Musik sebagai bagian yang tidak bisa lepas dari manusia (Sumber gambar: Freepik)

Inilah Alasan Mengapa Musik Sped Up Lebih Ramai Digunakan Dibanding Versi Aslinya

20 July 2023   |   18:35 WIB
Image
Eben Ezer Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Lagu-lagu yang dipercepat secara data lebih populer berdasarkan jumlah pemutarannya dibandingkan dengan lagu versi aslinya. Beberapa lagu versi sped-up ini begitu populer di media sosial, terutama dalam versi dipercepat atau sped-up.

Contohnya lagu dari girlband K-Pop, Red Velvet yaitu Day 1. Di akun YouTube resminya viewers lagu ini berjumlah 892.000 tayangan. Namun video versi sped-up atau dipercepat berjumlah 1,3 juta view. Dan di platform Tiktok, versi sped-up lagu ini digunakan oleh 70.000 postingan.

Lalu lagu dari Cafune berjudul Tek It. Di platform Spotify, versi sped-up lagu ini diputar sebanyak 196 juta kali. Sedangkan versi asli lagu ini hanya diputar sebanyak 18 juta kali.

Ada  beberapa alasan mengapa beberapa orang mungkin menyukai musik yang di-'sped up' atau dipercepat, di antaranya:

1. Mengandung energi dan kegembiraan: 
Musik yang di-'sped up' cenderung memiliki tempo yang lebih cepat, yang dapat meningkatkan energi dan membuat pendengar merasa lebih bersemangat atau gembira. Studi dari MindLab International menyebut 9 dari 10 orang bersemangat bila mendengar musik sambil bekerja

Hal ini dapat membuat musik terasa lebih menghidupkan suasana dan merangsang tubuh untuk bergerak atau membangun suasana gembira.
 


2. Dapat digunakan untuk berolahraga: 
Musik yang dipercepat sering digunakan dalam konteks menari atau berolahraga karena tempo yang cepat dapat meningkatkan motivasi dan gerakan tubuh.

3. Durasi yang lebih singkat:
Dengan mempercepat musik, durasi lagu akan berkurang. Ini dapat menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin mendengarkan lebih banyak musik dalam waktu yang lebih singkat atau bagi mereka yang tidak memiliki kesabaran untuk mendengarkan lagu dengan tempo yang lebih lambat.

4. Mengandung perbedaan dan suasana baru
Beberapa pendengar menyukai versi yang di-'sped up' dari lagu karena memberikan nuansa baru atau menghadirkan interpretasi yang berbeda dari lagu tersebut. Ini dapat memberikan pengalaman mendengarkan yang segar dan menarik.
 
Namun, perlu diingat bahwa selera musik sangatlah bervariasi dan tidak semua orang menyukai musik yang di-'sped up'. Beberapa orang mungkin saja lebih menyukai versi asli atau lebih lambat dari lagu tersebut karena mereka menikmati nuansa dan emosi yang lebih dalam atau merasa lebih terhubung dengan aransemen aslinya (preferensi pribadi).

Baca juga: 10 Video Musik yang Paling Banyak Ditonton di YouTube, Despacito Capai 8,2 M

Maka bagi kita penting untuk menghargai preferensi musik tiap individu dan tidak membeda-bedakan setiap pendengar dalam menikmati musik sesuai dengan selera mereka sendiri.

Editor: M R Purboyo

SEBELUMNYA

Gadget Sering Nganggur? Begini Cara Tetap Produktif Pakai Tablet

BERIKUTNYA

Sinopsis Film Kutukan Peti Mati, Kisah Misteri Buku Kuno di Pulau Onrust

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: