Selain biaya, ketepatan waktu juga menjadi faktor pelancong mengubah pilihannya saat terbang (Sumber gambar ilustrasi: pexels/ pixabay)

Cek Survei Terbaru tentang Kecenderungan Pengguna Maskapai Penerbangan

05 June 2023   |   19:08 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Setiap orang pasti memiliki preferensi tertentu dalam memilih maskapai penerbangan pada saat melakukan perjalanan jauh. Pertimbangan soal biaya, ketepatan waktu, hingga fasilitas dan kenyamanan menjadi faktor utama dalam menentukan pilihan penerbangan, baik untuk keperluan pelesiran maupun perjalanan dinas.

Laporan Official Airline Guide (OAG) berjudul Loyalty and Disruption: The New Age of Travel mencatat generasi milenial bersedia mengubah loyalitas yang dimiliki dalam menggunakan maskapai penerbangan dibandingkan generasi lainnya ketika melakukan perjalanan ke suatu destinasi.

Baca juga: 5 Maskapai LCC Terbaik Dunia, AirAsia Unggul

Dalam laporan yang memilliki responden sebanyak 1.718 wisatawan Amerikan Utara itu, sebanyak 47 persen milenial memilih mengubah loyalitasnya terhadap suatu maskapai penerbangan dalam satu tahun terakhir.

Jumlah itu tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan generasi Z yang hanya sebesar 37 persen dan generasi X sebesar 23 persen. “Yang mungkin disebabkan oleh peningkatan maskapai berbiaya rendah (LCC) yang memasuki pasar,” tulis OAG.

Survei yang dilakukan pada April 2023 itu menemukan bahwa biaya adalah pendorong utama preferensi maskapai dan perubahan loyalitas di antara semua pelancong, yakni mencapai 60 persen. Gen Z adalah yang paling mungkin mengubah preferensinya guna memperoleh penerbangan yang sesuai dengan anggaran, yakni 77 persen.

Setelah itu, terdapat generasi X yang mencapai sebesar 69 persen dan milenial 59 persen. Generasi baby boomers menjadi pihak yang paling kecil kemungkinannya untuk berganti maskapai karena biaya ketika melakukan perjalanan.

Selain biaya, loyalitas terhadap suatu maskapai penerbangan juga terpengaruh akibat penundaan dan pembatalan penerbangan. Dalam satu tahun terakhir, tercatat sebanyak 37 persen dari semua pelancong mengubah loyalitas maskapai karena kondisi tersebut.

Milenial adalah generasi yang paling terpengaruh oleh gangguan tersebut. Sebanyak 42 persen berganti maskapai akibat perusahaan pesawat yang digunakannya mengalami penundaan atau pembatalan yang signifikan. Setelah itu, generasi Z sebanyak 38 persen, baby boomers 32 persen, dan generasi X 31 persen.

Dengan begitu, maka kinerja tepat waktu atau on time performance (OTP) yang dimiliki oleh maskapai memiliki peran penting dalam menjaga loyalitas konsumen. Survei itu menunjukkan bahwa 36 persen dari semua pelancong mengatakan alasan utama setia terhadap suatu maskapai adalah ketepatan waktu.

Generasi Z menjadi yang paling banyak memilih untuk setia terhadap maskapai yang memiliki rekam jejak tepat waktu, yaki 63 persen. Di posisi kedua ada milenial dengan 52 persen, generasi X 35 persen, dan baby boomers mencapai 25 persen.

“82 persen dari semua pelancong mengatakan kinerja tepat waktu memengaruhi penerbangan dan/atau maskapai yang mereka pesan, dengan asumsi opsi harga dan jadwal relatif sama,” tulis OAG.

Tidak hanya itu, pelancong juga mengharapkan maskapai penerbangan proaktif mengomunikasikan perubahan jadwal secara real time. Sebanyak 43 persen respondens wisatawan tercatat memeriksa ketepatan waktu penerbangan setidaknya sekali atau dua kali antara waktu pemesanan dan hari perjalanan.

Generasi X tercatat memantau OTP paling banyak, yakni 34 persen lantaran selalu memeriksa kinerja tepat waktu penerbangan. Kemudian, baby boomers 30 persen, milenial 28 persen, dan generasi Z 25 persen.

Kemudian, laporan itu juga mencatat bahwa 36 persen dari semua wisatawan dalam survei telah menggunakan aplikasi atau penyedia pihak ketiga yang mengotomatiskan pemesanan ulang penerbangan ketika penerbangan dibatalkan.

Milenial dan generasi Z tercatat menjadi yang paling teratas dengan masing-masing 59 persen dan 54 persen. Sementara generasi X mencapai 26 persen dan baby boomers hanya 25 persen. Baby boomers lebih suka menelepon maskapai penerbangan untuk memesan ulang saat penerbangan dibatalkan.

Baca juga: 10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu

Survei itu juga menemukan bahwa generasi baby boomers mengutamakan waktu luang, sedangkan Milenial keberlanjutan. Laporan itu menunjukkan bahwa hanya 1 persen responden yang mempertimbangkan keberlanjutan saat memiliki maskapai. Sementara itu, generasi milenial yang memilih penerbangan ramah lingkungan ketika akan terbang mencapai 20 persen.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Dapat Rating Tinggi, Simak Sinopsis Episode Terakhir Doctor Cha

BERIKUTNYA

Cek Jadwal Singapore Open 2023, Daftar Pemain Indonesia & Unggulan yang Ikut Bertanding

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: