Katarak adalah salah satu penyakit mata (Sumber gambar ilustrasi: pexels/ Engin Akyurt)

Kenali Faktor Risiko Penyebab Katarak

25 May 2023   |   14:00 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Penyakit mata berupa katarak kerap identik sebagai penyakit orang yang telah berusia di atas 50 tahun. Namun, katarak sebenarnya bisa dialami oleh banyak orang dengan berbagai usia, sehingga perlu menjadi perhatian bagi semua pihak dan mengenali berbagai faktor risikonya. 

Dalam rilis yang diterima Hypeabis.id dari KMN EyeCare, katarak adalah kondisi kekeruhan dalam lensa mata yang menyebabkan penurunan tajam penglihatan. Penglihatan seseorang dengan katarak ibarat melihat pemandangan melalui jendela yang buram dan berkabut.

“Selama ini katarak selalu diidentikkan dengan penyakit orang lanjut usia di atas 50 tahun. Faktanya bahwa katarak tidak hanya dialami oleh orang tua saja melainkan ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami katarak,” demikian tulis KMN EyeCare.

Baca juga: Selain Menerapkan Gaya Hidup Sehat, Begini Cara Tepat Mencegah Sakit

Perusahaan menjelaskan bahwa pada umumnya katarak dialami oleh orang lanjut usia lantaran seiring bertambah umur atau proses degenerasi. Individu dengan usia tua mengalami denaturasi protein di lensa mata, sehingga menjadi keruh dan mengeras.

Kekeruhan yang terjadi di lensa itu akan menghalangi cahaya yang masuk. Dengan begitu, maka penglihatan menjadi buram. Kondisi ini dapat menjadi kebutaan dalam proses yang lama.

Data statistik menunjukkan, gejala katarak ringan biasanya timbul antara usia 40 – 50 tahun dan terus mengalami peningkatan keadaan seiring bertambah usia. Namun, katarak sangat mungkin terjadi kepada individu dengan usia dewasa dan bayi.

Ada beberapa  jenis katarak berdasarkan usia. Pertama adalah katarak senilis yang biasanya terjadi karena proses penuaan. Kedua, katarak juvenil yang dialami oleh individu dengan usia di atas 1 tahun sampai 23 tahun.

Katarak yang menimpa orang dengan usia muda biasanya terjadi akibat gangguan perkembangan normal lensa mata. Selanjutnya adalah katarak kongenital, yakni berupa kondisi terjadi kekeruhan terhadap lensa mata seseorang sejak lahir.

Penyebab lensa keruh sejak lahir biasanya adalah infeksi yang dialami oleh ibu pada masa kehamilan, seperti toksoplasma, rubella, dan sebagainya. Terkait faktor risiko, pada saat ini terdapat beberapa kondisi yang membuat seseorang berisiko tinggi terkena katarak selain penuaan.


Penuaan & Keturunan

Usia menjadi faktor risiko yang paling utama lantaran katarak merupakan penyakit degeneratif. Seseorang kian memiliki risiko tinggi terkena katarak ketika makin tua. Penyakit ini biasanya menyerang individu dengan usia di atas 50 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan individu dengan usia yang lebih muda dapat mengalaminya.

Riwayat keluarga juga merupakan faktor risiko bagi seseorang mengalami katarak. Individu memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami katarak jika memiliki riwayat keluarga yang mengalami penyakit mata tersebut.


Darah Tinggi & Diabetes

Laporan beberapa penelitian menunjukkan, tekanan darah tinggi atau hipertensi juga berkaitan dengan peningkatan kejadian katarak. Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah di dalam mata dan stres oksidasi terhadap lensa mata, sehingga dapat menyebabkan katarak.

Selain itu, penderita penyakit gula darah atau diabetes mellitus juga memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami katarak dibandingkan dengan orang yang tidak memilikinya. Kondisi ini dapat terjadi lantaran seseorang yang menderita diabetes mengalami penumpukan sorbitol, sehingga menimbulkan kerusakan pembuluh darah di dalam mata yang berujung pada katarak.
 
1
2


SEBELUMNYA

Drakor Thriller Lies Hidden in My Garden & Battle for Happiness Siap Tayang di Prime Video

BERIKUTNYA

Mengenang Kiprah Tina Turner, Ratu Rock n Roll Dunia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: