Ringgo Agus Rahman (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Punya 2 Anak, Ini Antisipasi Ringgo Agus Rahman Hadapi Gangguan Ginjal Akut Misterius

20 October 2022   |   11:23 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak belakangan jadi isu kesehatan yang sedang ramai dibicarakan orang. Penyebarannya yang cepat dan penyebabnya yang masih misterius membuat banyak orang tua khawatir dengan perkembangan kasus tersebut.

Aktor Ringgo Agus Rahman rupanya ikut menaruh perhatian lebih pada perkembangan kasus gangguan ginjal akut misterius. Maklum, pemain film Keluarga Cemara itu punya dua anak yang masih kecil.

Baca juga: Heboh Parasetamol, Kemenkes Minta Apotek Setop Jual Obat Sirup

“Ini penyakit menyangkut anak-anak, ya. Dari awalnya di Gambia, kemudian sampai ke sini dan disebut gagal ginjal akut misterius, tentu itu jadi perhatian gue, istri, dan para orang tua lain yang memiliki anak,” ujar Ringgo saat ditemui di kawasan Hutan Plataran, Jakarta.

Ringgo mengaku sangat mengikuti perkembangan kasus gangguan ginjal misterius. Sebab, sampai saat ini penyakit tersebut masih tahap penelitian. Jadi, menurutnya, belum ada panduan baku soal bagaimana mencegah dan mengobatinya jika terkena.

Bapak dua anak ini cukup terkejut ketika mendengar ada imbauan tidak menggunakan obat parasetamol jenis sirup terlebih dahulu pada anak. Sebab, selama ini keluarganya menggunakan jenis obat tersebut ketika anak dirasa demam.
 

Ringgo Agus Rahman (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id

Ringgo Agus Rahman (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id

Sebagai orang tua, dirinya hanya berharap penyebab penyakit tersebut ditemukan lebih cepat. Kemudian, pihak terkait bisa menentukan langkah-langkah yang dilakukan bila anak demam.

Isu kesehatan memang jadi fokus penting bagi keluarga Ringgo. Sebab, dirinya tak ingin kedua anaknya mengalami sakit yang menganggu aktivitas harian mereka.

Ringgo dan istrinya, Sabai Morscheck, bahkan sudah menyetok sejumlah obat serta vitamin untuk antisipasi jika anak tiba-tiba sakit. Ringgo tidak ingin anaknya mengalami sakit berlebih seperti yang dirasakannya sewaktu kecil.

Bapak dua anak ini bercerita bahwa sewaktu kecil dirinya memiliki penyakit asma.  Saat itu dirinya tidak bisa melakukan sejumlah aktivitas seru yang dilakukan banyak anak-anak.
 

Imbauan Kemenkes Soal Penanganan Gagal Ginjal Akut Pada Anak

Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Tata Laksana dan Managemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Atipikal pada anak melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02./2/I/3305/2022.

Surat tersebut bertujuan meningkatkan kewaspadaan dini dan acuan pelayanan kesehatan pada pasien gagal ginjal akut. Dimulai dari diagnosis klinis. Penegakan diagonosis pada anak dengan cara mengamati gejala dan tanda klinis yang dialami pasien, misalnya penurunan jumlah buang air kecil (BAK) atau tidak ada sama sekali BAK.

Kemenkes juga mengeluarkan langkah lanjutan dengan menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal Pada Anak.

Dalam surat tersebut, seluruh apotek untuk sementara tidak diperbolehkan menjual obat bebas dan ata bebas terbatas dalam bentuk sirop kepada masyarakat sampai dilakukan pengumuman resmi dari pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

Gangguan gagal ginjal akut umumnya menyerang anak usia 6 bulan-18 tahun dengan kasus paling banyak terjadi pada balita. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai ialah infeksi saluran cerna, gejala ISPA, jumlah air seni makin berkurang, dan sebagainya.

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Enak & Sehat, Cicipi 3 Ide Menu Olahan Edamame untuk Bekal Anak

BERIKUTNYA

Duh! Air Minum Rumah Tangga di Indonesia Terindikasi Pencemaran Tinja

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: