Ilustrasi cosplayer (Sumber gambar - Unsplash - Brian Lee)

Hypereport: Meraup Rupiah dari Hobi Cosplay

05 December 2022   |   15:39 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Jangan dipikir cosplay itu cuma kegiatan pamer kostum dari karakter di film-film kartun atau anime. Bagi sebagian cosplayer, hobi mereka justru adalah ladang cuan. Mereka bisa mendatangkan rupiah, sembari menikmati passion bergaya layaknya tokoh atau karakter favorit mereka.  
 
Potensi bisnis cosplay ini meliputi banyak hal, mulai dari kostum, pertunjukan, tata rias, rambut, event organizer, sampai dengan talent manager yang memiliki banyak cosplayer yang akan menjalani pertunjukan di sebuah event. 
 
Gambaran betapa cuannya hobi cosplay ini bisa terlihat dari laporan Allied Market Research. Dalam laporan itu diproyeksikan industri cosplay pada 2020 mencapai angka US$4,62 miliar setara Rp71,35 triliun (kurs Rp15.444). Angka itu diperkirakan terus bertumbuh hingga 2030 senilai US$23 miliar setara Rp 355 triliun (kurs Rp15.444) pada 2030. 

Baca juga: Geliat Cosplay & Fenomena Sub Kultur Anak Muda Indonesia
 
Proyeksi itu didasari pada meningkatnya popularitas hobi ini di semua kalangan. Di samping itu, peningkatan adopsi kostum cosplay untuk fotografi, fesyen, even, dan seni pertunjukan juga menghasilkan lonjakan pada industri ini. 
  
Echow, salah satu cosplayer asal Indonesia melihat bahwa bisnis cosplay cukup menjanjikan. Sebab, hobi ini terus berkembang di dalam negeri, seiring terus meningkatnya penggemar budaya populer dari Jepang. Oleh sebab itu, di samping menjalankan hobi, dia juga terjun mencari pundi-pundi rupiah dari cosplay
 
Dalam hal ini, Echow memiliki usaha di bidang ini seperti mendesain dan memproduksi kostum cosplay,  event organizer, talent manager, dan sebagainya.
  
Usaha pertama yang dilakoni oleh Echow adalah pembuatan kostum cosplay. Keinginannya untuk membuat kostum didasarkan pada pengalamannya. Pada awal-awal memulai dan tertarik dengan kegemaran ini, dia kesulitan membuat kostum keinginannya.

Bahkan, dia sampai memesan ke penjahit kostum badut untuk mendapatkan baju tersebut. Sayang, kostum yang dihasilkan oleh pembuat kostum badut pada saat itu jauh dari harapan.
 
Dalam membuat kostum, Echow mendesain sendiri dengan mengikuti karakter yang sudah ada.
“Saya membuat dengan menerjemahkan dari dua dimensi menjadi tiga dimensi,” katanya.
 
Tidak sebatas kostum, bisnis Echow juga berkembang sampai ke event organizer hingga talent manager. Berbagai perusahaan telah menjadi klien dan sejumlah talent cosplayer berada di bawah manajemennya. 
 
Kegiatan usaha atau berbisnis di bidang cosplay tidak datang begitu saja atau secara mendadak karena sedang hit. Kegiatan usaha ini dilakoni oleh sang seniman cosplay sudah sejak lama atau sekitar 2015.
 
Meski begitu, dia enggan menyebutkan dengan pasti pendapatan yang diperoleh dalam satu bulan dari bisnisnya itu. Hanya, menurutnya, belasan juta rupiah bisa masuk ke dalam kantong dalam satu bulan.
 
Dari sekadar hobi sampai menjadi sumber pemasukan, Echow jatuh cinta pada hobi ini karena didasari pada pengalaman masa kecilnya. Berbagai acara televisi dari Jepang, seperti Doraemon, Conan, dan Sailor Moon, membuatnya jatuh cinta pada budaya populer Negeri Matahari Terbit.
 
Tidak hanya itu, beberapa komik Jepang dan gim yang dimainkan juga memiliki andil dalam membuatnya menjadi seorang cosplayer. Ketertarikan dengan cosplayer terjadi ketika melihat event cosplay di salah satu majalah.
 
Bagi dia, cosplay dapat mewujudkan karakter anime favoritnya. Dari cuma terlihat di layar kaca, kini bisa tampak di dunia nyata lewat kostum cosplay
 
Hal lain yang membuatnya antusias mengikuti cosplay juga karena bisa membuatnya berkembang. Ketika bergabung di komunitas cosplay, misalnya, dia mendapat dukungan dari anggota yang lain, serta memeroleh informasi terkait cosplay. Termasuk dalam membuat properti cosplay
 
Berbagai kompetisi dan menjadi juri telah dijalani oleh Echow baik di dalam maupun luar negeri seperti Amerika Serikat. Saat ini, sang cosplayer tidak lagi mengikuti kompetisi. Namun, dirinya kerap menjadi juri atau guest star dalam beberapa event.
 

Makin Banyak Proyek

Tidak jauh berbeda, cosplayer asal Indonesia, yakni Rikku juga menilai bahwa bisnis di bidang ini sangat potensial. Popularitas dan bisnis cosplay pada saat ini sedang populer, terlebih sejak pandemi Covid-19 melanda. Menurutnya, banyak orang yang dahulu tidak tahu cosplay, sekarang mereka sudah familier dengan hal tersebut. 
  
Secara tidak langsung kepopuleran cosplay membuat banyak event-event terkait hobi ini bermunculan. Diikuti oleh pembelian kostum, penyewaan kostum, dan pernak-pernik cosplay. Tidak hanya itu, project untuk menjadi cosplayer juga kian banyak.
 
Berbagai faktor menjadi pembentuk harga seorang cosplayer seperti pengalaman atau jam terbang, nama besar, follower, dan sebagainya. Sejumlah cosplayer bisa memiliki tarif Rp300.000 – Rp500.000 untuk satu kali event. Namun, terdapat juga cosplayer yang memiliki tarif hingga Rp10 juta per event.
 
Cosplayer dari dibayar murah sampai mahal ada,” katanya.
 
Menurutnya, kerja seorang cosplayer hampir sama dengan seniman di atas panggung. Keduanya harus bergerak, memunculkan gesture, dan akting harus sesuai dengan karakter yang dibawakan.
 
Tidak hanya seni panggung, seorang cosplayer juga sama dengan seniman seni video saat membuat video atau model saat menjalani sesi fotografi yang harus berpose dan sebagainya.
 
Cosplayer profesional biasanya memiliki koreografi yang beragam sehingga mereka belajar koreografi untuk memerankan sebuah karakter. Kemudian, kostum yang kerap digunakan oleh seorang cosplayer juga memiliki harga yang beragam, dari ratusan ribu sampai dengan puluhan juta.
 
Baca juga: Antusiasme di Balik Cosplay sebagai Representasi Idola Karakter Figur

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Hypereport: Geliat Cosplay & Fenomena Sub Kultur Anak Muda Indonesia

BERIKUTNYA

Dihadiri Lebih dari 16.000 Pengunjung, JAFF 2022 Lebih Semarak

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: