Pertunjukan tari balet Balloon! dari Astra Roma Ballet di Gedung Teater Ciputra Artpreneur, Jakarta (Sumber gambar: Astra Roma Ballet)

Lincah & Humor Penari Balet Italia dalam Pertunjukan Balloon!

05 October 2022   |   12:30 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Malam yang dingin selepas hujan nyatanya tak menyurutkan langkah ratusan orang untuk bergegas ke Gedung Teater Ciputra Artpreneur. Mereka tampak antusias untuk menyaksikan pertunjukan tari Balloon! persembahan dari kelompok tari asal Italia, Astra Roma Ballet, yang digelar pekan lalu.

Tepat setelah pembawa acara membuka pertunjukan, terdengar suara narator yang mengisahkan pengantar cerita. Pertunjukan Balloon! dibuka dengan kisah bagian pertama yang berjudul A New World karya koreografer Fausto Paparozzi, dan dilanjutkan dengan bagian kedua yakni Time Score karya koreografer Giada Primiano.

Meski dengan tata cahaya panggung dan properti yang terbilang minim, keenam penari yang memiliki latar belakang sebagai balerina menunjukkan kelenturan gerakan yang apik dan indah. Semua itu kian hidup dengan iringan musik yang dinamis, mengikuti tiap emosi yang dicurahkan oleh penari.

Baca juga: Fitri Setyaningsih Sukses Gelar Pertunjukan Tari Slepp Paralysis di Musim Seni Salihara 2022

Balloon! menyuguhkan pertunjukan tari kolaborasi antara balet klasik dan kontemporer. Mengangkat topikterkini seperti perkembangan teknologi, transisi digital, dan dampak emosionalnya pada manusia. Semua itu disajikan melalui bahasa tari universal, yang berpadu dengan citra komik, suara, musik, dan gambar.

Hadir untuk menonton, Pengajar dan Penari Namarina Youth Dance Jakarta, Felicia Harenya Suniastari, menyebut Astra Roma Ballet menghadirkan pertunjukan yang cukup menyegarkan lantaran mengambil tema cerita yang relevan untuk saat ini, serta menyelipkan elemen humor yang menghibur.

Sebab, menurutnya, untuk menyajikan koreografi balet yang humoris itu lebih sulit ketimbang gerakan indah dengan suasana emosi yang sendu. Terlebih, Feli juga menyebut bahwa kehadiran narator dalam sebuah pertunjukan tari balet terbilang cukup jarang.

"Karena kalau humor menurut aku timing, lagu, dan ekspresinya harus pas. Jadi karena ada sensasi humornya di dua pertunjukan tadi, aku bisa enjoy nontonnya," katanya kepada Hypeabis.id.

Baca juga: Pesan di Balik Kemegahan Tari Klasik Surakarta
 

f

Pertunjukan tari balet Balloon! dari Astra Roma Ballet di Gedung Theater Ciputra Artpreneur, Jakarta (Sumber gambar: Astra Roma Ballet)

Dari sisi komposisi, perempuan yang akrab disapa Feli itu menilai Balloon! menyuguhkan pertunjukan visual dan audio yang menarik. Menurutnya, koreografi para penari harmonis dengan musik, sehingga menguatkan suasana tiap emosi yang ada. Begitupun dari sisi tata cahaya panggung, dia menilai pergantian tiap warnanya terlihat mulus.

Dia juga menyatakan pertunjukan kian menarik lantaran banyak menghadirkan koreografi padede dan lifts. Padede adalah tarian yang dilakukan dua penari yang biasanya pria dan wanita, sedangkan lifts adalah gerakan dimana penari perempuan diangkat oleh penari laki-laki.

Dengan jumlah penari yang cukup minim, lanjutnya, Astra Roma Balet mampu menghadirkan pertunjukan dengan narasi yang variatif, karakter yang beragam, termasuk beberapa kali pergantian kostum untuk menyesuaikan kebutuhan cerita.

"Kreativitas mereka itu disitu. Hanya dengan enam penari tapi jadi banyak cerita yang disampaikan. Aku salut banget sama penarinya, mereka bisa membawakan rentang ekspresi, emosi, dan gerakannya itu luas banget," imbuhnya.

Baca juga: Terkenal Hingga Mancanegara, Yuk Ketahui Sejarah Tari Merak
 

Proses Persiapan

Koreografer dan Direktur Astra Roma Ballet, Diana Ferrara, mengatakan Balloon! merupakan karya pertunjukan yang baru dan orisinal yang dibuat olehnya dan tim, yang berbeda dari pertunjukan-pertunjukan sebelumnya.

Dalam prosesnya, dia menggandeng dua koreografer dan empat penari muda yang dinilai memiliki kemampuan mumpuni dan pengalaman yang panjang. Mereka adalah Fausto Paparozzi, Giada Primiano, Laura Guarisco, Giorgia Montepaone, Alessandro Scavello dan Alex Provinciali.

"Ini adalah pertunjukan yang spesial karena karya orisinal dari koreografer. Pertunjukan ini menarik bukan hanya karena koreografinya, tapi juga cerita di setiap bagiannya," katanya.

Untuk mempersiapkan pertunjukan ini, Diana mengatakan membutuhkan waktu sekitar dua bulan dengan intensitas latihan selama 5-7 jam setiap harinya. Sebelum ditampilkan di Jakarta, pertunjukan Balloon! sendiri telah digelar di Italia sebanyak empat kali pada Juli-Agustus 2022.

"Konsep pertunjukan ini sudah dipikirkan sejak Januari tahun ini, dan pengerjaannya baru mulai bulan Juni. Jadi ini adalah pertunjukan pertama yang digelar di luar Italia," imbuhnya.

Baca juga: Erasmus Huis Sajikan Pertunjukan Tari Tjampoer, Kolaborasi Seni Indonesia & Belanda
 

Pertunjukan tari balet Balloon! dari Astra Roma Ballet di Gedung Theater Ciputra Artpreneur, Jakarta (Sumber gambar: Astra Roma Ballet)

Pertunjukan tari balet Balloon! dari Astra Roma Ballet di Gedung Theater Ciputra Artpreneur, Jakarta (Sumber gambar: Astra Roma Ballet)

Koreografer Giada Primiano mengatakan tarian merupakan ekspresi dari perasaan. Namun, dalam pertunjukan ini, para penari harus berhadapan dengan media robot yang tidak memiliki perasaan.

Oleh karena itu, dia menyebut bahwa semua penari dalam pertunjukan ini mencoba untuk mengungkapkan ekspresi secara terbuka. "Ini sebenarnya pertunjukan yang ironis tetapi juga menghibur, sekaligus memberikan ruang merenung," terangnya.

Dia mengaku kesulitan lain dalam menyajikan pertunjukan ini juga adalah ketika mengombinasikan tarian balet klasik dan kontemporer. Menurutnya, kedua kemampuan itu adalah satu hal yang penting yang harus dikuasai oleh seorang penari balet.

"Kami memang berasal dari tempat yang sangat jauh dari Indonesia, tapi saya rasa di pertunjukan ini, semua orang bisa melihat gambaran dari dirinya," imbuh Giada.

Selain menggelar pertunjukan, tim Astra Roma Ballet juga akan melakukan workshop yang bekerja sama dengan dua kampus seni di Indonesia yaitu Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, serta Museum Puri Lukisan Ratna Wartha.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Melihat Wajah Keberagaman Indonesia di Atas Kanvas Para Seniman

BERIKUTNYA

Mengenal Alat Musik Kalimba, Cara Memainkan & Manfaatnya untuk Tubuh

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: