Dokumentasi konser The Strokes (Sumber gambar: Instagram.com/thestrokes)

Rekomendasi Lagu The Strokes, Band yang jadi Lineup We The Fest 2023

10 March 2023   |   19:55 WIB

Like
The Strokes akhirnya akan mengunjungi Indonesia setelah 25 tahun berkarya. Tepatnya, The Strokes akan menjadi salah satu pengisi line up internasional utama We The Fest yang digelar oleh Ismaya Live selaku promotor di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Kehadiran band asal New York ini bersamaan dengan The 1975 pada 21-23 Juli ini.

Selain di Indonesia, The Strokes juga akan mengunjungi Malaysia dan Jepang dalam rangka tur Asianya. Sebelumnya salah satu personil yakni Albert Hammond Jr sudah pernah datang ke Jakarta sebagai soloist di event yang sama 5 tahun yang lalu.
 

Albert mengisi We The Fest 2018. (Sumber gambar: Instagram.com/alberthammondjr)

Albert mengisi We The Fest 2018 (Instagram.com/alberthammondjr)

Band The Strokes ini terbentuk pada tahun 1998 di New York, Amerika Serikat. Beranggotakan dari Julian Casablancas (Vokalis), Albert Hammond Jr (Gitaris), Nick Valensi (Gitaris), Nikolai Fraiture (Bassist), dan Fabrizio Moretti (Drummer). Selama 25 tahun berkecimpung di dunia musik, The Strokes belum pernah mengalami perubahan formasi hingga saat ini. Mereka telah mengeluarkan 69 single dari enam album.

Baca juga: We The Fest 2023 Umumkan Line Up Perdana, The 1975 Siap Guncang Jakarta!

Band yang berhaluan di genre rock ini menjadi salah satu band yang memiliki pengaruh besar di dunia musik era 2000an, termasuk memberi pengaruh untuk Arctic Monkeys yang akan menggelar debut konsernya di Indonesia juga pada 18 Maret nanti. Hal ini dapat dilihat dari penulisan lirik oleh Alex Turner selaku frontman dari Arctic Monkeys di single “Star Treatment” yang memiliki penggalan lirik “I just wanted to be one of The Strokes”. 

Ia mengatakan: “Kemunculan The Strokes itu mengubah musik apa yang gue dengar, jenis sepatu apa yang gue kenakan, dan membuat gue mulai menumbuhkan rambut serta meminjam blazer ibu gue. Gue merupakan penggemar berat mereka.” Dikutip dari wawancara Alex di Radio X’s John Kennedy (25/7/2018)

The Strokes dan Arctic Monkeys memiliki kesamaan unik, yakni album debut mereka sama-sama meraih penghargaan “Best Album” dari salah satu majalah musik ternama NME Magazine. Album Is This It (2001) dan Whatever People Say I Am That’s What I'm Not (2006) menjadi bukti kesuksesan debut mereka dalam bermusik.

Namun perbedaannya adalah The Strokes sudah meraih penghargaan tertinggi di kancah penghargaan musik dengan memenangkan Grammy Awards kategori Best Rock Album pada tahun 2021 silam melalui album The New Abnormal. Total penghargaan yang sudah mereka dapatkan di berbagai macam penghargaan berjumlah 8 dari 22 nominasi.

Berikut ini rekomendasi lagu-lagu dari setlist terbaru konser The Strokes.
 

1. Last Nite (2001)

Single ini dapat dibilang merupakan karya pamungkas mereka yang sudah didengarkan 481 Juta kali melalui platform Spotify dan 113 Juta kali di platform YouTube, Jumlah tersebut merupakan jumlah terbanyak.
 

2. Bad Decisions (2020)

Setelah 7 tahun tidak mengeluarkan album dari tahun 2013, The Strokes mengeluarkan Bad Decisions pada 18 Februari 2020 lalu sebagai single perdana bagi album The New Abnormal (2020). Meskipun jumlah pendengar lagu ini tidak sebanyak The Adults Are Talking, Tetapi lagu ini cukup baik diterima sebagai obat perindu bagi penggemar. Didengarkan sebanyak 69 juta kali di Spotify dan 14 juta kali di YouTube.


3. Juicebox (2006)

Juicebox sedikit berbeda dari single-single yang pernah mereka ciptakan sebelumnya. Riff yang disajikan memiliki ritme yang cukup lebih cepat dan sifat lagu yang agak sulit untuk dicover tetapi lagu ini merupakan salah satu lagu terbaik mereka dengan hadir di nominasi NME, single  ini juga dikaitkan sebagai referensi band lokal The Changcuters melalui judul Main Serong karena banyak yang beranggapan keduanya memiliki kemiripan yang kuat. Single ini sudah didengarkan sebanyak 53 juta kali di Spotify dan 24 juta kali di Youtube.


4. Reptilia (2003)

Single ini merupakan yang tersukses dari album kedua mereka Room on Fire yang sudah didengarkan hampir 400 juta kali di Spotify dan 200 juta kali di Youtube. Dengan penggalan lirik yang berbunyi “I said Please don’t slow me down if i’m going too fast” dan nuansa lagu yang menggairahkan semangat. Cocok untuk kalian dengarkan ketika sedang berolahraga.


5. Someday (2002)

Single ini ibarat seperti lagu Sebuah Kisah Klasik dari Sheila On 7, terkadang digunakan saat momen perpisahan kelulusan oleh anak- anak sekolah. Lirik yang ditulis juga cukup memiliki korelasi dan makna yang kuat bagi mereka yang mendengarkan pada saat momen tersebut. Dan termasuk lagu yang cukup mudah didengarkan yang dapat dilihat dari jumlah pendengar sebanyak 301 juta kali di Spotify dan 78 juta kali di YouTube.
 

Baca juga: Cek Jadwal & Tata Cara Penukaran Tiket Konser Arctic Monkeys

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Gita Carla

SEBELUMNYA

Mau Nonton Konser BLACKPINK di GBK? Berikut Transportasi Publik yang Bisa Digunakan

BERIKUTNYA

Karya Seniman Abenk Alter Meramaikan Gaikindo Jakarta Auto Week 2023

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: