Chandra Putra Negara (sumber gambar : Chandra Putra Negara / instagram)

Tips Sukses Naik Kelas dari Pedagang Menjadi Pengusaha

23 November 2022   |   20:39 WIB
Image
Dewi Andriani Hypeabis.id

Banyak masyarakat yang masih menganggap bahwa berdagang sama dengan berbisnis. Keduanya memang sama-sama menjual produk atau jasa untuk mendapatkan keuntungan tetapi seorang pedagang dengan pebisnis atau pengusaha umumnya memiliki perbedaan terutama dalam pola pikir dan sistem manejemen.

Seorang pedagang bisa saja naik kelas menjadi pebisnis atau pengusaha. Namun, untuk menjadi seorang pebisnis, seseorang perlu fokus dan konsisten dalam mengembangkan usahanya. 

Selain itu, dia juga perlu menginvestasikan waktunya untuk memikirkan dan menyiapkan strategi khusus agar bisnis yang dimiliki dapat terus berkembang, melewati berbagai tantangan dan proses yang panjang untuk menuju kesuksesan. 

Chandra Putra Negara, seorang pengusaha, motivator bisnis sekaligus pemilik akun YouTube “Success Before 30” mengatakan untuk menjadi pengusaha, seseorang perlu memiliki komitmen menyiapkan strategi dan mengubah pola pikir untuk lebih tangguh melewati berbagai tantangan sebagai bekal utama untuk naik kelas menjadi pengusaha sukses.  

Baca juga: Aplikasi Ini Bisa Kalian Coba Buat Bikin Konten Bercuan Tanpa Khawatir Algoritma

Chandra sendiri mengawali usahanya dari seorang pedagang, sebelum mencapai di titik kesuksesan. Saat ini, pria asal Surabaya ini berhasil mendulang pendapatan dari sederet bisnis mulai dari CPN Training & Consulting, PT KK Indonesia, CPN Publishing, PT CPN Media, SB30 Store, CV Graha Kencana Interior, hingga AHHA Store.

“Dalam perjalanan sebagai seorang pengusaha, pasti akan melewati berbagai rintangan dan cobaan. Namun fokuslah dengan apa yang menjadi tujuan. Yakinlah usaha Anda akan terus berkembang dan menjadi sesuatu yang membanggakan,” ujarnya saat acara Lazada Seller Conference: Level Up 2022.

Menurutnya, keberhasilan seseorang untuk naik kelas menjadi pengusaha juga didorong oleh sistem bisnis dan kerja sama tim yang baik. Hal penting lainnya adalah memiliki pola pikir dan komitmen untuk menumbuhkan dan membesarkan bisnis serta omzet.

"Ubah mindset Anda menjadi mindset seorang pebisnis. Tidak mudah memang, tapi kesuksesan juga bukan hal yang mustahil diraih bila mau berusaha," ujarnya.

Seorang pengusaha juga dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif serta beradaptasi dengan kondisi yang ada. Apalagi pandemi yang terjadi sejak 2020 lalu telah mendorong pengusaha lebih kreatif dan membuka  kesempatan para pengusaha mengembangkan bisnis dengan membentuk sistem yang efektif.

"Seorang pengusaha dapat terus menghasilkan uang bila sanggup menemukan solusi dalam menghadapi tantangan dan membentuk sistem guna meningkatkan omzet. Sistem yang akhirnya membantu uang mengalir dengan sendirinya. Mindset ini yang harus Anda tanamkan jika ingin menjadi pengusaha,” tuturnya.

Selain itu, seorang pengusaha juga harus belajar dari kesalahan dan terus berusaha menjadi lebih baik.

Chandra mengatakan bahwa melakukan kesalahan merupakan hal yang wajar dalam proses membangun sebuah usaha. Namun jadikan sebagai pembelajaran agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

"Contohnya, jika Anda terlambat membalas pesan pelanggan, hindari mengulangi kesalahan dengan segera membalas pesan dari pelanggan. Karena jika Anda terus membuat pelanggan Anda menunggu, ini bisa menjadi faktor pelanggan beralih ke toko lain," jelasnya

Untuk dapat naik kelas juga harus membentuk tim yang efektif dan membangun koneksi. Sebab, untuk memulai dan menjalankan sebuah usaha akan terasa sulit jika dijalankan sendiri, sehingga diperlukan bantuan dan kerja sama tim.

Seorang pengusaha harus bisa memberikan arahan dan membentuk sistem kerja yang efektif dan efisien bagi tim agar bisa memberikan layanan yang terbaik untuk pelanggan. Selain itu, memperluas koneksi dan berkolaborasi juga tak kalah penting untuk pengembangan bisnis.

"Karena rezeki bisa datang dari mana saja, termasuk dari teman atau lingkungan di sekitar Anda," ujarnya.

Dengan adanya kerja sama tim dan koneksi yang sudah dibangun, langkah selanjutnya adalah mengoptimalkan layanan dan penjualan toko, mulai dari sistem respons pesan pelanggan, proses menyiapkan pesanan, pembuatan katalog produk yang menarik, hingga ke pemilihan ekspedisi yang tepat.

"Ketika Anda sudah meningkatkan layanan toko, pelanggan akan menjadi lebih loyal kepada toko Anda," ujarnya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Nirmala Aninda
SEBELUMNYA

Sinyal Resesi Kian Menguat, Yuk Lakukan Ini Agar Bisnis Tetap Bertahan

BERIKUTNYA

Pesona Indonesia dalam Lukisan Cat Air Karya Seniman Lokal & Luar Negeri

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: