Masjid Sheikh Zayed berlokasi di Kampung Gilingan, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah (sumber gambar Kemenag)

5 Fakta Menarik Masjid Sheikh Zayed Solo, Mirip Grand Mosque di Abu Dhabi

14 November 2022   |   19:16 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Masjid Raya Sheikh Zayed  di Kota Solo, Jawa Tengah akhirnya diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bersama Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed Al Nahyan pada Senin, (14/11). Apa sisi menariknya rumah ibadah umat Islam ini?

Menjadi simbol persahabatan Indonesia dengan Uni Emirat Arab (UEA) masjid itu dibangun sejak 6 Maret 2021. Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dan Ketua Otoritas Umum Bidang Urusan Islam dan Wakaf Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Matar Al Kaabi.

Baca juga: Sejarah & Fakta Unik Masjid Istiqlal, Simbol Toleransi di Jakarta 

Masjid Sheikh Zayed sendiri berlokasi di Kampung Gilingan, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah. Dirangkum dari laman kemaang dan BPKH, berikut adalah fakta dan profil singkat Masjid Agung Sheikh Zayed.
 

1. Hibah UEA untuk Indonesia

Pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed di Kota Solo merupakan hibah dari putra mahkota UEA Sheikh Mohammed bin Zayed An Bahan. Bangunan ini diharapkan dapat  menjadi mercusuar Islam di Nusantara dan simbol moderasi beragama untuk mewujudkan perdamaian di Indonesia dan dunia.

Menurut informasi dari laman resmi Pemkot Solo bangunan masjid ini memiliki luas sekitar 8.000 meter persegi. Tak hanya itu, Masjid Sheikh Zayed juga memiliki dua lantai yang dapat digunakan untuk aktivitas ibadah bagi umat Islam.
 

2. Desain Masjid Dibuat Mirip Grand Mosque

Desain arsitektur yang diusung dalam bangunan Masjid Sheikh Zayed juga dibuat mirip dengan Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi, UEA. Meski berupa replika, masjid ini pun dirancang dengan empat menara, dan satu kubah utama yang menjulang.

Tak hanya itu, di sekitar area masjid juga terdapat kubah-kubah kecil dan ornamen bangunan khas Timur Tengah. Dengan desain gaya modern yang diaplikasikan juga menjadi simbol  
persahabatan antara UEA dan Indonesia.
 

3. Mampu Tampung 10.000 Jemaah

Diperkirakan, Masjid Sheikh Zayed Solo juga mampu menampung 10.000 jemaah yang tersebar dari ruangan hingga selasar masjid. Dengan kisaran jumlah jemaah di dalam ruangan atas dan bawah, yang keduanya dapat digunakan sebagai tempat menjalankan aktivitas ibadah.

Hal ini tentu berbeda dengan masjid aslinya di UEA yang mampu menampung sebanyak 40.000 jemaah. Kendati begitu, masjid di kota Solo ini tentunya memiliki keunikan tersendiri bila dibandingkan  masjid pendahulunya.
 

4. Habiskan Dana Rp300 Miliar

Berdasarkan informasi dari Kemenag pembangunan Masjid Sheikh Zayed Solo diperkirakan menelan biaya sekitar US$20 juta atau setara Rp300 miliar, dan seluruhnya ditanggung oleh pemerintah  Uni Emirat Arab.

Menurut Menag Yaqut hibah dari Arab untuk pembangunan masji itu merupakan bentuk investasi pembentukan  mental dan spiritual yang penting bagi masa depan umat manusia, dan dunia global yang berkeadaban.
 

5. Memiliki fasilitas Mumpuni

Berdiri di atas lahan seluas 8 ribu meter persegi Masjid Sheikh Zayed Solo  juga dilengkapi fasilitas yang baik, meliputi ruang VIP, perpustakaan, dan basement yang dapat digunakan untuk tempat wudhu putra dan putri.

Selain itu, disediakan juga area parkir, agar pengunjung yang datang dengan membawa kendaraan dapat menempatkannya di lokasi yang telah ditentukan oleh pengelola. Hal ini untuk menghindari kemacetan dan suasana masjid tetap tertata rapi.

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Pantai Sumur Tiga, Pantai Elok di Pulau Weh

BERIKUTNYA

5 Pemain Esports Terkaya di Dunia, N0Tail Ada di Posisi Teratas

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: