Grup K-Pop, Aespa, sebagai brand ambassador Givenchy. (Sumber foto: Aespa Official Instagram)

7 Hierarki Brand Mewah, dari Everyday Luxury hingga Bespoke

17 March 2023   |   21:30 WIB

Berabad-abad yang lalu, barang mewah hadir dalam berbagai bentuk dari yang kita kenal sekarang. Di China kuno, sutra dianggap mewah dan digunakan untuk menenun pakaian upacara dan hadiah untuk pejabat asing. Sutra sangat berharga di China, dan siapa pun yang menyelundupkannya akan dikenakan hukuman mati.

Sementara itu, orang Mesir kuno mengadakan kegiatan berburu burung raksasa sebagai olahraga kerajaan sejak masa pra-dinasti untuk menunjukkan kendali raja atas alam. Bagian dari mangsa yang mereka tangkap, seperti telur dan bulu burung unta, dianggap mewah dan digunakan untuk dekorasi hingga makanan lezat. 

Berbicara tentang kelezatan, orang Yunani kuno memiliki sesuatu yang serupa. Ikan dan daging langka sehingga dianggap mewah karena hanya orang kaya yang bisa menikmatinya.

Pada masa modern saat ini, barang mewah dikategorikan berdasarkan harga dan label yang menyertainya. Ada beberapa tingkatan berbeda untuk barang mewah, sebuah hierarki yang memetakan posisinya di kalangan masyarakat.

Baca juga: Mengenal 5 Kasta Brand Mewah Dunia

Misalnya, ada lima tingkatan dalam piramida mode. Haute couture menempati urutan pertama dengan karya yang dibuat oleh perancang busana terkemuka dunia. Desain yang diimplementasikan, biasanya buatan tangan dengan keahlian dan kualitas tinggi. Hermès dan Chanel termasuk dalam segmen ini.

Di urutan kedua adalah ready-to-wear. Biasanya terlihat di runway sebagai bentuk ekspresi desainer dalam berbagai siluet yang cocok digunakan dalam kesempatan berbeda. Beberapa merek terkemuka dalam kategori ini adalah Louis Vuitton dan Fendi.

Difussion berada di posisi ketiga. Kebanyakan brand di segmen ini terinspirasi oleh pakaian ready-to-wear, tetapi memiliki volume produksi yang lebih tinggi dan konsumen yang lebih muda. Kalian dapat menemukan merek-merek seperti Ralph Lauren dan Stella McCartney di segmen ini.

Sementara itu, segmen Bridge ada di posisi keempat. Produk dalam segmen ini dibuat untuk menjembatani kesenjangan antara kemewahan dan street fashion. Terakhir adalah brand mass market, gabungan high street dan fast fashion ini memungkinkan orang untuk mengikuti tren tanpa menghabiskan banyak uang. Brand di segmen ini meliputi H&M dan Zara. 
 

Piramida barang mewah berdasarkan aksesibilitas. (Sumber gambar: The Bling Dynasty: Why the Reign of Chinese Luxury Shoppers Has Only Just Begun.)

Piramida barang mewah berdasarkan aksesibilitas. (Sumber gambar: Buku karangan Erwan Rambourg; The Bling Dynasty: Why the Reign of Chinese Luxury Shoppers Has Only Just Begun.)

Di sisi lain, segmentasi barang mewah juga dibedakan berdasarkan aksebilitasnya. Erwan Rambourg, seorang penulis buku dan mantan analis di LVMH, memaparkan tujuh hierarki barang mewah dalam bukunya yang berjudul The Bling Dynasty: Why the Reign of Chinese Luxury Shoppers Has Only Just Begun, dari everyday luxury (kemewahan sehari-hari) hingga bespoke brand (barang yang dibuat khusus).

Berdasarkan harganya, berikut tujuh hierarki produk mewah dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi:


1. Everyday luxury

Everyday luxury merupakan kategori barang-barang yang tergolong mewah namun tetap dapat digunakan sehari-hari. Contohnya adalah tas-tas mewah yang dapat digunakan sebagai tas kerja, jam tangan dengan desain elegan, atau pakaian-pakaian berbahan premium yang dapat dikenakan sehari-hari.


2. Affordable luxury

Affordable luxury sesuai namanya merupakan kategori barang-barang mewah yang relatif lebih terjangkau daripada luxury brand pada umumnya. Contohnya adalah tas-tas dari brand terkenal seperti Coach atau Marc Jacobs, atau pakaian dari brand seperti Hugo Boss atau Armani Exchange.


3. Accessible core

Accessible core merupakan kategori barang-barang dari brand terkenal yang memiliki harga lebih terjangkau daripada koleksi-koleksi khusus mereka. Contohnya adalah koleksi mainline dari merek seperti Prada, Gucci, atau Louis Vuitton.


4. Premium core

Premium core merupakan kategori barang-barang dari brand yang memiliki harga yang lebih tinggi dari accessible core, tapi tidak semahal koleksi khusus mereka. Contohnya adalah koleksi mainline dari brand-brand fashion high-end seperti Saint Laurent atau Balenciaga.


5. Superpremium

Superpremium merupakan kategori barang-barang mewah dengan harga yang sangat tinggi, tapi masih terjangkau untuk sebagian orang yang sangat memprioritaskan kualitas dan eksklusivitas. Contohnya adalah koleksi-koleksi khusus dari jenama high-end seperti Hermès, Chanel, atau Rolex.


6. Ultra high-end

Ultra high-end merupakan kategori barang-barang mewah dengan harga yang sangat tinggi dan terbatas hanya untuk kalangan tertentu yang sangat kaya dan berstatus sosial tinggi. Contohnya adalah mobil-mobil mewah seperti Rolls-Royce, Ferrari, atau Bentley.
 

7. Bespoke

Bespoke merupakan kategori barang-barang mewah yang dibuat khusus sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan. Contohnya adalah pakaian kustom atau perhiasan khusus yang dibuat oleh brand terkenal seperti Graff atau Harry Winston. Barang-barang di kategori ini biasanya memiliki harga yang sangat mahal dan hanya terjangkau oleh segelintir orang.

Baca juga: Kisah Sukses Gucci Jadi Brand Mewah yang Tetap Relevan

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 
SEBELUMNYA

Simak Rekomendasi Baju & Hijab untuk Ramadan 2023

BERIKUTNYA

Sampai Pakai Gigi Palsu, Begini Cara Clay Gribble Dalami Karakter di Film Jin & Jun

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: