Suasana di kawasan Melawai, Blok M (Foto: Eusebio Chrysnamurti/Hypeabis.id)

Mengenang Kawasan Melawai Blok M yang Jadi Pusat Budaya Pop Era 1980-1990

25 July 2023   |   20:17 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Pada masanya, kawasan sekitaran Melawai, Blok M menjadi area tongkrongan wajib para kawula muda. Di era kejayaannya sekitar 1980-1990-an, Blok M disebut-sebut sebagai ikon budaya populer Jakarta karena memiliki sejumlah tempat menarik untuk dikunjungi dengan beragam aktivitasnya. 

Blok M dikenal sebagai tempat yang sangat hits sebagai destinasi tongkrongan favorit dari sore sampai malam. Tak jarang juga menjadi tujuan anak-anak yang bolos sekolah untuk main dingdong.

Sebut saja Sarinah Blok M yang berganti nama menjadi Pasaraya Blok M, Aldiron Plaza yang sekarang disebut Blok M Square, PD Pasar Jaya yang jadi cikal bakal Pasar Blok M, Melawai Plaza, hingga kawasan Mayestik. 

Baca juga: Festival Musik Lintas Melawai 2023 Siap Digelar, Bawa Nostalgia Era 80-an

Saking terkenalnya kawasan Melawai dan Blok M, sampai-sampai dijadikan sumber inspirasi berbagai karya budaya pop Tanah Air, seperti dalam novel fiksi, lagu, hingga film. Blok M pada masanya menggambarkan potret sosial remaja Ibu Kota pada era 1980-1990. Dari sekadar cuci mata, mencari hiburan, hingga mencari cinta.

Yuk, simak sejumlah budaya populer yang sempat lahir dan terkenal di kawasan Melawai, Blok M


1. Pamer mobil klasik di simpang melawai

Jalan Melawai atau yang sering juga disebut Simpang Melawai menjadi tempat nongkrong, di mana para anak muda memamerkan dandanan paling fashionable pada zamannya. Dengan tampilan serba necis tersebut, belum lengkap kalau tak membawa mobil.

Yap, Melawai, Blok M menjadi tempat berkumpulnya komunitas mobil-mobil tua, VW kodok, sampai model high class seperti Mercy.


2. Nongkrong asyik bareng teman di mal

Kawasan Blok M juga punya sejumlah pusat perbelanjaan terkenal. Pertama, Sarinah yang didirikan pada 1974 yang sekarang dikenal sebagai Pasaraya Blok M. Kemudian Aldiron Plaza yang kini berganti rupa menjadi Blok M Square. Aldiron Plaza sendiri merupakan mal pertama yang dibangun di Indonesia dan mulai beroperasi pada 1978.

Mal ini menjadi tempat yang sering didatangi pemburu barang mewah di Jakarta. Memasuki awal 1980-an, Aldiron Plaza semakin ramai dengan hadirnya klub rollerskate Happy Day dan Lipstick Disco Skate sebagai area untuk bermain sepatu roda.  Kemudian didirikanlah sejumlah pusat perbelanjaan lainnya di kawasan tersebut seperti Melawai Plaza, Blok M Mall, dan Blok M Plaza.


3. Tempat dipopulerkannya bahasa slang

Bisa dibilang sejumlah bahasa slang atau bahasa gaul yang populer di Indonesia pada masanya berasal dari Blok M. Sebut saja kata-kata seperti suer, so pasti, sumpah, duilah, mejeng, nyokap, ya amplop, jijay, IWAPI (Ikatan Wanita Ngerumpi), tokai, MBA (Married by Accident), SKSD (Sok Kenal Sok Dekat), kece, bokis, dan masih banyak lagi. 

Sebetulnya kata-kata tersebut pertama kali diperkenalkan dalam film Blok M karya sutradara Edward Pesta Sirait. Dia memasukan beberapa bahasa slang atau bahasa gaul anak muda Jakarta, bahkan sebagian besar di antaranya masih populer sampai sekarang.


4. Langganan syuting video klip musisi

Sepanjang jalan Melawai, Blok M dulunya banyak digunakan sebagai tempat syuting video klip. Sebut saja salah satu musisi populer pada masanya, yakni Denny Malik. Dalam video klip lagunya yang berjudul Jalan Sore, tampak Denny Malik menemani kelompok Jakarta Good Guide melintasi kawasan Melawai, Blok M.

Sejak saat itu, kawasan Blok M jadi ramai diperbincangkan anak muda dan menjadi awal mula populernya istilah JSS alias jalan-jalan sore. Memang jalan Melawai terkenal sebagai tempat berkumpulnya anak gaul Jakarta era 80-90an. Kalau kata Denny Malik Melawai adalah tempat pergencengan.


5. Dipopulerkan dalam lagu para musisi

Sejumlah musisi tempo dulu seperti Denny Malik merilis lagu Jalan-Jalan Sore yang menceritakan tentang suasana sore hari di kawasan Blok M. Lagu ini ditulis oleh Guruh Soekarno Putra yang sangat populer kala itu. Ada juga lagu yang dibawakan oleh Harry Moekti dengan judul Lintas Melawai.

Dua lagu tadi makin mempopulerkan istilah-istilah gaul seperti JJS dan mangkal. Liriknya pun sama-sama menggambarkan suasana Jalan Melawai dan Lintas Melawai yang dulu tak pernah sepi dikunjungi para muda-mudi.


6. Sering jadi lokasi syuting film 

Saking terkenalnya Blok M di kalangan anak muda, seorang produser kemudian mengangkat fenomena ini ke dalam film berjudul Blok M. Film ini disutradarai oleh Helmy Yahya dan dibintangi oleh Dessy Ratnasari dan Paramitha Rusady. Film ini melakukan pengambilan gambar langsung di lokasi Blok M sehingga makin terasa suasananya.

Film ini memperlihatkan betapa ramainya Jalan Melawai yang dipenuhi anak-anak muda yang nongkrong di pinggir jalan raya. Tampak restoran cepat saji Amerika Serikat seperti KFC, Burger King dan A&W yang selalu menjadi spot nongkrong asyik di kawasan tersebut.

Selain itu, film lain yang juga dibuat dengan latar belakang kawasan Melawai, Blok M adalah Catatan si Boy (1987) yang dibintangi oleh Onky Alexander. Salah satu mobil BMW legendaris yang dipakai Onky di film tersebut juga sempat dipamerkan di Pasaraya Blok M untuk mengajak orang-orang bernostalgia.


7. Fenomena Blok M diceritakan dalam novel populer

Tak hanya lagu, video klip, dan film saja, sejumlah novel remaja yang ditulis pada era itu, seperti Lupus dan Olga Sepatu Roda karya Hilman Hariwijaya juga memasukkan Blok M sebagai latar tempat yang dikunjungi para tokohnya.

Baca juga: Festival Lintas Melawai Ingin Kembalikan Blok M Jadi Pusat Tren Anak Muda

Dalam novel juga disebutkan Blok M sebagai tempat gaul untuk nongkrong anak-anak muda generasi 80 dan 90-an. Apalagi kedua novel karya Hilman Hariwijaya tersebut juga diadaptasi menjadi film sehingga membuat kawasan Blok M sebagai tempat nongkrong makin populer.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Jumlah Penerbit Independen Makin Subur, Apa Faktornya?

BERIKUTNYA

Dari Super Hero Marvel hingga Ken Barbie, Intip Kiprah Perjalanan Simu Liu di Layar Sinema

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: