Ilustrasi infinity pool di ubud (Sumber gambar: Unsplash/ Jon Flobrant)

Tip Bangun Infinity Pool ala Resort Ubud di Rumah 

24 October 2022   |   17:36 WIB

Like
Kolam renang infinity atau infinity pool itu memang sekarang lagi hits di media sosial. Kolam renang itu loh, yang didesain seolah tanpa tepi. Biasanya kolam renang ini ada di sejumlah resort atau hotel.  Tertarik? Tenang, kalian juga bisa bikin di rumah. Jadi enggak perlu repot-repot deh pergi ke Ubud Bali buat menikmati infinity pool.

Bentuknya yang unik menjadi kelebihan kolam renang infinity dibandingkan dengan kolam renang konvensional. Dikutip dari Bisnis Indonesia Weekly, arsitek Denny Setiawan menjelaskan, jika kolam renang konvensional memiliki pembatas di sisinya.

Sebaliknya, pada infinity pool tepian tersebut nihil alias dihilangkan. Sebetulnya kesan tak terbatas pada infinity pool, imbuh Denny, tak lain adalah tipuan optikal. 

Baca juga: 5 Tips Desain Etnik untuk Interior, Bikin Rumah Makin Klasik

 “Jadi desain infinity pool adalah upaya menghilangkan tepian atau border. Selain itu, seseorang membangun infinity pool biasanya karena senang dengan suara gemericik air yang tercipta dari kolam renang jenis tersebut,” tutur pemilik firma arsitektur Studio Denny Setiawan itu.

Secara desain, Denny menjelaskan kehadiran infinity pool pada saat ini tak lepas dari tren desain masa kini yang cenderung borderless. Desain yang tidak hanya terdapat pada kolam renang, tetapi juga pada bentuk yang lain. “Coba lihat saja sekarang telepon genggam semakin borderless,” ujarnya. 

Infinity pool rupanya tidak hanya berfungsi sebagai tempat renang, tetapi juga mengangkat suasana suatu hunian. Denny mengatakan, dengan hadirnya kolam renang rumah cenderung tidak panas karena sifat air menjadikan suasana rumah lebih tenang dan sejuk. 

“Saat ada infinity pool di rumah, ambience-nya juga jadi bagus,” tuturnya. 

Tidak cuma suasana, Denny menuturkan dengan desain tanpa tepi ini, air di kolam menjadi lebih bersih. Kotoran seperti dedaunan atau ranting di atas permukaan air, imbuhnya, dapat menepi ke parit-parit kolam renang. Hal itu terjadi karena infinity pool memiliki arus air yang bolak-balik sehingga kotoran-kotoran itu terbawa arus ke tepian. 

Good design and good business. Satu sisi dapat menghemat pengeluaran karena tidak bergantung dengan petugas pembersih kolam yang datangnya cuma enam bulan sekali,” ujarnya. 

Nah bagi kalian yang ingin menghadirkan kolam renang di hunian, Denny memiliki sejumlah catatan terkait hal itu: 
 

Konstruksi

Denny menjelaskan secara umum ‘musuh’ utama kolam renang adalah kebocoran. Oleh sebab itu pengerjaannya harus diperhatikan dengan cermat. Mengenai hal ini, Denny mengatakan, dinding maupun lantai kolam renang harus dibuat setebal minimal 20 sentimeter dan berbahan beton untuk mencegah kebocoran. 

“Beton lebih kuat karena terdapat besi di dalamnya. Sedangkan batu bata tidak disarankan karena lemah. Sebab bata sifatnya pengisi dinding,” ujarnya. 

Adapun, untuk pondasi kolam renang, saran Denny, disesuaikan dengan karakteristik tanah. Jika tanahnya cenderung keras maka lebih baik menggunakan pondasi cakar ayam. Sedangkan untuk tanah keras disarankan menggunakan pondasi pancang.
 
Kemudian guna memunculkan efek tak bertepi, Denny menjelaskan, triknya yaitu tepian kolam dibuat miring ke dalam dan semakin ke ujung makin tinggi tepiannya. Dengan begitu air akan menuju ke tepian dan melewatinya hingga memunculkan efek infinity
 

Tema

Tema, jadi satu hal yang tidak boleh dilewatkan dalam membangun infinity pool. Denny mengatakan, penghuni mesti terlebih dahulu memikirkan tema infinity pool yang hendak diusung sebelum membuat kolam renang. Ada beragam tema yang dapat dicoba penghuni. Mulai dari natural, tropis hingga modern. Tema-tema tersebut, tambah Denny, ada baiknya dicocokkan dengan desain rumah. 

Denny mencontohkan, jika penghuni ingin infinity pool berkesan bersih, tenang, dan terang maka penutup dinding kolamnya dibuat berwarna biru. Dengan demikian, kolam renang akan terasa lebih dining dan bersih. Selanjutnya bila ingin nuansa alami, maka penutup dinding kolamnya dapat dibuat warna hijau. 

Bila ingin lebih hijau lagi, tambah Denny, di sekitar kolam renang dapat dihadirkan tanaman-tanaman sehingga terasa seperti di hutan. “Jadi itulah triknya untuk membuat rumah lebih asyik. Yang terpenting adalah ambience,” ujarnya. 
 

Material 

Denny mengatakan, ada beragam material yang tersedia untuk kolam renang seperti keramik mozaik, batu alam, hingga fiber. Terkait material-material tersebut, imbuh Denny, pemilihannya diselaraskan dengan tema yang hendak dimunculkan oleh penghuni. 

Dijelaskan Denny batu alam seperti andesit dan granit cocok untuk tema tradisional dan natural. Kemudian material keramik mozaik, granit, dan fiber pas untuk tema modern kontemporer yang terkesan jernih dan bersih. 

Di samping itu, detail material di sekitar kolam juga patut diperhatikan. Denny menjelaskan sebelum seseorang menuju kolam renang biasanya dibuat susunan material rumput, koral, dan baru air kolam renang. Untuk batu koral sendiri biasa digunakan untuk menutupi grill (jeruji penutup) di tepi kolam. 

“Kalau grill-nya terlihat kan kurang bagus, jadi disiasati dengan ditutup batu koral agar seolah-olah air yang keluar dari masuk ke batu-batu koral,” ujarnya.

Denny mengingatkan bahwa susunan detail material tersebut tidak baku, tetapi disesuaikan dengan kondisi desain yang ada. Selain material-material itu, penghuni juga dapat menggunakan material kayu untuk lantai di sekitar kolam renang. Kayu tersebut, ujar Denny, didesain dengan gaya decking khas geladak kapal. 

Sayangnya tidak semua kayu tahan air. Oleh sebab itu disarankan Denny menggunakan kayu ulin karena paling tahan terhadap air. Namun, kayu jenis ini sudah sangat jarang ditemui dan tergolong langka. Beberapa alternatif kayu pun bisa dicoba seperti kayu merbau, bangkirai, dan papan semen pengganti kayu. 
 

Posisi

Denny mengatakan, terkait posisi kolam renang sebaiknya berada di bagian belakang hunian untuk alasan privasi. Sebaliknya bila kolam renang berada di depan rumah dikhawatirkan akan cepat terpapar debu dan privasi kurang terjaga. 

Arsitek yang juga dosen ini menuturkan orang-orang di Jakarta kini cenderung lebih nyaman bersantai hingga menjamu teman atau saudaranya ke bagian belakang rumah karena di sana terdapat taman atau kolam renang. Sehingga sudah tepat jika ada infinity pool di bagian belakang rumah. 


Pencahayaan

Faktor lain yang cukup berperan dalam menciptakan suasana infinity pool adalah pencahayaan atau lighting. Pencahayaan di sini adalah pencahayaan dari under lamp water yang berada di dalam kolam. 

Denny menjelaskan pencahayaan di infinity pool harus ditata sebaik mungkin, tidak terlalu terang dan tidak terlalu redup. Pengaturan ini dibutuhkan agar kolam renang dapat bercahaya sehingga memunculkan suasana tertentu. Terkait pencahayaan ini penghuni pun dapat mengkreasikan berbagai warna lampu kolam renang. 

“Seorang arsitek besar berpendapat jika ingin membuat karya arsitek bagus maka harus diperhatikan pencahayaannya,” ujar Denny. 
 

Bentuk

Denny menambahkan kolam renang tanpa tepi sebetulnya tidak memiliki bentuk baku, melainkan disesuaikan dengan desain maupun gaya rumah. Selain itu tidak semua kolam renang infinity dibuat untuk kegiatan renang. Namun, ujar Denny, infinity pool dihadirkan untuk memunculkan suasana tertentu salah satunya dibuat untuk kolam ikan. 

Sehubungan dengan suasana nyaman, Denny mengatakan, penghuni juga dapat mendekatkan ruang favoritnya ke kolam renang infinity. Denny mencontohkan, penghuni dapat mendekatkan kolam renang infinity dengan ruang makan atau ruang keluarga. Dalam beberapa kasus, para arsitek juga mendesain ruang di atas kolam infinity

“Desain itu tidak terbatas selama diwujudkan akan terjadi. Cuma seberapa worth it dan seberapa butuh.”

Baca juga: 5 Ide Desain Interior Geometrik yang Bikin Rumah Makin Estetik

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Gita Carla
SEBELUMNYA

8 Rekomendasi Tempat Meditasi di Jakarta, Cocok Buat Mengusir Stres

BERIKUTNYA

Yuk Tengok Lagi Sejarah & Makna Sumpah Pemuda yang Dirayakan Setiap 28 Oktober

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: