Tenun Sumba (Sumber gambar: Instagram.com/laelypassions)

Cerita Laely Indah Lestari Sukses Bawa Tenun Sumba Tembus Pasar Internasional

06 November 2022   |   15:00 WIB
Image
Chelsea Venda Hypeabis.id

Tenun Sumba semakin populer di kancah internasional. Baru-baru ini, produk fesyen dengan material utama tenun itu mencuri perhatian di ajang fashion show Front Row Paris 2022. Ketenaran kain Sumba dalam ajang tersebut tak lepas dari sosok Laely Indah Lestari yang meracik kain wastra menjadi produk fesyen bernilai tinggi.

Laely mengaku bersyukur koleksi jenama LAELYIND yang dipamerkannya pada ajang itu disambut positif oleh pembeli dan penikmat dari Benua BiruEropa. Dia mengatakan kain tenun Sumba menjadi salah satu koleksi yang menyedot perhatian pencinta fesyen di sana.

“Mereka sangat excited sekali. Saya sengaja membuat tenun Sumba menjadi fesyen yang lebih sustainable pada ajang tersebut,” katanya kepada Hypeabis.id

Baca jugaESMOD Jakarta Gaungkan Sustainable Fashion dari Desain Mahasiswa
 

Ide tersebut ternyata mendapat apresiasi yang luar biasa. Seluruh koleksi ready to wear yang dibawa Laely terjual habis dalam sekejap di ajang Front Row Paris 2022. Tak hanya itu, pembeli masih banyak yang menghubunginya seusai acara untuk menanyakan ketersediaan koleksinya. Akhirnya, Laely membuka sistem pre order untuk menampung hal tersebut.

Sambutan yang begitu besar terhadap wastra Indonesia membawa angin segar bagi dunia fesyen dalam negeri. Menurutnya, animo yang telah terbangun mesti terus dijaga dengan baik. Laely mengatakan tenun Sumba dipilihnya karena kain tersebut sangat unik. Selain itu, motif dan bentuknya begitu juga memesona. Jadi, ketika diaplikasikan ke dalam fesyen, maka akan menambah nilai estetika dan keindonesiaan.


Belajar Langsung dari Perajin Tenun di Sumba

Sebelum membuat produk fesyen dengan material tenun Sumba, Laely melakukan sejumlah riset mendalam dengan langsung mengunjungi Tanah Sumba. Di sana, dia belajar langsung dari penrajin lokal. Namun, proses riset itu disebutnya cukup menyenangkan. Sebab, dirinya mendalami kain Sumba sembari berwisata budaya di sana.

Ya, selain jadi desainer, Laely juga merupakan culture traveler. “Saya mempelajari secara detail, dari pembuatan awal sampai akhir. Belajar motif, makna, dan cerita dari selembar kain tenun Sumba,” ujar Laely.
 

Laely mengatakan tantangan dalam membuat produk fesyen dari kain wastra ialah soal budaya. Sebab, tenun bukan hanya selembar kain biasa. Di dalamnya, ada motif yang mengandung arti dan filosofi. Menurutnya, wastra sangat berbeda dengan kain tekstil pada umumnya.

Kain wastra benar-benar dibuat dari hati dan setiap lembarnya ada cerita budaya yang sangat menarik dikulik. Oleh karena itu, dirinya sangat memperhatikan bentuk fesyen dan proses pemotongan kain, sehingga tidak merusak makna dari tenun tersebut. Dia tidak ingin mengaburkan keunikan dan cerita dari kain yang sudah memiliki keindahan sedari awalnya.

“Tenun Sumba tidak bisa dikerjakan dalam jumlah banyak. Kain yang eksklusif dibuat satu per satu. Dibuatnya juga dengan proses yang panjang. Jadi, ini adalah karya besar buat bangsa Indonesia,” imbuhnya.


Membawa Budaya Lewat Kain

Laely mengatakan bahwa dirinya ingin membawa budaya Indonesia ke kancah internasional melalui kain. Hal itu pula yang melatarbelakangi terbentuknya jenama miliknya, LAELYIND. Menurutnya, melestarikan budaya bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk melalui fesyen wastra.

“Setiap fesyen yang ditampilkan harus memiliki visi untuk melestarikan budaya Indonesia. Saat ini adalah tenun Sumba,” ujarnya.

Bagi Laely, membuat karya dalam bentuk fesyen itu bukan hanya sekadar imajinasi dan kreavitas saja. Akan tetapi, di dalam prosesnya perlu ada pengetahuan yang dibagi ke pencinta fesyen. Dirinya beranggapan fesyen bukan hanya untuk dikenakan, melainkan punya nilai tertentu.

Ke depan, dia ingin fokus untuk mengembangkan potensi fesyen tenun Sumba. Menurutnya, masih banyak keindahan lain yang belum dikulik dari tenun Sumba. Meskipun demikian, dirinya tak menutup kemungkinan akan menjajal tenun dari daerah lain untuk menjadi koleksi produk fesyen berikutnya. 

Baca jugaFesyen Wastra Punya Peluang Besar di Pasar Global

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Syaiful Millah 
SEBELUMNYA

Suguhan Seni & Inovasi Teknologi dalam Pameran Rekam Masa

BERIKUTNYA

Seniman Optimistis Karya Seni NFT Punya Value Tinggi pada Masa Depan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: