The Legends 8: Symphonic Tales from Ghibli&DreamWorks (Sumber gambar: Indah Permata Hati/Hypeabis.id)

Decak Kagum dalam Simfoni di The Legends 8: Symphonic Tales from Ghibli & DreamWorks

13 May 2023   |   22:14 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Like
Kesan berat, kaku, atau kuno mungkin terbesit di pikiran sebagian orang saat mendengar kata orkestra. Sebuah pertunjukan musik klasik yang kelihatan  tak menarik bagi generasi-generasi terkini. Mari patahkan semua pemikiran itu lewat pertunjukkan yang disajikan Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST).

Jangan salah pandang soal musik orkestra hanya dinimati oleh orang-orang tersegmentasi dari kalangan usia atas. Setidaknya, lihatlah dulu bagaimana para pemuda-pemuda ini begitu asyik dan kekinian membawa orkestra ini ke atas penta.

Penontonnya bukan cuma hitungan jari. Buktinya, bangku-bangku merah teater terisi penuh oleh deretan generasi usia milenial dan Gen Z. Apalagi, tema yang dibawakan TRUST Orchestra kali ini berkenaan dengan salah satu film animasi favorit Gen Z yakni Ghibli & DreamWorks. Lebih dari 3000 orang memadati Teater Ciputra Artpreneur, Jakarta dalam pertunjukan yang berlangsung 13-14 Mei 2023.

Baca juga: Peminat Orkestra Serbu Habis Tiket The Legends 8: Symphonic Tales from Ghibli & DreamWorks

Terang saja, pita-pita merah besar ala karakter tenar studio Ghibli, Kiki, tersemat di rambut banyak pengunjung wanita. Beberapa di antaranya menggunakan kostum khas karakter Ghibli lainnya, seperti No Face dari Spirited Away, Toothless, Kiki, dan lainnya.

Mereka tampak antusias menyambut gubahan musik-musik Ghibli & DreamWorks yang diramu sang konduktor, Nathania Karina. Selama kurang lebih empat bulan, sekitar 95 musisi terbaik menggelar latihan keras sebelum tampil di atas pentas. Pertunjukan dimulai dengan penampilan TRUST Junior, orkestra anak lewat dua buah lagu dari film DreamWorks yakni Shrek. Itu menjadi pembuka yang manis hingga membuat penonton tersenyum.

Senyum mendadak berubah menjadi decak kagum saat para musisi senior memasuki panggung. Ada alasan kenapa penonton terperangah. Lebih dari puluhan orang itu menggunakan busana khusus bertema Ghibli dengan berbagai karakter. Sontak penonton bertepuk tangan seraya dengan senandung harmoni dari masing-masing alat musik menyatu dan menyita perhatian.

Pemenang medali emas di ajang The World Orchestra Festival 2019 ini memulai penampilannya dengan hits studio Ghibli yakni A Town With An Ocean View. Nathania memang piawai meracik paduan musik itu menjadi satu simfoni yang indah. Lantunan nada itu mengetuk telinga dan jiwa, menenangkan dan menyejukkan.

Penampilan berlanjut melalui lagu Path of The Wind beriringan dengan busana-busana ungu yang memutar dikenakan oleh penari balet. Lagi-lagi lagu itu terdengar apik. Meski Nathalia mengatakan jika membawakan musik Ghibli terbilang tricky, tetapi kepiawaian sebagai konduktor cukup membuktikan jika gubahan musiknya terbilang renyah di telinga.

Memasuki lagu keempat, One Summer Day, lagu yang sisi kanan dan kiri panggung bergumam kagum. Promise of The World yang menyentuh juga menyatu dengan penonton. Belasan orang terlihat menghidupkan flash di smartphone, mengayunkan ponselnya ke arah kanan dan kiri seraya dengan irama lagu.

Seraya terhanyut, konser itu pada akhirnya mencapai ujung. Tonari no Totoro merupakan lagu penutup yang dibawakan TRUST Orchestra untuk mengikat semua penampilan mereka di sore hari itu. Satu per satu penonton bangkit dari kursi untuk memberikan standing applause sebagai penghargaan.

Terbayar, begitu kata Ayu, salah satu penonton The Legends 8: Symphonic Tales from Ghibli & DreamWorks. Wanita berusia 23 tahun itu mengaku baru pertama kali menyaksikan pertunjukkan orkestra. Mulanya, dia hanya penasaran bagaimana musik-musik Ghibli, salah satu animasi favoritnya digubah dalam orkestra.

“Berkesan sekali sebagai show orkestra pertama yang aku tonton. Jadi tertarik untuk nonton show orkestra lagi terutama kayak yang dibawakan TRUST kan musik-musik film, jadi bisa related ke aku yang sebetulnya enggak terlalu paham tentang orkestra,” terang Ayu.

Memang benar, TRUST Orchestra sengaja menjaring masyarakat yang familiar dengan lagu-lagu film kekinian untuk digubah menjadi orkestra. Itu salah satu strategi untuk memperkenalkan orkestra yang luwes dan kekinian dengan tujuan menarik anak muda untuk menikmti jenis musik ini.

Baca juga: Grup Orkestra TRUST Patahkan Stigma Musik Orkestra Berkesan Kuno dan Kolosal

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Gita Carla

SEBELUMNYA

Hypereport: Kontribusi Komikus Lokal dalam Pengembangan Industri Komik di Indonesia

BERIKUTNYA

Grup Orkestra TRUST Patahkan Stigma Musik Orkestra Berkesan Kuno dan Kolosal

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: