Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (Sumber gambar: Palari Films)

Begini Skema Pendanaan dari Pemerintah untuk Film-film di Festival Dunia

07 September 2022   |   13:00 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Like
Film Indonesia makin mendapatkan tempat di kancah publik internasional. Selama pandemi atau tepatnya dalam kurun waktu dua tahun terakhir, tercatat ada beberapa film besutan karya anak bangsa yang melenggang di berbagai ajang festival film bergengsi dunia. 

Untuk tahun ini saja, tercatat ada empat film yang mengikuti ajang festival film internasional yakni Before, Now, and Then (Nana) di Berlin International Film Festival, Inang di Bucheon International Film Festival, Dancing Color di Locarno Film Festival, serta Autobiography di Venice International Film Festival dan Toronto International Film Festival.

Tak hanya tayang perdana, beberapa film Indonesia juga turut mengikuti kompetisi dan bersaing dengan film-film dari berbagai dunia, hingga berhasil menyabet berbagai penghargaan pada kesempatan tersebut. 

Sebut saja film Yuni garapan sutradara Kamila Andini yang berhasil meraih Platform Prize di Toronto International Film Festival 2021. Selain itu, ada film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas garapan sutradara Edwin yang berhasil memenangkan Golden Leopard, penghargaan tertinggi pada ajang Locarno Film Festival 2021.

Baca juga: Tayang di Festival Film Venice, Autobiography Dapat 4 Menit Standing Ovation 

 

Pemerintah pun hadir memberikan dukungan baik dalam bentuk moril maupun pendanaan bagi film-film yang tampil dan berkompetisi di ajang festival internasional tersebut. 

Direktur Perfilman, Musik, dan Media Direktorat Jenderal Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra, mengatakan saat ini pemerintah telah menyediakan dua skema pendanaan untuk film-film lokal yang akan berlaga di festival internasional yakni matching fund dan travel grant dalam program Dana Indonesiana atau dana abadi.

Dana Indonesiana merupakan kegiatan pendukungan berupa fasilitas dana hibah yang diberikan kepada suatu kelompok kebudayaan atau perseorangan di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 

Baca juga: Film Inang & Horor Keliling Bakal Tayang Perdana di Festival Film BiFan 2022

Dalam realisasinya, Ahmad menjelaskan sebuah proyek film bisa mendapatkan matching fund, yakni pendanaan produksi yang diberikan kepada sebuah proyek film. Namun, dengan catatan, film itu telah melakukan koproduksi dengan pihak laboratorium film dari luar negeri.

Selain matching fund, ada juga skema pendanaan travel grant, yang diperuntukkan untuk keperluan akomodasi tim produksi film untuk menghadiri ajang festival film internasional.

"Kami punya daftar festival film [internasional] yang kredibel. Kalau film kita [Indonesia] masuk di festival itu, kita tentu berkomitmen untuk mendukung perjalanan mereka dan sebagainya," kata Ahmad saat dihubungi Hypeabis.id.


Pengajuan 

Sebelum mendapatkan pendanaan tersebut, Ahmad menjelaskan  tim produksi harus melampirkan proposal yang memuat tentang profil proyek film, permohonan fasilitas yang dibutuhkan, termasuk melampirkan bukti bahwa film tersebut telah mendapatkan undangan dari pihak penyelenggara suatu festival film internasional. Nantinya, proposal itu akan melewati proses kurasi.

Untuk skema matching fund, papar Ahmad, tiap proyek film akan mendapatkan pendanaan maksimal Rp1,5 miliar, sementara untuk keperluan travel grant, nominalnya tidak menentu tergantung hasil diskusi dengan pihak Dana Indonesiana dan tim produksi, termasuk mempertimbangkan ketersediaan anggaran.

Lebih lanjut, dia mengatakan dengan dukungan pendanaan yang diberikan, diharapkan film-film yang tampil di festival film internasional dapat membawa nama Indonesia sekaligus menjadi ajang diplomasi melalui produk kebudayaan.

Selain itu, semakin banyaknya film yang didanai dan tampil di ajang internasional juga dinilai mampu semakin menguatkan ekosistem perfilman di dalam negeri. "Itu juga membuat semangat sineas-sineas untuk lebih banyak berkarya, sehingga tidak mandek di nasional saja tapi juga di tingkat internasional," jelas Ahmad. 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Tutup Tokonya di Indonesia? Ini Penjelasan Beard Papa's Global

BERIKUTNYA

Dari Dubai hingga Cancun, Menikmati Berbagai Tujuan Wisata Terbaik 2022

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: