Ilustrasi makanan yang pas untuk diet. (Sumber gambar : Freepik/KamranAydinov)

Apa Itu Diet Defisit Kalori? Simak Penjelasan Pakarnya

13 September 2022   |   07:08 WIB

Diet defisit kalori menjadi tren dalam beberapa waktu terakhir. Jenis diet ini merupakan pengaturan pola makan dengan lebih sedikit mengonsumsi jumlah kalori dibandingkan dengan aktivitas fisik yang memerlukan banyak energi.

Health Communicator Kalbe Nutritionals, dr. Dewi Virdianti, mencontohkan seseorang yang ingin menurunkan berat badan, melakukan diet dengan mengurangi asupan sekitar 500 kalori per hari dari kebutuhan kalorinya sehari-hari untuk orang normal yaitu di 2.000 kalori.

Baca juga: 4 Resep Makanan Diet Kekinian, Murah dan Praktis

Dia menjelaskan, diet jenis ini mengharuskan prinsip diet sehat, yaitu memperhatikan jenis makanan dan jumlahnya. Jenis makanan termasuk protein, sayur-sayuran, buah-buahan, hingga seberapa banyak dan sering mengonsumsi junkfood. Bisa juga dengan mengonsumsi makanan yang dapat membuat kenyang lebih lama, seperti oatmeal, ubi, kentang, talas, dan singkong.

Jadwal makan sehari-hari juga penting diperhatikan. Dalam hal ini, bukan berarti orang diet tidak butuh sarapan, tidak makan malam, tidak makan siang. Selain itu, diikuti dengan aktivitas fisik yang konsisten dan teratur, sehingga menjadikan pola tersebut sebagai kebiasaan atau perubahan perilaku.

Apabila ingin menurunkan berat badan dengan diet yang tidak tepat dan tidak mengukuti pola gizi seimbang, Dewi menyebut akan berisiko terjadi komplikasi lain, termasuk juga terjadi rebound.

Untuk kalian ketahui, rebound merupakan kondisi berat badan kembali meningkat setelah program diet selesai, karena nafsu makan lebih tinggi. Ini disebabkan ketika kekurangan karbohidrat, dan akhirnya tubuh akan meminta karbohidrat lebih banyak.

“Jadi kalau kegiatan sehari-hari kita hanya kebanyakan duduk atau rebahan, maka asupan kalorinya juga harus dikurangi. Tapi kalau aktivitasnya banyak, kita rajin olahraga, maka asupan kalorinya bisa 2000 atau bahkan bisa lebih,” jelasnya.

Pengaturan pola makan berarti gizi juga akan seimbang juga patut diperhatikan. Konsumsi karbohidrat harus dilakukan moderat, tidak berlebiha. Diet ini juga merekomendasikan untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi lemak.

Menurut Dewi pola makan gizi seimbang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya malnutrisi selama diet. Malnutrisi merupakan kelainan asupan nutrisi atau ketidakseimbangan. Baik kelebihan nutrisi yang menyebabkan obesitas (overweight) atau kekurangan nutrisi (tubuh kurus) yang berisiko munculnya penyakit lain. 

Apabila terjadi malnutrisi, tubuh mudah pegal-pegal, lemas, terjadi gangguan sistem imun dan pembentukan hormon karena kekurangan protein, otot terasa keram akibat kekurangan kalsium, bahkan pingsan karena kehabisan energi. Salah satu cara tepat dalam mengukur porsi makan tanpa diet menurut Dewi yakni dengan pola Isi Piringku. 

Artinya, pada satu per tiga piring diisi dengan makanan pokok, satu per tiga lainnya diisi sayur-sayuran, serta satu per tiga terakhir diisi dengan lauk dan buah. Kemudian, bisa ditambah susu sebagai snacking. "Tapi susunya juga diperhatikan yang kalorinya juga tidak tinggi," imbuhnya.

Baca juga: 4 Resep Makanan Diet Kekinian, Murah dan Praktis!

Idealnya, untuk menurunkan berat badan manusia, membutuhkan sekitar 1200-1500 kalori per hari, namun untuk mengetahui kebutuhan kalori harian setiap orang harus meneysuaikan Indeks Massa Tubuhmasing-masing. 

Editor: Dika Irawan 
SEBELUMNYA

Ada Instalasi BTS di Gandaria City, Kuy Lah Samperin

BERIKUTNYA

Ramai Soal Hacker Bjorka, Hati-hati Deh Sebarkan Data Pribadi di Dunia Maya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: