Ilustrasi Kubur Batu (Sumber gambar : Wirestock,freepik)

Sensasi Traveling ke Kubur Batu Megalitikum Nuabari Kabupaten Sikka

21 August 2023   |   22:36 WIB
Image
Yulita Theresia Maghi Mahasiswi Jurnalistik Universitas Nusa Nipa Indonesia, Maumere.

Indonesia terkenal akan situs warisan budaya yang telah diakui UNESCO. Salah satu peninggalan sejarah yang masih ada hingga kini adalah Kubur Batu Megalitikum, Nuabari, Kabupaten Sikka. Warisan budaya ini telah menjadi tempat wisata megalitikum yang banyak dikunjungi oleh wisatawan asing maupun lokal.

Kubur Batu Nuabari, terletak di Desa Lenandareta, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka. Untuk sampai ke tempat ini,  membutuhkan waktu sekitar 2 jam dan menempuh perjalanan sejauh 52 km dari pusat Kota Maumere.

Baca juga: Harga Tiket Taman Wisata Alam Mangrove PIK Jakarta, Ada Wahana Air dan Menanam Pohon

Rute yang ditempuh bertolak ke arah Barat, melalui jalur Maumere-Ende. Kalian bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Trip yang dilaluinya pun cukup menyenangkan, karena akan disuguhi keindahan alam dan kearifan budaya lokal.

Bukit-bukit berbaris seakan ikut menemani perjalanan. Jauh dari polusi dan bangunan-bangunan pencakar langit, serta hiruk pikuk perkotaan,  kita akan diperlihatkan hijaunya pepohonan yang tumbuh subur sepanjang jalan.

Jalur yang berkelok dan menanjak sangat cocok untuk kalian yang menyukai tantangan. Selain itu, kalian juga akan menemukan medan yang curam sehingga memberikan sensasi tersendiri selama perjalanan.  

Setelah tiba di Kecamatan Paga, lebih khususnya di Desa Wolowiro, kalian akan menemukan pertigaan menuju Desa Lenandareta, yang ditandai dengan sebuah plang penunjuk arah.

Nah, dari Desa Wolowiro hingga ke Lenandareta, kalian akan menempuh perjalanan selama kurang lebih 15 menit melewati perkebunan kelapa dan kakao milik warga setempat. Setelah tiba di Desa Lenandareta, kalian akan disuguhi pemandangan indahnya Laut Sawu dan perumahan warga di bawah kaki bukit, karena pada dasarnya Desa Lenandareta ini berada pada di atas bukit.

Keramahan masyarakat sekan memberikan kesan kita diterima dengan baik. Hal ini, dibuktikan dengan anak-anak sekolah yang selalu menyapa ketika berpapasan dengan para wisatawan.

Suasana di Kubur Batu
Jika selama ini  kalian melihat kuburan dengan model biasa, maka di tempat wisata Kubur Batu Nuabari ini, kalian akan melihat kuburan yang terbuat dari susunan batu ceper yang berbentuk persegi. Setelah memasuki perkampungan, kita akan menemukan kubur batu megalitikum yang dikelilingi oleh rumah-rumah warga. 

Di tengah perkembangan zaman yang semakin maju, warga Kampung Nuabari masih terus merawat warisan budaya ini. Batu ceper berukuran besar disusun menjadi sebuah bangunan kubus, kemudian jenazah akan ditaruh di dalamnya dengan posisi duduk. Hal ini karena warga meyakini bahwa anggota keluarga yang telah meninggal akan kembali ke rahim ibu.

Batu-batu yang dijadikan sebagai kuburan, biasanya diambil sebelum seseorang meninggal. Masyarakat mengambil batu-batu ini dari lembah bukit sambil melantunkan syair-syair adat selama perjalanan ke atas desa.

Informasi tambahan, Desa Lenandareta sendiri  diapit oleh dua bukit yang menjulang tinggi, yakni Bukit Lena dan Bukit Ndareta. Bukit Lena diyakini warga sebagai seorang laki-laki, sedangkan Bukit Ndareta sendiri diyakini warga sebagai seorang perempuan.

Pariwisata dan Kuliner
Nah, selama perjalanan menuju ke objek wisata Kubur Batu Nuabari, kalian juga akan menemukan sejumlah lokasi wisata lainnya seperti, Museum Bikon Blewut, Rumah Tenun Lepo Lorun, Bukit Doa Nilo. Ketiganya berada di Kecamatan Nita. Genhype juga dapat mengunjungi Air Terjun Murusobe di Kecamatan Paga.

Selain lokasi wisatanya yang indah, kalian juga bisa menikmati berbagai kuliner khas Maumere, misalnya, Rumpu Rampe, Kuah Ikan Asam, Kue Lekun, dan lainnya.
 
Transportasi dan Penginapan
Untuk sampai ke objek wisata megalitikum ini, kalian hanya perlu menyewa kendaraan yang disediakan sebesar Rp500.000. Namun, kondisi kendaraan harus dipastikan prima, untuk meminimalisir kecelakaan karena kondisi jalan yang menanjak.

Sedangkan untuk biaya masuk kawasan megalitikum, Genhype tidak perlu cemas karena tempat wisata ini tidak dipungut biaya.

Bagi wisatawan nonlokal, kalian juga tidak perlu khawatir dengan penginapan. Selain di Kota Maumere, di Kecamatan Paga juga memiliki penginapan seperti hotel dan homestay. Untuk akses penginapan kalian dapat mencarinya melalui aplikasi booking online.

Kondisi topografi objek wisata yang berada di atas ketinggian, menjadikan daerah ini memiliki suhu yang lumayan dingin. Jadi, bagi kalian yang tidak kuat berada di tempat bersuhu dingin, kalian wajib menggunakan jaket.

Adapun hal lain yang perlu diperhatikan berkaitan dengan kearifan lokal. Perkampungan Nuabari masih sangat kental akan budayanya. Oleh sebab itu, ketika berkunjung ke Nuabari, kalian dilarang untuk menggunakan bahasa yang tidak sopan.

Baca juga: Fakta-fakta Wisata Alam Telaga Warna Puncak Bogor, Bisa Lihat Flora & Fauna Hutan Tropis

Selain itu, di tengah perkampungan terdapat rumah adat berupa rumah panggung. Wisatawan, dilarang untuk masuk ke dalam rumah tersebut tanpa sepengetahuan Mosalaki atau ketua adat setempat.
 
Editor: Fajar Sidik 

SEBELUMNYA

Resep Kuah Ikan Asam Khas Kota Maumere, Wajib Dicoba!

BERIKUTNYA

Jadi Drakor Hit di Netflix, Simak 5 Fakta Seru Mask Girl

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: