Ilustrasi set drum. (Sumber gambar: Dima Pavlenko/Pexels)

Cuan dari Alat Musik Bekas, Drum Seken Banyak Peminatnya

05 January 2023   |   14:00 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Musik merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari manusia. Tanpa musik, dunia akan sepi, hampa, dan monoton, karena musik bisa mencairkan suasana, merelaksasi hati serta menstimulasi pikiran manusia.

Begitu pentingnya kehadiran musik mendorong banyak orang untuk memiliki alat musik, baik untuk kebutuhan profesional ataupun sekadar hobi. Namun, alat musik yang dijual di pasaran cenderung dibanderol dengan harga yang relatif mahal. Kondisi inilah yang menjadi peluang bisnis bagi para penjual alat musik bekas.

Tak hanya di kota-kota besar, geliat bermusik juga rupanya cukup masif di daerah-daerah di Tanah Air. Hal itu diungkapkan oleh Prastiko Bagus Purwanto, drummer yang juga menggeluti bisnis alat musik bekas dengan nama Aluna Music Store.

Baca juga: Prospek Bisnis Alat Musik Bekas, Ini Alasan Gitar Seken Diincar Banyak Orang

Mulai berjualan alat musik bekas sejak 2011 dan fokus menjual alat musik drum serta perkusi baik partisi maupun aksesorisnya, pria yang akrab disapa Pras ini mengatakan bahwa sebagian besar permintaan drum justru datang dari daerah-daerah di seluruh Indonesia baik untuk kebutuhan hiburan di kafe ataupun peralatan studio.

"Market [alat musik bekas] masih bagus. Kalau di daerah daya belinya masih besar untuk 5 sampai 10 tahun ke depan. Karena musik itu ada penggemarnya tersendiri," katanya saat diwawancarai Hypeabis.id.

Dalam satu bulan, Pras mengaku bisa menjual rata-rata sebanyak 10 set drum bekas. Bahkan, jika permintaan sedang tinggi, dia bisa menjual hingga 20 set drum dengan rentang harga mulai dari Rp2 juta hingga Rp85 juta. Dari harga tersebut, dia bisa mendapatkan margin keuntungan minimal 10 persen per barang.


Alasan Drum Seken Diminati

Pras mengatakan alasan terbesar banyak orang mencari alat musik bekas adalah karena harganya yang relatif murah. Sebab, katanya, harga dari alat musik cenderung tidak mengalami penurunan harga yang signifikan, sehingga banyak orang yang justru lebih memilih membeli alat musik seken.

"Drum ini kan benda mati bukan barang elektronik. Kalaupun ada kerusakan, bisa keliatan secara kasat mata," ucapnya.

 



Untuk mendapatkan alat musik bekas, dia mencarinya secara daring baik itu melalui marketplace seperti Olx ataupun media sosial seperti Facebook. Selain itu, dia juga terkadang mendapatkan informasi tentang produk alat musik bekas dari sesama rekan penjual.

Selama kondisinya tidak rusak parah, dia mengaku akan membeli alat musik itu untuk kemudian melakukan rekondisi sebelum dijual ke konsumen. Mulai dari melakukan pembersihan hingga memperbaiki beberapa bagian alat yang rusak.

"Saya jual [alat musik] dalam keadaan tanpa minus. Kalaupun minus itu karena pemakaian dan wajar namanya barang seken. Tapi setidaknya orang yang beli itu jadi siap pakai," jelasnya.

Adapun, beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam menentukan harga satu alat musik, mulai dari merek, kondisi barang, tingkat kesulitan mencari barang, ongkos mengambil barang, dan biaya perawatan.


Merek Drum yang Banyak Dicari

Pras mengatakan merek drum bekas yang saat ini banyak dicari konsumennya adalah Yamaha, Tama Rockstar, dan Pearl Export, yang memang kualitasnya sudah terkenal secara mendunia. Sebab, kebanyakan konsumennya merupakan pemusik profesional yang memang membutuhkan drum dengan spesifikasi tinggi.

"Karena kebutuhan buat panggung, studio rekaman dan lainnya itu, mereka membutuhkan drum kualitas bagus. Kalau drummer kan minimal punya snare dan simbal sendiri," imbuh pria berusia 31 tahun ini.

Diakui olehnya, penjualan alat musik bekas relatif stabil. Sekalipun penjualan sedang menurun saat momen bulan ramadan dan Lebaran, Pras mengaku justru bisa mendapatkan banyak barang dari para pemilik yang menjual alat musiknya. Hal ini membantunya untuk memiliki stok alat musik yang bisa dijual di kemudian hari.

Begitupun ketika pandemi melanda. Banyaknya musisi dan pemusik yang tidak beraktivitas lantaran pembatasan sosial, banyak dari mereka yang akhirnya menjual alat musiknya.

Pras mengatakan proses penjualan alat musik Aluna Music dilakukan secara daring. Untuk satu alat musik, dia mengaku bisa mengunggah iklan produk hingga 25-30 platform baik itu marketplace seperti Tokopedia, Carousell, dan Olx, ataupun media sosial seperti Instagram dan Facebook. Hal itu dilakukan agar proses penjualan berjalan efektif.

"Semakin rajin kita bikin postingan dan menyebar iklan kemana saja, kan kemungkinan laku itu lebih besar dibandingkan hanya fokus satu atau dua platform," jelasnya.

Kendati demikian, bisnisnya pun berjalan bukan tanpa rintangan. Dia mengaku beberapa kali mengalami kerugian karena barang yang rusak saat proses pengiriman, hingga tertipu penjual alat musik palsu. Namun, hal itu diakuinya menjadi pembelajaran untuk semakin jeli dan teliti dalam menjalankan bisnisnya. 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Nirmala Aninda
 

SEBELUMNYA

EXO-L Bersiap, Suho Umumkan EXO Bakal Comeback Tahun Ini!

BERIKUTNYA

Catat, Ini 3 Konser & Festival Musik Paling Ditunggu pada Januari 2023

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: