolak ekspektasi pendengar terhadap karyanya, lagu Berat Badan yang berusaha berdamai dengan komentar mengenai fisik tubuh, serta Dungu-Dungu yang bicara tentang preferensi terhadap hal-hal bodoh dibandingkan yang berbobot.

“Ini album paling seru menurut aku. Ibaratnya album ini bilang, ini Danilla dan karakter gue bersama teman-teman gue kayak begini,” kata Danilla.

Editor: Fajar Sidik
SEBELUMNYA

Bak di Timur Tengah, Ini 5 Spot Wisata Gurun Pasir di Indonesia

BERIKUTNYA

Konser BTS di Seoul Bakal Jadi Paling Riuh Selama Pandemi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: