Film Techno Brothers (Sumber gambar: Japanese Film Festival)

12 Film Indie Jepang dari Japanese Film Festival yang Bisa Ditonton Gratis

02 August 2023   |   16:17 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Like
Ada kabar gembira bagi kalian penggemar film-film Jepang. Japanese Film Festival Indonesia (JFFI) akan kembali digelar. Sama seperti tiga gelaran sebelumnya, JFFI tahun ini akan dihelat secara daring. Acara festival film tahunan itu dijadwalkan dihelat pada Agustus 2023.
 
JIFF adalah festival film yang digagas oleh The Japan Foundation sejak tahun 2016. Setiap tahunnya, JFF selalu mempersembahkan film-film Jepang kepada penonton di berbagai negara, khususnya di kawasan Asia Pasifik. Festival ini dibuat dengan tujuan untuk membangun pemahaman masyarakat luas yang lebih mendalam tentang Negeri Sakura.
 
Di Indonesia, festival ini telah diselenggarakan di beberapa kota antara lain Jakarta, Makassar, Yogyakarta, Denpasar, Bandung dan Surabaya. Karena antusias yang tinggi, sejak tahun 2020, The Japan Foundation menggelar JFF secara daring untuk menjangkau lebih banyak penonton di berbagai daerah.

Baca juga: Selain First Love, Ini 5 Serial Drama Jepang yang Wajib Ditonton
 
Jelang gelarannya tahun ini, JFFI mengumumkan sebanyak 12 film independen Jepang yang bisa ditonton secara gratis. Periode streaming berlangsung pada 1 Agustus hingga 31 Oktober 2023. Adapun, kedua belas film tersebut dapat ditonton melalui situs https://jff.jpf.go.jp/watch/ic2023/
 

1. And Your Bird Can Sing (2018)

 

Sumber gambar: Japanese Film Festival

Sumber gambar: Japanese Film Festival

Cerita film ini mengikuti tokoh Aku yang bekerja di toko buku dan tinggal bersama seorang pengangguran bernama Shizuo. Rekan kerja mereka, Sachiko, memiliki hubungan dengan Aku secara kebetulan.

Akhirnya mereka mulai pergi bersama, akrab, dan menghabiskan malam dengan minum, pergi ke klub, dan nongkrong bersama. Seiring waktu, Aku dan Sachiko berperilaku seperti sepasang kekasih tapi tanpa saling membatasi. 
 

2. Follow The Light (2021)

 

Sumber gambar: Japanese Film Festival

Sumber gambar: Japanese Film Festival

Film ini bercerita tentang Akira, siswa SMP tahun kedua yang pindah ke Akita, kampung halaman ayahnya, karena perceraian orang tuanya. Berjuang untuk beradaptasi dengan sekolah barunya, dia dipenuhi dengan depresi dan kebencian.
 
Suatu hari, dia menyaksikan lampu hijau melayang di langit. Mengikuti cahaya, dia tiba di sebuah crop circle misterius di sawah, di mana dia menemukan teman sekelasnya Maki, yang tidak masuk sekolah. Saat mereka berbagi rahasia, keduanya dengan cepat menjadi dekat. Namun, pada saat yang sama, sekolah mereka terancam tutup karena berkurangnya populasi. 
 

3. Lonely Glory (2022)

 

Sumber gambar: Japanese Film Festival

Sumber gambar: Japanese Film Festival

Film ini berkisah tentang Haruka yang meninggalkan kampung halamannya dan bekerja di sebuah perusahaan ventura usai lulus kuliah. Namun, dia menggunakan segala cara untuk mencapai tujuannya hingga akhirnya dia terpaksa mengundurkan diri karena tuduhan pelecehan.
 
Dengan uang sendiri, dia mencoba memulai bisnis. Haruka pun kembali ke rumah setelah ibunya meninggal dan mengusulkan untuk menjual toko keluarga. Kakak perempuannya ragu, sementara saudara laki-lakinya dengan keras menentang usulan itu. Haruka diam-diam berencana untuk membuat anggota keluarganya mandiri.

 

4. An Artisan's Legacy, Tsunekazu Nishioka (2012)

 

Sumber gambar: Japanese Film Festival

Sumber gambar: Japanese Film Festival

Film dokumenter ini menampilkan kisah Nishioka Tsunekazu, seorang miyadaiku atau ahli dalam pembuatan kuil kayu. Kisahnya menjadi inspiratif dan penting karena menjadi sosok kuat untuk melestarikan situs warisan dunia, harta nasional, dan bangunan penting secara budaya, yang membutuhkan berbagai pengetahuan di bidang-bidang seperti arsitektur, studi agama, dan sejarah, serta keahlian teknis tingkat lanjut. 
 

5. Hey! Our dear Don-chan (2022)

 

Sumber gambar: Japanese Film Festival

Sumber gambar: Japanese Film Festival

Disutradarai oleh Okita Shuichi, film ini merupakan proyek produksi sendiri yang menampilkan Okita dan teman-teman aktornya. Dia mendokumentasikan kehidupan putrinya sendiri dari usia 6 bulan hingga 3 tahun atau selama satu setengah tahun.

Direkam sepenuhnya dengan kamera genggam, film ini mengabadikan momen mengharukan dari pertumbuhan Don-chan dan tantangan yang dihadapi oleh ketiga pria tersebut dalam mengasuhnya. 
 

6. A Muse Never Drowns (2022)

 

Sumber gambar: Japanese Film Festival

Sumber gambar: Japanese Film Festival

Film coming of age ini bercerita tentang seorang anggota klub seni sekolah menengah bernama Sakuko yang jatuh ke laut saat membuat sketsa perahu. Menyaksikan kejadian tersebut, Saibara membuat lukisan berjudul Drowning Sakuko dan memenangkan penghargaan di sebuah kontes, dan membuat lukisan tersebut dipajang di sekolah.
 
Di sisi lain, Saibara dengan bebas mengumumkan bahwa dia akan melukis Sakuko untuk karya berikutnya selama wawancara surat kabar. Frustrasi dengan situasi tersebut, Sakuko menyerah pada jalur artistiknya dan mencoba membuat karya baru dengan motif 'perahu' di lingkungan rumahnya, yang akan dibongkar.
1
2


SEBELUMNYA

Mengenal Kecanggihan Smart Door Lock, Bikin Rumah Lebih Aman

BERIKUTNYA

Resep Ayam Koloke Saus Asam Manis ala Restoran Chinese Food

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: