Generasi milenial memegang peranan penting dalam bonus demografi. (Sumber gambar: Unsplash/Helena Lopes)

Jadi Generasi Andalan, Milenial Masih Hadapi Sejumlah Tantangan

12 July 2023   |   17:00 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Like
Indonesia saat ini memasuki era bonus demografi, dimana penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan dengan usia tidak produktif. Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Indonesia mencapai 275,36 juta jiwa pada Juni 2022.

Dari jumlah tersebut, terdapat 190,83 juta jiwa atau 69,3 persen penduduk Indonesia yang masuk dalam kategori usia produktif (15-64 tahun). Sementara itu, terdapat 84,53 juta jiwa atau 30,7 persen penduduk yang masuk kategori usia tidak produktif.

Milenial menjadi kelompok generasi yang memegang peranan penting dalam kondisi bonus demografi. Pasalnya, menurut hasil Sensus Penduduk 2020 menunjukkan bahwa proporsi kelompok generasi milenial mencapai 69,38 juta jiwa atau 25,87 persen dari jumlah seluruh penduduk Indonesia.

Baca juga: 7 Tips Membangun Bisnis bagi Pemula ala Pengusaha Milenial

Dengan proporsi tersebut, generasi milenial tentunya berperan besar pada era bonus demografi. Generasi ini akan memegang kendali atas roda pembangunan khususnya di bidang perekonomian yang diharapkan akan mampu membawa bangsa Indonesia menuju ke arah pembangunan yang lebih maju dan dinamis. Generasi milenial menjadi modal besar untuk mewujudkan kemandirian bangsa dalam segala aspek.

Menurut Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, kelompok generasi milenial memberikan sumbangsih atau nilai tambah yang cukup besar pada pertumbuhan perekonomian Indonesia dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Hal ini dikarenakan semakin masifnya perkembangan teknologi dan internet yang turut meningkatkan efisiensi dan produktivitas bekerja.

Milenial juga dinilai sebagai kelompok generasi yang kreatif dan multitalenta karena cenderung gencar untuk mencari pendapatan di luar penghasilan utamanya. Tak heran, jika salah satu indikator yang terlihat dari fenomena tersebut adalah semakin besarnya proporsi pendapatan ekonomi kreatif yang didominasi oleh generasi milenial.

"Banyaknya lapangan kerja baru itu terbuka justru di era generasi milenial masuk usia produktif. Itu salah satu kekuatan yang paling besar dari generasi milenial," katanya saat dihubungi Hypeabis.id.
 

Tantangan Generasi Milenial

Meski demikian, tak seluruh generasi milenial di Indonesia mampu dengan tanggap menghadapi sekaligus mengadaptasi perkembangan teknologi yang dapat menjadi modal mereka untuk meningkatkan produktivitas. Pasalnya, data dari Badan Pusat Statistik pada Agustus 2022 menyebutkan bahwa jumlah generasi milenial yang menganggur mencapai sekitar 1,8 juta jiwa.

Bhima berpendapat hal itu terjadi karena masih banyaknya generasi milenial yang mengalami kesenjangan digital (digital divide). Walhasil, mereka terpaksa bekerja di sektor-sektor industri manufaktur yang sebenarnya kini mengalami penurunan porsi bahkan pengurangan karyawan seperti pertanian dan pengolahan.

"Milenial-milenial yang kurang beruntung di saat industri dan pertanian mengalami pelemahan, itulah yang membuat akhirnya angka penganggurannya lumayan tinggi di usia produktif," jelasnya.
 

Generasi milenial masih menghadapi sejumlah tantangan dalam menghadapi bonus demografi (Sumber gambar: Mart Production/Pexels)

Generasi milenial masih menghadapi sejumlah tantangan dalam menghadapi bonus demografi (Sumber gambar: Mart Production/Pexels)

Tantangan lain yang juga dihadapi adalah tidak adanya miss match antara sistem pendidikan dan permintaan tenaga kerja saat ini. Bhima mengatakan ketika generasi milenial bersekolah, kurikulum dan keterampilan yang diajarkan cenderung berbeda jauh dengan kebutuhan dunia kerja yang berubah cepat.

Di sisi lain, semakin masifnya perkembangan media sosial juga acapkali menciptakan kecenderungan generasi milenial yang ingin sukses secara instan dengan melihat keberhasilan orang lain. Hal ini bukan tidak mungkin akan menimbulkan sejumlah persoalan baru seperti terjebak penipuan, pinjaman online, dan investasi bodong.

Oleh sebab itu, untuk dapat memetik keuntungan bonus demografi, Bhima menuturkan generasi milenial harus gencar untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Sebab, paparnya, rasio kewirausahaan di Indonesia baru mencapai 3 persen. Sedangkan negara-negara yang berhasil memetik keuntungan bonus demografi, rasio kewirausahaannya berada di atas 5 persen dari total penduduk.

Selain itu, dia juga menilai bagi milenial yang berkesempatan mengenyam pendidikan di luar negeri ada baiknya kembali ke Indonesia, alih-alih memutuskan untuk menjadi diaspora di negara lain. Hal yang tak kalah penting adalahnya perlu adanya pembenahan dari sisi bekal pendidikan milenial itu sendiri baik dari sistem pendidikan maupun kemauan untuk terus mengasah kemampuan diri.

Menurut Bhima, Indonesia seharusnya bisa berkaca dengan Korea Selatan yang dinilai menjadi salah satu negara dengan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang cukup berhasil. Fondasi struktur bisnis dan pembangunan desa yang kuat di Negeri Ginseng itu, membuat peralihan banyaknya tenaga kerja yang berkutat pada sektor teknologi dan ekonomi digital kreatif tidak lantas mematikan industri manufaktur.

Misalnya dengan memperkuat sektor industri manufaktur yang dikaitkan dengan sektor jasa. Seperti Korea Selatan yang gencar melakukan promosi produk-produk lokalnya seperti makanan atau elektronik melalui konten-konten K-drama. "Pemerintah juga harus totalitas dalam membuat kebijakan stimulus kepada sektor [manufaktur] produktif dari berbagai skala," katanya.

Baca juga: Skema KPR Masih Jadi Andalan Konsumen untuk Memiliki Hunian
 
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
 
Editor: Gita Carla

SEBELUMNYA

Cara Nonton Live Streaming Tim Voli Indonesia vs Kazakhstan di AVC Challenge Cup 2023

BERIKUTNYA

Siap Tayang Lusa, Cek 5 Fakta Unik Serial Cinta Dua Masa Besutan Umay Shahab

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: