Sejumlah pelajar menyaksikan film dalam acara Science Film Festival Indonesia 2022 di Jakarta, Selasa (18/10/2022) (Sumber gambar: Hypeabis.id/ Suselo Jati).

Simak Sinopsis 6 Film Pilihan dari Science Film Festival Edisi ke-13

18 October 2022   |   15:56 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Goethe-Institut tengah menggelar Science Film Festival edisi ke-13 yang menampilkan 17 film dari sepuluh negara dan 13 demonstrasi eksperimen. Untuk Genhype yang ingin menyaksikan karya sinema pilihan, festival ini mulai berlangsung dari 18 Oktober sampai dengan 30 November 2022.

Stefan Dreyer, Direktur Regional Goethe-Institut untuk Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru, mengatakan bahwa 17 film internasional yang akan diputar di festival ini merupakan hasil kuratorial ketat dan telah disulihsuarakan ke dalam bahasa Indonesia.

" Dari 90 film yang diterima oleh juri, akhirnya kami memutuskan hanya 17 film yang akan diputar. Film-film ini juga dapat diakses dengan sulihsuara Bahasa Indonesia,” katanya.

Baca juga: Science Film Festival Kembali Digelar, Usung Tema Kesempatan yang Setara di Dunia Sains

Adapun, 10 negara yang berpartisipasi antara lain Afrika Selatan, Austria, Belgia, Chile, Haiti, India, Indonesia, Jerman, Spanyol, dan Thailand. Berikut beberapa pilihan  film yang akan diputar di festival ini:


1. House of Litte Scientists - Bubbles

 

Film ini adalah film kategori hiburan dan pendidikan keluarga dengan sutradara Warinnet Termsirikamol dan produser Be Amazing Entertainment. Film asal Thailand ini merupakan film yang dirilis pada 2021 dengan usia sasaran pembelajar usia dini, yakni 5 – 8 tahun.

Film dengan durasi 9 menit ini bercerita tentang gelembung yang selalu berbentuk seperti bola. Jadi, para penonton film pendek ini akan diajak untuk mengetahui alasan bentuk gelembung yang selalu bulat.


2. House of Little Scientists – Snails

 

Dari sutradara dan produser yang sama dengan pembuat film Bubbles, film pendek yang juga memiliki durasi 9 menit ini bercerita tentang zat tertentu yang terdapat di siput. Zat tersebut membuat siput dapat bergerak. Di film tersebut, para penonton akan mengetahui alasan zat yang terdapat di siput begitu istimewa.


3. Little Teaspoon of Sugar  

 

Film yang berasal dari Afrika Selatan ini memiliki sasaran penonton adalah sekolah dasar usia dari 9 sampai dengan 11 tahun. Berada di kategori hiburan dan pendidikan keluarga, film ini mendapatkan arahan dari sutradara Kabelo Maaka.

Berdurasi 12 menit, film ini bercerita tentang seorang anak bernama Lesedi yang akan memulai perjalanan baru di kelas 8. Lesedi adalah seorang pemain olahraga bola jaring yang bersemangat menyambut hari-hari di SMA yang akan diisi dengan kegiatan seleksi tim, bertemu dengan teman, dan bercerita tentang guru galak di sekolah kepada sang ayah.

Bayangan itu pun kemudian terhenti ketika sang siswa diketahui mengidap diabetes tipe 1. Kehidupan Lesedi seketika mengalami perubahan, dan SMA tidak pernah sama lagi.


4. Nine and a Half Your Reporters: Life With a Prosthesis – Elias has Artificial Legs

 

Film dengan kategori hiburan dan pendidikan keluarga ini merupakan karya dari sutradara Sarah Schreiter. Berasal dari Jerman, film ini memiliki durasi 10 menit dengan usia sasaran penonton adalah 9 – 11 tahun.

Film ini bercerita tentang anak kecil berusia 11 tahun bernama Elias yang harus kehilangan kaki lantaran mengalami kecelakaan. Agar tetap dapat berjalan, sang anak pun menggunakan kaki palsu. Di film ini, sang reporter akan mengikuti kegiatan Elias satu hari penuh, termasuk berkunjung ke sekolah.


5. Nine and a Half Your Reporters: Unimaginable!-What Thoughts Can Move

 

Masih dari sutradara yang sama dengan Nine and a Half Your Reporters: Life With a Prosthesis – Elias has Artificial Legs, film ini akan memperlihatkan para penonton kompetisi pingpong istimewa lantaran menggunakan pikiran alih-alih menggunakan bet.

Para penonton dapat melihat bagaimana penelitian Dr. Surjo Soekadar yang membuat orang yang mengalami kelumpuhan bisa menggerakan tangan lagi.


6. Let’s Make a Difference – SMA Ignatius Global School Palembang

 

Film ini adalah film dengan kategori tanpa dialog dan film pendek sains yang merupakan karya Audrey Tsabita Paneja, asal Indonesia. Let’s Make a Difference berdurasi 4 menit dengan usia sasaran sekolah menengah atau 12 – 16 tahun.

Film ini mengusung tema Menjadi Ahli Keberlanjutan! Hindari Plastik dan Menjadi Ahli Konservasi Lingkungan Hidup! Tenaga Surya. Film ini merupakan salah satu produk latihan yagn dibuat oleh SMA Ignatius Global School Palembang.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

7 Tip Diving untuk Pemula agar Menyelam dengan Aman

BERIKUTNYA

Daftar Pemenang Ballon d’Or 2022, Karim Benzema Berhasil Geser Lionel Messi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: