Bediri di seberang Gereja Katedral dan Keuskupan Agung Jakarta Masjid Istiqlal merupakan simbol keragaman dan toleransi umat beragama di Indonesia (sumber gambar: Indonesiakaya)

Sejarah & Fakta Unik Masjid Istiqlal, Simbol Toleransi di Jakarta 

20 October 2022   |   15:40 WIB

Masjid Istiqlal merupakan salah satu tempat ibadah umat muslim yang menjadi kebanggan warga Jakarta dan bangsa Indonesia. Bediri di seberang Gereja Katedral dan Keuskupan Agung Jakarta, destinasi wisata religi ini juga menjadi simbol keberagaman dan toleransi di Tanah Air. 

Masjid istiqlal merupakan usulan para ulama dan K.H. Wahid Hasyim, Menteri Agama RI pertama yang bercita-cita untuk membangun masjid yang dapat jadi kebanggan warga Jakarta. Terlebih pada waktu itu Indonesia baru saja satu dekade merayakan kemerdekaan.

Para tokoh-tokoh yang terdiri dari Wahid Hasyim, H. Agus Salim Anwar Tjokroaminoto dan Ir. Sofwan, dan ratusan tokoh Islam pimpinan K.H. Taufiqorrahman lalu mengusulkan untuk mendirikan yayasan yang diketuai oleh H. Tjokroaminoto pada 1954.

Mereka lalu menyampaikan rencana itu ke Presiden Soekarno dan ternyata mendapat sambutan hangat. Maka, dimulailah pembangunan Masjid Istiqlal yang berlangsung pada 1961 dan baru diresmikan pada 1978 oleh Presiden Soherto.

Namun, di balik pembangunan masjid bersejarah ini ternyata ada fakta-fakta unik yang patut untuk disimak loh Genhype. Biar enggak penasaran, yuk simak rangkuman Hypeabis.id dalam ulasan berikut. 
 

1. Penentuan Lokasi Masjid

Sebelum menjadi masjid seperti yang kita kenal sekarang, sempat terjadi perbincangan hangat antara Bung Karno dan Bung Hatta. Kala itu Bung Hatta mengusulkan lokasi pembangunan masjid di Jalan M.H. Thamrin (saat ini lokasi hotel Indonesia), sementara Bung Karno di bekas Taman Wilhelmina. 

 

Ilustrasi gambar sumber Masjid Istiqlal

Ilustrasi (sumber gambar: Masjid Istiqlal)




Keduanya sempat berdebat dengan alasan terkait biaya dan efisiensi pemmbangunan, tapi akhirnya Bung Karno memutuskan untuk membangun masjid di di lahan bekas benteng Belanda. Hal ini untuk menunjukan keberagaman dan keharmonisan Indonesia karena di seberangnya sudah berdi Gereja Katedral Jakarta.


2. Arti Nama Istiqlal

Dikenal sebagai salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara nama Istiqlal ternyata juga memiliki makna mendalam. Masjid yang mulai dibangun pada 1961 ini merupakan bentuk rasa syukur bangsaa Indonesia setelah terbebas dari belenggu penjajahan. Untuk mencerminkan nama tersebut maka dipilihlah nama Istiqlal  dari Bahasa Arab yang bermakna merdeka.
 

3. Arsitek Masjid Orang Protestan

Sosok arsitek di balik Masjid Istiqlal adalah Friedrich Silaban. Yang menarik, Silaban adalah seorang Protestan yang berhasil memenangkan sayembara desain Masjid Istiqlal yang diberi nama Ketuhanan.

Rancangan Silaban juga penuh dengan simbolisasi perkembangan Islam dan sejarah Indonesia. Dikutip dari Indonesiakaya, pilar utama masjid berjumlah 12, melambangkan tanggal kelahiran Nabi Muhammad, 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Sementara itu, pilar dengan diameter 45 meter sebagai penanda tahun kemerdekaan Indonesia.


4. Membutuhkan Waktu 17 Tahun

Dirangkum dari laman Masjid Istiqlal pembangunan masjid ini juga berlangsung selama 17 tahun. Pemancangan tiang pertama dilakukan oleh Presiden Soekarno pada 24 Agustus 1961 bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Namun, pembanguan masjid ini tidak berjalan lancar karena adanya situasi politik di Indonesia yang tidak kondusif.  Puncaknya terjadi pada 1965 saat pecah G30S yang membuat pembangunan masjid terhenti sama sekali.


 

Ilustrasi gambar sumber Masjid Istiqlal

Ilustrasi (sumber gambar: Masjid Istiqlal)




Setelah belasan tahun mangkrak, Masjid Istiqlal akhirnya selesai dibangun dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 22 Februari 1978 yang ditandai dengan prasasti yang dipasang di area tangga pintu As-Salam.
 

5. Menara Simbol Keesaan Tuhan

Masjid Istiqlal hanya memiliki satu menara yang menyimbolkan Keesaan Allah SWT. Menara rucing ini memiliki tinggi 6.666 sentimeter yang dengan lapisan marmer. Arti ketinggian menara ini adalah ayat-ayat dalam kita suci Alquran yang berjumlah 6.666 ayat.  Di ujung menara juga terdapat pinnacle dari besi baja dengan diameter 30 meter yang menyimbolkan jumlah juz dalam Alquran.


Editor: Indyah Sutriningrum

 
SEBELUMNYA

Brand Ini Tawarkan Furnitur Outdoor Unik & Fungsional

BERIKUTNYA

Detektif John Corey Karya Nelson DeMille Kembali Jadi Best Seller Lewat The Maze

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: