Salah satu peraih penghargaan Aga Khan, Argo Contemporary Art Museum Cultural Center (Sumber gambar: Aga Khan Trust for Culture/Deed Studio)

Intip 6 Karya Arsitektur Peraih Aga Khan Award for Architecture 2022, Salah Satunya Bandara Banyuwangi

27 September 2022   |   16:54 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Sebanyak enam karya arsitektur dari berbagai negara terpilih dalam ajang Aga Khan Award for Architecture (AKAA) 2022, pada 22 September lalu. Bangunan-bangunan itu dianggap memenuhi kebutuhan fisik, sosial, serta merespons aspirasi budaya masyarakat setempat. Salah satunya berasal dari Indonesia. 

Untuk menjadi pemenang dalam perhelatan ini, karya-karya arsitektur itu lebih dahulu harus melewati proses penjurian. Dalam pertemuan pada Februari 2022, para juri mengumumkan shortlisted 20 proyek dari 463 karya yang dinominasikan untuk ajang tersebut. Daftar itu kemudian diseleksi lagi menjadi enem pemenang.

Baca juga: Pesona Arsitektur Kolonial di Masjid Nur Sulaiman

Hal yang bikin bangga Indonesia adalah satu di antara pemenang itu berasal dari Indonesia. Proyek arsitektur itu adalah Bandara Internasional Banyuwangi di Jawa Timur. Bandara karya arsitek Andra Matin dinobatkan sebagai salah satu karya arsitektur terbaik versi Aga Khan Award for Architecture. 

Selain bandara di Internasional di Banyuwangi, terdapat lima karya lainnya yang dinilai menerapkan standar pengembangan, peningkatan lingkungan, restorasi dan konservasi area dalam penerapan bidang arsitektur.

Dalam keterangan resmi penyelenggara, para pemenang tersebut akan mendapatkan hadiah sebesar US$1 juta dolar AS yang dibagi untuk 6 pemenang. 

Penasaran dengan dengan rupa enam proyek arsitektur tersebut, yuk simak informasi di bawah ini. 
 

1. Ruang Komunal Pengungsi Rohingya, Cox’s Bazar (Bangladesh)

 

Community Spaces Rohingya (Sumber gambar: Aga Khan Trust for Culture /Asif Salman

Cox's Bazar (Sumber gambar: Aga Khan Trust for Culture /Asif Salman

Cox's Bazar merupakan lokasi khusus yang dibangun untuk masyarakat Rohingnya. Bangunan ini dianggap telah memberikan respons secara bermartabat, sensitif dan cerdas bagi para pengungsi tersebut yang menuju ke Bangladesh.

Menurut AKAA, konsep bangunan dan desain yang terdiri a astenam ruang untuk warga Rohingnya itu  merupakan hasil perencanaan tepat, kemitraan solid, serta inklusif dalam mendefinisikan kebutuhan ruang spasial serta fungsinya yang baik.
 

2. Bandara Internasional Banyuwangi (Indonesia)

 

Bandara Banyuwangi (Sumber gambar: Aga Khan Trust for Culture/Mario Wibowo)

Bandara Banyuwangi (Sumber gambar: Aga Khan Trust for Culture/Mario Wibowo)

Sebagaimana disebutkan di awal, Bandar Udara Internasional Banyuwangi juga masuk ke dalam daftar pemenang AKAA. Bandara ini dinilai memiliki pendekatan desain yang sadar konsep berkelanjutan, karena menjadi bandara hijau pertama yang dibangun di tengah sawah.

Menurut para juri, bandara yang terletak di desa Blimbingsari, Banyuwangi  ini memperluas perspektif bahasa lanskap modern, yang menggabungkan arsitektur, fungsionalitas, dan pengaturan disposisi yang baik, sehingga nyaman untuk dilihat dan digunakan.

Baca juga: Heboh Lokasi Syuting KKN di Desa Penari, Ini 5 Spot Wisata Ciamik di Banyuwangi
 

3. Argo Contemporary Art Museum and Cultural Centre, Tehran (Iran)

 

Argo Contemporary Art Museum Cultural Center (Sumber gambar: Aga Khan Trust for Culture/Deed Studio)

Argo Contemporary Art Museum Cultural Center (Sumber gambar: Aga Khan Trust for Culture/Deed Studio)

Museum seni yang dibangun dari bekas pabrik bir, yang kegiatan produksinya  berhenti 10 tahun sebelum revolusi Iran, atau pada 1978, ini juga dianggap memenuhi kriteria pemenang ajang AKAA.

Hal ini karena, dari reruntuhan aslinya bangunan ini kemudian  berhasil disulap jadi gedung baru dengan pendekatan yang lebih halus, di mana tempat ini akhirnya dijadikan sebagai ruang pameran, bincang film, dan kegiatan seni lainnya.
 

4. Urban River Spaces, Jhenaidah (Bangladesh)

 

Urban River Spaces - Aga Khan - Asif Salman

Urban River Spaces (Sumber gambar: Sumber gambar: Aga Khan Trust for Culture/Asif Salman)

Proyek pembangunan tepi sungai di Bangladesh ini juga disorot, lantaran berhasil membuat ruang publik baru bagi masyarakat. Lokasi ini sebelumnya adalah tempat pembuangan sampah, kemudian disulap menjadi tempat multifungsi.

Langkah tersebut menurut AKAA juga tak lepas dari keterlibatan para perempuan dan kaum marjinal di sana yang berhasil mengembalikan degradasi ekologis dari sungai sehingga dapat menjadi ruang temu dan dinikmati  kembali oleh masyarakat. 
 

5. Renovation of Renovasi Niemeyer Guest House, Tripoli (Lebanon)

 

Renovation of niemeyer guest house (Sumber gambar: Aga Khan Trust for Culture/Cemal Emden)

Renovation of niemeyer guest house (Sumber gambar: Aga Khan Trust for Culture/Cemal Emden)

Niemeyer Guest House merupakan sebuah bangunan yang dirancang oleh arsitek terkenal dari Brasil, Oscar Niemeyer. Pembangunan gedung ini dimulai pada 1962, tapi proyek tersebut belum selesai. Hal itu karena perang saudara keburu pecah di Lebanon.

Kini, bangunan tersebut berhasil direnovasi dan menjadi bagian dari pameran internasional Rachid Karami (RKIF), meski gejolak ekonomi masih terjadi di sana. Proyek arsitektur ini  diketahui terletak di pinggiran Tripoli yang merupakan salah satu kota pelabuhan terindah di Lebanon.
 

6. Kamanar Secondary School, Thionck Essyl (Senegal)

 

Kamanar Secondary School (Sumber gambar: Aga Khan Trust for Culture/Amir Anoushfar)

Kamanar Secondary School (Sumber gambar: Aga Khan Trust for Culture/Amir Anoushfar)

Salah satu sekolah di Senegal ini juga berhasil menjadi pemenang AKAA karena ruang-ruang kelasnya dibangun dengan bahan-bahan ramah lingkungan, di bawah naungan kanopi pohon yang sudah ada sejak lama di lingkungan tersebut.

Teduhnya rindang  pohon di kawasan sekolah tersebut juga menjadi ruang sosial antara guru dan murid di sana untuk membangun komunikasi sekaligus tempat bertukar pikiran saat jam istirahat berlangsung. 

Baca juga: Indahnya Harmoni Arsitektur Timteng dan Melayu di Masjid Raya Sultan Riau

Editor: Dika Irawan
 

SEBELUMNYA

Gucci Curi Perhatian di Milan Fashion Week, Tampilkan 68 Pasang Model Kembar

BERIKUTNYA

7 Pilihan Tas Sesuai Acara, Genhype Jangan Sampai Salah Kostum

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: