Tampilan Threads. (Sumbe gambar : Instagram)

Tertahan Isu Perlindungan Data Pribadi, Meta Blokir Akses Pengguna Threads di Eropa

15 July 2023   |   15:30 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Popularitas Threads sepertinya kian melambung setelah diluncurkan awal pekan lalu. Namun, Meta baru-baru ini disebut memblokir akses ke media tersebut bagi pengguna di Eropa setelah muncul keluhan platform pesaing Twitter itu tidak bisa diakses menggunakan VPN.  

Kendati viral, media sosial yang dikembangkan oleh Instagram itu belum tersedia di Eropa karena isu yang berkaitan dengan perlindungan data pribadi. Perusahaan juga mengatakan bahwa mereka telah menerapkan langkah-langkah lebih lanjut untuk menghentikan pengguna mengakses Threads.

Mereka menyebut saat ini platform tersebut tidak tersedia di sebagian besar negara Eropa dan telah mengambil tindakan pencegahan orang mengaksesnya. Beberapa pengguna sebelumnya juga sempat memposting tangkapan layar di Twitter yang menunjukkan bahwa mereka tidak dapat mengakses aplikasi Threads bahkan setelah menggunakan VPN.

Baca juga: 5 Fakta Threads, Pesaing Baru Twitter Buatan Bos Meta di Instagram
 

Menurut kebijakan privasi Meta, aplikasi Threads bisa mendapatkan akses terhadap sejumlah data sensitif milik penggunanya termasuk data kesehatan, keuangan, lokasi pengguna, riwayat penelusuran, dan kontak. 
Tak ayal, akses terhadap data-data tersebut membuat Uni Eropa menangguhkan izin ketersediaan Threads di Eropa karena dianggap dapat melanggar undang-undang perlindungan data pribadi yang berlaku di sana. 

"Eropa terus menjadi pasar yang sangat penting bagi Meta dan kami berharap Threads dapat tersedia di sini di masa mendatang," kata Meta dikutip dari Techcrunch, Sabtu (14/7/23).

Menurut undang-undang tentang perlindungan data pribadi Uni Eropa, Meta diwajibkan untuk memiliki dasar hukum yang legal. Hal ini digunakan untuk mengakses data-data sensitif dari penggunaannya yang menurut Meta ditujukan demi kebutuhan untuk menampilkan iklan dalam medsos tersebut. 

Selain itu, Undang-Undang Pasar Digital Uni Eropa juga membatasi Meta dalam mengakses data konsumen demi kepentingan iklan. Peraturan-peraturan itulah yang menjadi dasar pertimbangan Meta untuk belum membuka ketersediaan platform Threads bagi penggunanya di Uni Eropa. 

Meskipun tidak diluncurkan secara resmi di sebagian besar Eropa, medsos tandingan Twitter itu telah mampu mampu meraih pencapaian yang baik dengan mengumpulkan 100 juta pengguna hanya dalam waktu lima hari sejak peluncurannya pada Rabu, (5/7/23).

Namun, menurut firma pemantau analitik Sensor Tower, pengguna aktif harian mengalami penurunan sekitar 20 persen pada pekan ini dibandingkan sejak awal peluncurannya. Bahkan,  waktu yang dihabiskan pengguna untuk aplikasi juga turun cukup signifikan.

Threads merupakan tempat dimana pengguna dapat melakukan percakapan publik secara real-time satu sama lain. Aplikasi dari Instagram mirip Twitter ini memungkinkan penggunanya memposting utasan dengan berbagai topik, membalas utasan yang diposting, dan mengikuti profil yang diminati. 

Mengutip Instagram, pengguna Threads juga dapat menambahkan postingan ke ruang diskusi, menyukai, membagikan, mengutip, atau memposting ulang konten yang di post.  Tak hanya itu, pengguna juga bisa menentukan siapa saja yang dapat melihat postingan menggunakan pengaturan privasi profil.

Baca juga: 8 Fitur Penting Media Sosial yang Belum Ada di Threads

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Gita Wirjawan Sebut Olahraga Surfing di Indonesia Masih Underrated, Perlu Lebih Banyak Diekspos

BERIKUTNYA

Mission: Impossible - Dead Reckoning Part One Cetak Rekor Baru Pendapatan Box Office

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: