Logo PGRI (Sumber: dok PGRI)

Sambut Hari Guru Nasional, Begini Sejarah & Perjuangan PGRI dari Masa ke Masa

24 November 2022   |   19:00 WIB
Image
Chelsea Venda Hypeabis.id

Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI merupakan organisasi profesi guru atau pendidik yang ada di Indonesia. PGRI resmi berdiri pada 25 November 1945. Setiap tahunnya, hingga kini, pada tanggal tersebut juga diperingati sebagai Hari Guru Nasional.

Adapun PGRI tahun ini akan merayakan hari jadinya yang ke-77. Namun, sebenarnya formasi perkumpulan guru dan perjuangan tenaga pendidik di Indonesia sudah lebih lama ada dari organisasi tersebut. Sebelum PGRI terbentuk, para guru telah memberikan kontribusi yang besar bagi Bangsa Indonesia.

Semangat kebangsaan Indonesia sudah tumbuh dari kalangan guru sejak sebelum kemerdekaan Indonesia. Sebelum jadi PGRI, para guru sudah membentuk organisasi dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada 1912, seperti dilansir dari laman resmi PGRI.

Baca juga: 3 Cara Sederhana Merayakan Hari Guru Nasional 2022

PGHB adalah organisasi yang bersifat unitaristik. Anggotanya terdiri dari para guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan penilik sekolah. Mereka umumnya berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Mayoritasnya bertugas di sekolah desa dan sekolah rakyat angka dua.

Organisasi ini dibentuk untuk memperjuangkan nasib para guru. Namun, tidak mudah bagi PGHB dalam memperjuangkan nasib para anggotanya yang memiliki pangkat dan status sosial berbeda-beda.

Seiring dengan berjalannya waktu, sejumlah organisasi baru pun berkembang. Misalnya, Persatuan Guru Bantu, Perserikatan Guru Desa, Persatuan Guru Ambachtsschool, Perserikatan Normaalschool, dan Hogere Kweekschool Bond.

Selain itu, muncul pula organisasi guru yang bercorak keagamaan, kebangsaan, dan lainnya, seperti Christelijke Onderwijs Vereneging, Katolieke Onderwijsbond, Vereneging Van Muloleerkrachten, dan Nederlands Indische Onderwijs Genootschap.

Namun, semuanya memiliki tujuan yang sama, yakni persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Dorongan tersebut terus menguat seiring kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan yang terus tumbuh.

Perjuangan para guru di Indonesia akhirnya tidak sia-sia. Kepala HIS yang umumnya dijabat oleh orang Belanda, pelan-pelan mulai diisi oleh orang Indonesia. Fenomena ini membuat semangat perjuangan para guru makin berkobar dan memuncak.

Dalam masa ini, perjuangan guru tidak lagi soal perjuangan dan kesamaan hak dengan Belanda. Pergerakan berubah menjadi perjuangan nasional dan kemerdekaan.

Pada 1932, nama PGHB diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan tersebut cukup membuat Belanda terkejut. Sebab, para guru sudah berani menggunakan nama Indonesia di organisasi mereka.

Saat itu, nama Indonesia mencerminkan semangat kebangsaan yang sangat tidak disenangi oleh Belanda. Namun, bagi kita, Indonesia sangat diidamkan oleh guru-guru dan tenaga pendidik saat itu.

Saat Jepang masuk, segala organisasi dilarang. PGI pun tidak dapat melakukan aktivitas organisasinya. Namun, setelah Indonesia merdeka, PGI kembali bangkit.

Baca juga: Rekomendasi 5 Film Inspiratif tentang Guru yang Wajib Ditonton

Semangat proklamasi 17 Agustus 1945 telah mendorong para guru untuk bertemu dan menyelenggarakan kongres. Akhirnya, Kongres Guru Indonesia terselenggara pada 24-25 November 1945 di Surakarta.

Kongres tersebut menyepakati segala organisasi dan kelompok guru berdasarkan perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, daerah, politik, agama, dan suku, dihapuskan. Semuanya akhirnya bersatu untuk Indonesia.

Pada kongres hari kedua atau 25 November 1945, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) terbentuk. Perkumpulan guru tersebut resmi berdiri setelah 100 hari kemerdekaan Indonesia.
 

Logo HUT PGRI (Sumber gambar: dok PGRI)

Logo HUT PGRI (Sumber gambar: dok PGRI)


Sejak saat itu, semua guru di Indonesia menyatakan bersatu di dalam wadah PGRI. Organisasi ini juga menyerukan 3 tujuan utama. Berikut 3 tujuan utama PGRI.

1. Mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia
2. Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan
3. Membela hak dan nasib buruh umumnya dan guru pada khususnya.

Perjuangan guru sangat lekat dengan perjuangan Bangsa Indonesia. oleh karena itu, sebagai bentuk penghormatan, negara menetapkan Hari Guru Nasional pada hari terbentuknya PGRI.

Baca juga: Ada yang Beda pada Hari Guru Nasional 2022, Yuk Simak Makna dan Filosofinya

Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. Dalam kepres tersebut, dijelaskan juga bahwa guru memiliki kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan nasional.



Editor: Roni Yunianto
SEBELUMNYA

Pahami 4 Siklus Kekerasan dalam Rumah Tangga & Tip Menghindarinya

BERIKUTNYA

Peta Kekuatan Timnas Portugal, Mampukah Menang di Laga Perdana?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: