Naru Cosplay, cosplayer pemilih Zai Naru House Cosplay. (Sumber gambar : Instagram Naru Cosplay

Peluang Bisnis Cosplay, Pendapatan Naru Capai Rp20 Jutaan Per Bulan

28 September 2023   |   07:41 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Costum play disingkat cosplay menjadi fenomena menarik yang berkembang di masyarakat. Bukan sekadar hobi dengan tampil meniru karakter manga, anime, maupun gim, budaya pop culture ini faktanya menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan.

Berkembang di Indonesia seiring invasi manga, serial anime, dan Tokusatsu asal Jepang melalui stasiun TV swasta maupun nasional sejak era 1990-an, cosplay menciptakan basis penggemar yang cukup besar. Komunitas bermunculan, event dan festival Jejepangan rutin digelar. 

Intensitas acara Jejepangan yang padat ini lantas menarik sebagian cosplayer untuk mengambil peluang bisnis. Salah satunya Naru. Pendiri Zai Naru House Cosplay ini terbilang memiliki lini bisnis yang cukup banyak di bidang pop culture

Baca juga:  5 Pilihan Karakter Anime Untuk Cosplayer Pemula, Kostumnya Anti Ribet!

Perwakilan World Cosplay Summit Jepang pada 2013 ini memiliki bisnis pembuatan kostum serta aksesoris, penyediaan talent, menjadi juri, mengelola event, memiliki tim pertunjukan yang tergabung dalam Elit Cosplay Club, hingga jasa konsultan cosplay. Setidaknya Naru mengantongi pendapatan bersih sekitar Rp15-20 juta per bulan dari ragam bisnis ini. 

Naru terbilang lama terjun di dunia cosplay. Dia menjadi cosplayer sejak 2008. Namun, dia mulai tertarik mengambil peluang bisnis di sektor ini pada 2012.

Juara 1 Polymanga di Swiss pada 2019 ini rela meninggalkan pekerjaannya sebagai pegawai bank swasta ketika memutuskan untuk fokus di bisnis cosplay. Selain karena tidak cocok bekerja secara monoton, Naru merasa lebih nyaman bekerja sesuai hobi dan passion.

Tantangannya kala itu, dia harus bisa menghasilkan uang lebih besar dari gajinya sebagai pegawai bank. Jika tidak berhasil terkumpul lebih dari Rp3,7 juta, Naru mengaku akan kembali menjadi pegawai swasta. 

Bermodal Rp1 juta untuk membuat sebuah kostum, siapa sangka dia bisa menjualnya dengan harga Rp2 juta - Rp3 juta. Di samping itu, dia pun laris manis untuk menjadi talent hingga juri dalam event Jejepangan selepas pulang dari WCS Jepang pada 2013. Bahkan tak jarang dia dipanggil untuk menjadi juri hingga menjadi pembicara workshop di acara cosplay internasional. 

“Kemarin baru balik dari Saudi Arabia untuk jadi juri di Riyadh. Selain bisnis kostum, saya juga cosplayer, jadi juri, maupun isi workshop di beberapa negara. Pernah isi workshop di Paris, Malaysia, Singapura. Saya edukasi terkait cara membuat kostum seperti apa,” ujarnya. 

Selama 14 tahun terjun di dunia cosplay, Naru selalu belajar baik menjadi cosplayer, pengisi acara, maupun pembuat kostum. Dia menyebut, namanya berdagang, harus bertanggung jawab dengan produk yang dijual. 

Dari sisi kostum saja, dia terus mengotak-atik bahan yang pas selain memperhatikan detail. Untung saja komunitas cosplay cukup besar, tidak hanya di Indonesia namun juga dunia. Dia kerap mendapat masukan dari para cosplayer, terutama mengenai material. 

Jaringan yang terbuka luas, terutama sejak Naru menang beragam kompetisi pun memudahkannya mendapat bahan yang tidak tersedia di dalam negeri. Dengan demikian, dia bisa memaksimalkan karya kostum buatan tangannya. Terbukti, karya Naru bersama tim sangat mirip dengan karakter anime, gim, maupun tokusatsu

 

Naru dan tim produksinya pernah membuat kostum Jota, karakter Joe Taslim dalam gim Free Fire. Pada 2022 lalu, Zai Naru House Cosplay juga membuat kostum untuk Isyana Sarasvati yang menjadi diva di Free Fire. Saat ini, dia tengah dalam komunikasi dengan ESL Esport. Dia bercita-cita bisa menggarap kostum untuk film. 

Ya, pelanggannya bukan hanya dari pasar lokal saja, namun juga mancanegara. Tak ayal jika dahulu harga kostumnya hanya Rp1 juta - Rp3 juta, kini Naru dan tim bisa menjualnya dengan nominal puluhan juta. “Sekarang sudah bisa di angka maksimal Rp54 juta 1 kostum, tergantung tingkat kesulitannya. Tetapi gak fokus di kostum doang, jadi juri, talent, organizing, kita juga dapat fee,” tuturnya. 

Setidaknya dalam sebulan, mantan pegawai bank ini menghasilkan 3-5 kostum. Masa pengerjaannya tergantung detail dan material yang dipakai. Untuk kostum simpel, bisa tuntas dalam waktu 2 minggu hingga 1 bulan. Namun, butuh 8 bulan untuk membuat kostum dengan tingkat detail tinggi. 

Saat ini, 70 persen produksi Zai Naru House Cosplay dikhususkan untuk pesanan, sementara untuk show Elit Cosplay Club, hanya membutuhkan 2-3 kostum saja dalam setahun lantaran masing-masing member bisa mengirimkan kostumnya ke tim utama.

Baca juga: Cosplayer Rawan Pelecehan Seksual, Ini yang Dilakukan Elite Cosplay Club

Editor: Puput Ady Sukarno

SEBELUMNYA

Rekomendasi Cooker Hood untuk Dapur Stylish

BERIKUTNYA

Frederic Arnault, Pria Muda Berbakat di Industri Barang Mewah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: