Ilustrasi media sosial. (Sumber gambar: Unsplash/Dole777)

4 Aplikasi Media Sosial Pengganti Twitter, dari Mastodon hingga Bluesky

28 November 2022   |   13:20 WIB

Like
Sejak CEO Tesla, Elon Musk, resmi membeli Twitter dan melakukan ragam perubahan, pengguna aplikasi berlogo burung biru tersebut kini mulai mencari pengganti atau media sosial alternatifnya. Puncaknya terjadi pada dua pekan terakhir, di mana sejumlah karyawan dan tim inti operasional Twitter yang melakukan eksodus massal pasca penutupan sementara pada Twitter.

Isu pembelian Twitter oleh Elon Musk telah membuat warganet yang menjadi pengguna aplikasi microblogging tersebut mulai ketar ketir dengan adanya berbagai macam perubahan yang diinisiasi olehnya. Sejumlah perubahan signifikan terus terjadi sejak Oktober 2022, mulai dari pemecatan direksi dan karyawan hingga mengubah beberapa fitur seperti Twitter Blue dan Super Follows.

Tren RIP Twitter dan tagar dengan tulisan yang sama mulai muncul pada bulan ini, sehingga para penggunanya berbondong-bondong mencari alternatif dari media sosial yang sudah digunakan oleh lebih dari 544 juta pengguna tersebut. Yuk intip beberapa alternatifnya.

Baca jugaTwitter Dibanjiri Akun Palsu Centang Biru, Begini Tanggapan Elon Musk
 

1. Mastodon


Mastodon mengusung media sosial terdesentralisasi dan dibuat oleh Eugen Rochko bersama pengembang Mastodon gGmbH. Media sosial asal Jerman ini mengutamakan publik dengan pendaftaran email untuk setiap server yang spesifik dari sebuah institusi atau organisasi.

Hal yang menarik dari media sosial rilisan tahun 2016 ini ada pada sistem moderasinya yang dibuat sesuai dengan kelompok server yang dibangun. Tidak hanya itu, ada juga kelebihan pada pengguna yang bisa mengikuti pengguna lain maupun memiliki pengikut dari server yang berbeda serta setiap pengguna bisa mengubah atau membuat sendiri server yang diinginkan.

Secara karakteristik, Mastodon cukup memiliki kemiripan dengan Twitter pada sistem unggahannya dengan batasan cuitan yang disebut toots maksimal 500 karakter. Cantuman konten foto, video, dan audio bisa disertakan di dalamnya serta ada tambahan tagar yang mempermudah pengguna untuk mencari toots. 

Namun, Mastodon memiliki kekurangan bagi pengguna yang tidak terbiasa dengan moderasi konten yang variatif serta tidak terbiasa dengan sistem terdesentralisasi melalui server terpisah. Hal ini didasarkan karena pengguna harus mengenali lebih dulu server yang akan dimasuki beserta dengan persyaratan yang ditentukan oleh moderator.
 

2. Hive Social

 

Tampilan media sosial Hive Social. (Sumber gambar: Hive Social Inc.)

Tampilan media sosial Hive Social. (Sumber gambar: Hive Social Inc.)
 

Aplikasi yang serupa dengan Twitter ini memiliki tampilan profil hingga timeline dan pengalaman penggunanya. Dibuat oleh seorang mahasiswi bernama Kassandra Pop pada 2019, aplikasi ini diketahui menggabungkan konsep Twitter, Instagram, dan MySpace dengan unggahan foto, video, teks, fitur repost (serupa retweet di Twitter), hingga personalisasi musik tersendiri.

Hive Social telah menginjak satu juta pengguna setelah mengalami lonjakan pendaftaran saat puncak kejadian pengambilalihan Twitter oleh Elon Musk. Aplikasi media sosial yang diklaim untuk Gen Z ini memiliki fitur pencarian melalui halaman Discovery berdasarkan topik dan timeline yang memiliki algoritma kronologis yang lebih simpel.

Fitur unik dari aplikasi ini ada pada fitur berbagi lagu favorit, tapi fitur ini merupakan fitur berbayar dengan membayar slot mulai dari US$0,99 (sekitar Rp15.000). Selain itu, personalisasi akun yang lebih variatif dengan adanya opsi zodiak dan pronouns, konektivitas dengan Spotify, dan tidak ada batasan jumlah karakter dalam unggahan post menjadi beberapa keunggulan media sosial ini.

Namun, aplikasi yang baru berusia kurang lebih tiga tahun ini memiliki kekurangan pada layanannya yang masih kecil. Inilah yang membuat pengguna baru akan merasakan kegagalan saat pendaftaran hingga adanya beberapa kesalahan penulisan. Hal ini disebabkan karena platform media sosial ini dikelola oleh tim pengembang yang kecil.
 

3. Discord


Identik dengan media sosial berbasis server atau ruangan privat, aplikasi yang rilis pada 2015 itu menyediakan layanan komunikasi dalam bentuk telepon, video call, pesan teks, hingga pengiriman media seperti foto, video, dan dokumen.

Media sosial yang menyasar pemain gim ini memiliki beberapa kelebihan pada konektivitas pada siaran langsung dan akun Steam, adanya jaringan server resmi untuk komunitas gim tertentu, serta konektivitas akun dengan beberapa akun terkait game seperti Xbox dan PlayStation hingga Twitch. Untuk interface-nya sendiri aakn bergantung pada administrator atau pemegang server.

Sayangnya, Discord memiliki kekurangan bagi pengguna media sosial yang memiliki sistem lebih ringkas atau simpel karena ada beberapa mekanisme yang memerlukan kemampuan atau pengetahuan yang kompleks seperti teks pada channel yang memakai input serupa bahasa pemrograman, terutama untuk konten spoiler.
 

4. Bluesky

 

Tampilan pendaftaran beta Bluesky. (Sumber gambar: Bluesky PBLLC)

Tampilan pendaftaran beta Bluesky. (Sumber gambar: Bluesky PBLLC)


Bluesky merupakan aplikasi yang masih dalam tahap pengembangan dan berawal dari proyek sampingan milik eks CEO Twitter Jack Dorsey saat dirinya masih bekerja di Twitter. Inisiatif yang dibuat bersama dengan Jeremie Miller dan Jay Graber ini merupakan proyek media sosial yang terdesentralisasi dan terpisah dari Twitter, bahkan setelah diambil alih oleh Musk.

Saat ini, Bluesky masih dalam proses pengembangan aplikasi yang akan menjadi portal untuk masuk ke realitas digital dengan Protokol Authenticated Transport (AT) sebagai motor penggerak aplikasi. Secara singkat, protokol ini baru dideskripsikan bisa membantu pengguna menggunakan ragam aplikasi daam satu layanan, menentukan informasi yang diterima, dan fleksibel dalam rekam jejak aplikasi.

Bluesky kini juga tengah mengumpulkan pengguna melalui proses signup untuk uji coba beta dari aplikasi yang sudah dikembangkan. Pendaftaran ini memuat email pengguna untuk dimasukkan ke dalam daftar tunggu sebelum aplikasi ini dirilis pada waktu yang masih belum ditentukan. 

Selain empat media sosial ini, beberapa rekomendasi lainnya adalah Tumblr yang merupakan media sosial blogging yang ditargetkan untuk pengguna yang menyukai fitur berbagi gambar dan teks panjang; Reddit yang merupakan platform forum yang kini hanya bisa diakses dengan jaringan VPN; serta Cohost yang merupakan media sosial baru yang berbasis undangan dan memiliki tampilan serupa Twitter.

Baca jugaBiar Tidak Jadi Bumerang, Simak 5 Cara Bijak Menggunakan Media Sosial

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Gita Carla

SEBELUMNYA

30 Tahun Berkecimpung sebagai Pendidik, Prita Kemal Gani Bakal Rilis Buku Biografi

BERIKUTNYA

Grup E Piala Dunia 2022: Jadi Neraka Sejak Awal & Berjalan Tak Terduga, Siapa Bakal Lolos?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: