Ilustrasi berwisata (Sumber gambar: Photo Maldives/Pexels)

Animo Berwisata Akhir Tahun Tinggi, Wisata Alam Kian Diminati

29 December 2022   |   11:27 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Menuju pergantian tahun, biasanya sebagian besar masyarakat sudah menyiapkan agenda untuk mengisi momen liburan akhir tahun. Sebagian mungkin telah menyiapkan acara pesta di rumah bersama keluarga. Namun, tak sedikit pula yang berencana untuk berwisata.

Minat masyarakat untuk traveling atau berwisata pada akhir tahun ini juga diprediksi masih akan tinggi. Menurut data yang dirilis oleh PegiPegi baru-baru ini, terjadi peningkatan pemesanan akomodasi pada online travel agent (OTA)  hingga 28 kali lipat pada kuartal IV tahun ini dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Begitupun dari segi kebutuhan transportasi seperti penerbangan, pada bulan Desember mengalami peningkatan trafik pencarian jadwal dan maskapai sebesar 2--3 kali lipat dibandingkan dengan Agustus dan September tahun ini.

Baca juga: Rekomendasi Wisata di 5 Destinasi Kota Favorit, Liburan Seru bareng Keluarga 

Hal ini juga senada dengan data yang dirilis oleh Tokopedia yang menyebutkan bahwa transaksi pada kategori Travel rata-rata melonjak hampir 3,5 kali lipat menjelang akhir tahun ini.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita), Budijanto Ardiansjah, mengatakan menjelang liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada tahun ini memang terjadi permintaan yang cukup besar dari masyarakat pada sektor pariwisata, baik wisata domestik maupun luar negeri.

Pria yang akrab disapa Budi itu menjelaskan bahwa tren positif ini telah dimulai sejak Maret tahun ini seiring dengan pandemi yang mulai kondusif. "Apalagi menjelang Nataru [Natal dan Tahun Baru] ini. Rata-rata tiket  pesawat itu sudah full booked, termasuk hotel dan paket wisata juga sudah hampir sold out," katanya kepada Hypeabis.id.

Animo masyarakat untuk berwisata pada momen libur akhir tahun ini bahkan diprediksi akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2019 sebelum pandemi. Hal itu diamati oleh Budi lantaran pada bulan-bulan menjelang Nataru seperti Agustus sampai September 2022, terjadi peningkatan rata-rata sebesar 10% untuk transaksi wisata dibandingkan dengan posisi pada 2019.

Baca juga: Tip Hemat Biaya Transportasi Saat Liburan, Yuk Praktikan

Dia mengatakan, untuk domestik, beberapa wilayah destinasi wisata favorit masih menjadi pilihan masyarakat untuk menghabiskan momen libur akhir tahun seperti Bali, Lombok, Yogyakarta, dan Labuan Bajo. Adapun, untuk wisata luar negeri, beberapa negara yang menjadi tujuan adalah Eropa, Korea Selatan, dan Jepang.

"Pergerakan wisata domestik memang lebih besar. Akan tetapi, wisata luar negeri juga mengalami peningkatan," ujarnya.
 

Ilustrasi wisata alam (Sumber gambar: Cottonbro Studio/Pexels)

Ilustrasi wisata alam (Sumber gambar: Cottonbro Studio/Pexels)


Wisata Alam

Wisata alam pun masih menjadi daya tarik terbesar minat masyarakat untuk berwisata saat ini. Budi menuturkan, desa-desa wisata yang tersebar di seluruh Nusantara mulai menjadi pilihan destinasi masyarakat untuk berwisata.

Begitupun dari sisi akomodasi. Saat ini banyak orang yang lebih memilih tempat penginapan yang berada di ruang terbuka seperti glamping. Ya, aktivitas glamping memang memiliki konsep penginapan layaknya di sebuah tenda di alam terbuka namun dengan fasilitas lengkap.

Dalam memilih paket-paket wisata yang ditawarkan, Budi mengatakan biasanya masyarakat cenderung tertarik untuk mengunjungi tempat-tempat baru yang belum pernah mereka datangi, atau destinasi-destinasi yang sedang ramai diperbincangkan banyak orang.

"Tapi pastinya yang affordable atau terbeli oleh mereka. Karena situasi saat ini tidak semua orang punya daya beli yang bagus. Tapi keinginan berwisata masih besar sehingga orang-orang mulai mengatur," jelasnya.

Secara umum, pada momen liburan Nataru, Budi mengatakan pihak pengelola perjalanan wisata justru akan jarang menawarkan promo. Sebab, lanjutnya, libur Nataru adalah salah satu high season dimana permintaan masyarakat untuk berwisata cukup tinggi

Kendati begitu, beberapa pengelola akomodasi seperti perhotelan biasanya akan menawarkan promo terkait penginapan yang tentunya bisa dimanfaatkan oleh para wisatawan. 

Baca juga: 4 Kiat Aman Liburan di Tengah Kondisi Cuaca Ekstrem

Untuk melakukan perjalanan wisata akhir tahun, dia juga mengatakan bahwa biasanya masyarakat akan mulai melakukan reservasi pada jauh-jauh hari mulai dari 2--3 bulan sebelum pengujung tahun. "Makanya kebanyakan travel fair khusus akhir tahun baru dibuat pada Agustus atau September paling cepat," imbuhnya.

Namun, di tengah besarnya antusiasme masyarakat untuk berwisata, momen akhir tahun kali ini turut diwarnai kekhawatiran akan meningkatnya paparan virus Covid-19 varian omicron XXB.

Terkait hal ini, Budi pun mengimbau kepada masyarakat yang hendak berwisata untuk melindungi diri dengan asuransi perjalanan. Sebab, paparnya, saat ini sebagian besar produk asuransi perjalanan telah mencakup perlindungan dari Covid-19. Selain itu, penting juga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama melakukan perjalanan wisata.


Editor: Roni Yunianto

SEBELUMNYA

Sumbatan Darah di Otak Jadi Penyebab Meninggalnya Pak Ogah, Kenali Penyebab & Gejalanya

BERIKUTNYA

Begini Tanggapan Mixue Terkait Belum Adanya Sertifikasi Halal MUI

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: