Sampul novel Laut Bercerita. (Sumber: Gramedia)

5 Rekomendasi Novel Fiksi Sejarah Karya Sastrawan Populer Indonesia

27 June 2023   |   22:22 WIB

Jika kamu penggemar cerita seperti Pachinko atau serial The Bridgertons, mungkin akan tertarik pada kisah-kisah yang berlatar sejarah. Kedua cerita tersebut bermula dari novel, sebelum diadaptasikan menjadi film. Ya, novel fiksi sejarah memang memberikan sensasi pengalaman membaca sambil mengenal latar sejarah.

Selain dua karya internasional tersebut, di Indonesia juga terdapat novel-novel fiksi sejarah yang tak kalah seru. Bahkan mampu mengemas informasi sejarah ke dalam media novel populer pada masanya.

Baca juga: Ulasan Novel The Black Cat & Other Stories, Kisah Kucing Hitam Misterius Penuh Teka-teki

Berikut beberapa novel sejarah karya aastrawan Indonesia populer yang menarik untuk dibaca.


1. Laut Bercerita karya Leila S. Chudori

Buku ini terbit tahun 2017 dan sudah difilmkan pada 2018. Namun, popularitasnya masih tinggi sampai sekarang. Kisahnya tentang seorang aktivis mahasiswa bernama Biru Laut yang diculik dan disiksa. 

Latar waktu novel ini adalah pada era reformasi tahun 1998 dan beberapa tahun setelahnya. Kisah kegiatan aktivis dan penculikan ini kental dengan sejarah Indonesia pada masa tersebut. Untuk memberikan kesan keakuratan latar yang kental, Leila melakukan riset dan wawancara dengan aktivis 1998.


2. Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer

Roman sejarah karya sastrawan kenamaan Pramoedya Ananta Toer ini terdiri dari empat buku, yakni Bumi Manusia (1980), Anak Semua Bangsa (1980), Jejak Langkah (1985), dan Rumah Kaca (1988). Keempat bukunya ditulis saat Pram, sapaan sang penulis, menjadi tahanan politik di Pulau Buru. 

Latar kisahnya adalah awal kemerdekaan Indonesia. Dalam buku pertama, adalah pemuda Jawa yang dipanggil Minke yang berkarakter pemberontak. Dia jatuh cinta pada seorang keturunan Belanda, Annelies. 

Selain kisah cinta para tokohnya, novel ini menunjukkan situasi sosial masyarakat pada saat adanya sistem kelas Belanda, Tionghoa, dan pribumi. Kisah Minke dan nasionalismenya melawan kolonialisme berlanjut sampai dengan buku seri keempat.

Novel-novel ini pernah dilarang beredar karena dianggap mengandung ideologi perlawanan. Namun, saat ini, Pram menjadi salah satu sastrawan terbaik Indonesia, dengan karya-karyanya yang sudah difilmkan dan diterjemahkan di banyak negara bahkan dia pernah mendapat nominasi Nobel Kesusastraan. 


3. Amba karya Laksmi Pamuntjak

Novel ini terbit tahun 2012. Kisahnya tentang Amba, seorang perempuan yang kehilangan kekasihnya saat Peristiwa G30S terjadi di Yogyakarta pada 1965. Kekasih Amba, Bisma, adalah seorang dokter yang dianggap terlibat komunisme dan diasingkan ke Pulau Buru. Kemudian pada tahun 2006, Amba pergi ke Pulau Buru untuk mencari tahu alasan kematian Bisma.

Novel Laksmi Pamuntjak ini telah mendapat penghargaan sastra internasional, salah satunya adalah LiBeraturpreis di Jerman pada 2016.


4. Gadis Kretek karya Ratih Kumala

Kisah dalam novel satu ini banyak diwarnai sejarah perkembangan rokok, terutama di Jawa. Latarnya adalah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tokoh perempuan Roemaisa dan Dasiyah dalam novel ini digambarkan sebagai perempuan pemberani dan andal berbisnis.

Latar sosial yang muncul dalam novel adalah Peristiwa G30S pada 1965. Kisah tentang rokok dalam novel ini ditulis dengan sangat mendetail berbekal riset selama empat tahun yang dilakukan Ratih Kumala.

Novel ini menerima penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa dan telah diumumkan akan dijadikan serial web oleh Netflix Indonesia dan tayang pada 2023.


5. Entrok karya Okky Madasari

Novel ini ditulis dengan latar belakang Orde Baru. Kisahnya tentang ketidakadilan yang dialami oleh perempuan. Kata “entrok” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti bra, yang dalam cerita menjadi benda yang berharga mahal. 

Tokoh utamanya bernama Marni yang memiliki anak perempuan, Rahayu. Dengan kondisi masyarakat yang tidak memihak pada perempuan, Marni harus bekerja keras untuk bisa bertahan hidup dan menghidupi anaknya.

Interaksi ibu-anak dalam novel ini juga menjadi menjadi unsur menarik karena karakter keduanya yang saling bertolak belakang.

Itulah rekomendasi novel fiksi sejarah Indonesia yang layak untuk dibaca. Selain kisahnya yang menarik, konteks sejarah Indonesia yang ada di dalamnya sangat bagus untuk dipahami.

Editor: Fajar Sidik 

SEBELUMNYA

Ngewar Tiket Konser Taylor Swift di Singapura Harus Registrasi Dulu Sebelum Beli

BERIKUTNYA

Penyebab Kasus Rabies Meningkat dan Cara Mencegah Infeksinya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: