Ilustrasi (Sumber gambar: microsoft 356)

Kontribusi Ekspor UMKM Masih Rendah, Begini Strategi Bawa Brand Lokal Go Global

23 December 2022   |   08:25 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Like
Tidak dapat dipungkiri ya Genhype, saat ini produk UMKM mulai menguasai konsumsi di dalam negeri sekaligus menjadi penopang pertumbuhan dan kestabilan ekonomi nasional di tengah ancaman resesi. Bahkan, brand lokal lebih digemari masyarakat Indonesia belakangan ini.

Apalagi dengan adanya berbagai program dan gerakan yang dicanangkan pemerintah dan stakeholder untuk mendukung penggunaan produk dalam negeri, termasuk pengadaan barang dan jasa kementerian/lembaga yang 40 persen diantaranya ditargetkan berasal dari produk UMKM.

Kendati produk UMKM memiliki peranan yang sangat kuat dan mulai merajai di dalam negeri, tetapi kontribusi ekspor produk UMKM saat ini terbilang masih minim loh Genhype.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa kontribusi ekspor UMKM baru sekitar 14 persen hingga 15 persen jauh dibandingkan dengan Negara lain seperti Thailand sebesar 28,7 persen; Korea Selatan 19,7 persen; dan Malaysia sebesar 17,3 persen.

Baca juga6 Strategi Jitu Bawa Brand Lokal ke Pasar Global

Pemerintah sendiri telah mencanangkan target agar produk UMKM dapat memberi kontribusi minimal 17 persen pada 2024 mendatang sehingga produk dari Indonesia juga dapat memiliki daya saing dan diperhitungkan di kancah global.

“Posisi UMKM ini sangat perlu diperkuat. Kita nggak cukup hanya berpuas diri di dalam negeri. Saat ini, kontribusi UMKM terhadap ekspor masih minim dan ini harus ditingkatkan dengan target 17 persen pada 2024,” ucapnya.

Menurutnya ada beberapa tantangan yang dihadapi UMKM dalam melakukan ekspor mulai dari kualitas, kuantitas, logistik dan literasi sehingga diperlukan kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat ekspor, termasuk memperbaiki ekosistem produk yang berpotensi ekspor.

M Riza Damanik, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan menyebutkan sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku UMKM untuk bisa go global. Pertama, dari sisi indeks inovasi produk UMKM Indonesia saat ini masih rendah, berada di peringkat ke 87 dari 135 negara.

Inovasi ini harus terus ditingkatkan dengan menggandeng generasi muda yang sebagian besar melek teknologi untuk ikut membantu UMKM menghasilkan produk yang berkualitas dan menarik di pasar global.

Kedua dari sisi pembiayaan sebab tanpa pembiayaan yang terjangkau UMKM akan sulit meningkatkan produktivitas dan melakukan ekspansi usaha. Untuk itu pemerintah juga akan terus memperluas akses pembiayaan termasuk mengajak peran serta perbankan  untuk meningkatkan kredit rasio kepada UMKM dari rata-rata sebesar 20 persen menjadi 30 persen pada 2024.

Di samping itu, sambungnya, untuk membawa produk UMKM go global maka yang perlu diperkuat adalah produk yang memiliki keunggulan dari sisi domestik, jangan produk yang bergantung pada bahan baku impor.

“Maka kami sudah menetapkan sejumlah komoditas unggulan yang berpotensi untuk didorong ekspor yaitu produk pertanian, perikanan, produk-produk wellness, produk kerajinan dan home decor, fesyen, dan juga kuliner,” jelasnya.

Untuk memperkuat kapasitas UMKM agar dapat masuk ke dalam rantai pasok global maka perlu adanya kolaborasi dan kemitraan dengan berbagai puhak. Sebab, akan sulit jika UMKM yang langsung masuk sendiri ke pasar global maka dibuatlah rantai pasok dengan menggandeng BUMN, ecommerce, perusahaan besar, atau mitra lainnya di luar negeri untuk menghubungkan antara pelaku UMKM dengan buyers atau market.

Selain itu juga perlu mengajak serta para diaspora dan kantor-kantor kedutaan serta jaringan perbankan nasional yang ada di luar negeri untuk secara intens membantu mempromosikan produk UMKM ke kancah internasional.

“Kita ingin UMKM tidak hanya naik kelas di Indonesia tetapi juga bisa go global dan dapat menjadi UMKM masa depan yaitu UMKM kelas menengah yang dapat go digital, go global, mampu menyerap lebih banyak lapangan kerja dan mampu menghasilkan nilai tambah dan produk yang inovatif dan dibutuhkan di kancah dunia,” jelasnya.

Baca jugaBegini Strategi Brand Aggregator Bawa Brand Lokal Naik Kelas

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Gita Carla

SEBELUMNYA

Strategi The Lodge Maribaya Hadapi Lonjakan Pengunjung saat Libur Akhir Tahun

BERIKUTNYA

Jaga Kesehatan Mental, Ibu Butuh Me Time

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: