Ilustrasi jamur Cordyceps (sumber gambar Flickr/ istock photo)

Mengenal Jamur Cordyceps The Last Of Us, Fakta Unik & Manfaatnya untuk Kesehatan

26 January 2023   |   15:37 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

4. Berhasil Dibudidayakan di Laboratorium

Pada awalnya, jamur Cordyceps hanya tumbuh liar di dataran tinggi atau pegunungan dunia dan dicari oleh pemburu jamur untuk dijual dalam bentuk kering. Barulah pada 1980-an akhirnya jamur Cordyceps berhasil dibudidayakan oleh para peneliti meski membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Saat ini, mayoritas suplemen yang beredar di pasaran juga hasil budidaya laboratorium, terlebih seiring meningkatnya permintaannya yang meningkat di kalangan masyarakat. Adapun, produsen suplemen yang mengandung Cordyceps menjualnya dalam berbagai bentuk, seperti serbuk, tablet, atau cair.

5. Pemakaian Suplemen Cordyceps Harus Tetap Hati-hati

Dosis pemakaian cordyceps hingga saat ini belum memiliki patokan yang pasti untuk berbagai kondisi kesehatan. Hal ini karena dipengaruhi kualitas suplemen yang bervariasi. Oleh karena itu sebelum menggunakan suplemen yang mengandung Cordyceps disarankan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dulu. 

Mengutip Verywell Health, mereka juga menyarankan untuk memberi tahu penyedia layanan kesehatan jika mengalami gejala atau efek samping yang tidak biasa setelah mengkonsumsi suplemen yang mengandung Cordyceps. Pasalnya, efek samping sering terjadi karena mengonsumsi dosis yang lebih tinggi dari biasanya.

Selain itu, berbagai penelitian juga menyarankan bagi perempuan hamil dan menyusui untuk menghindari cordyceps karena belum diketahui keamanannya pada mereka. Tak hanya itu, anak-anak juga sebaiknya menghindari Cordyceps karena belum ada bukti mengenai efeknya terhadap metabolisme meraka saat dikonsumsi.
 
1
2


SEBELUMNYA

Wow, Cokelat & Perunggu Meriahkan Panggung Sheila on 7

BERIKUTNYA

RRR Film Heroik India Yang Jadi Perhatian Dunia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: