Carl and Claire (sumber gambar : carlandclaire)

Mau Bisnis Parfum? Yuk Belajar dari Pemilik Brand Minyak Wangi Lokal Ini

06 September 2022   |   20:30 WIB
Image
Dewi Andriani Hypeabis.id

Parfum merupakan salah satu item penting yang sering digunakan sebagian besar orang. Tidak hanya untuk memberikan sentuhan aroma wangi, parfum juga menjadi salah satu aspek yang digunakan dalam membangun kepercayaan diri dan menjadi semacam identitas seseorang.

Hal ini yang mendorong Nouva Puspita untuk masuk dalam bisnis parfum, meskipun saat industri skincare dan makeup lokal menjadi primadona. Melalui brand bisnisnya Carl & Claire, Nouva sukses membawa serangkaian aroma parfum menarik untuk menciptakan rasa percaya diri bagi para penggunanya.

Baca juga: Berbisnis Sambil Kuliah, Yuk Belajar dari Pengalaman Mahasiswi Ini!

Hadirnya Carl & Claire didasari oleh tren yang terus berkembang serta kebutuhan masyarakat Indonesia akan produk wewangian berkualitas tinggi, tetapi dengan harga bersahabat. Walau diawali dengan keraguan, tetapi semua terpatahkan dengan rasa kuriositas Nouva dan keberaniannya mengulik lebih dalam mengenai potensi dan peluang berbisnis parfum.

Demi mewujudkan mimpinya tersebut, pada 2019 Nouva akhirnya mengawali perjalanan bisnis parfumnya dari pasar offline hingga akhirnya sukses mengembangkan market di ranah digital. Melalui ragam produk Carl & Claire, Nouva berupaya membawa sisi baru untuk memajukan industri parfum lokal dengan menghadirkan karya parfum yang inovatif dan berkualitas. 

Nouva Puspita, CEO dari Carl & Claire mengatakan meski saat itu peta persaingan industri didominasi para pemain bisnis lama, dan sudah memiliki nama besar tetapi tekadnya untuk terus belajar justru mengantarkannya pada pencapaiannya saat ini.

"Perjalanan kami memang tidak serta merta terbilang mulus, banyak tantangan yang kerap dihadapi," ujarnya.

Salah satunya saat tahun pertama Carl & Claire hadir dengan memasarkan sebanyak 30 varian koleksi, yang dijual tanpa meriset kebutuhan konsumen terlebih dahulu, justru membuat penjualan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Bahkan membuat sebagian besar pembeli merasa bingung dengan banyaknya variasi yang ditawarkan.

Belajar dari kegagalan tersebut, kini ragam koleksi parfumnya selalu berdasarkan pemetaan konsep yang diklasifikasikan berlandaskan kebutuhan, tren, dan karakter penggunanya. 

Nouva sendiri mengawali perjalanan bisnisnya dengan mengikuti bazar secara offline. Dari situ dia banyak belajar dan mengumpulkan informasi melalui interaksi langsung. Mulai dari mengetahui lebih dalam serba serbi parfum dari kacamata konsumen, faktor yang menjadi daya tarik, dan belajar memahami perilaku belanja konsumen.

Dari bazar tersebut dia mendapatkan pembelajaran dalam perjalanan bisnis. Misalnya dari stok yang diperkirakan bakal laku selama tujuh hari pameran, justru hanya berhasil terjual lima botol selama dua hari berlangsung.

"Kami juga sudah menyiapkan ribuan botol untuk penjualan produk terbaru, kenyataannya di lapangan hanya terjual puluhan unit," ujarnya.

Hal itu menjadi pembelajaran besar dalam perjalanan bisnisnya di industri parfum ini, dan Nouva pun mengkaji apa yang menjadi pemicu kegagalan dan mencari formula penanganannya. Seperti halnya saat Carl & Claire dihadapkan pada situasi pandemi yang memaksanya untuk menyusun ulang strategi penjualan dan beradaptasi dengan cara baru.

Keterbatasan ruang gerak serta perubahan perilaku konsumen, membuat Carl & Claire lebih fokus memanfaatkan ranah digital untuk lebih dekat dengan konsumen. Mulai dari pembuatan konten menarik hingga memanfaatkan platform e-commerce yang dapat memperluas jangkauan serta kemudahan akses bagi konsumen.

Baca juga: 5 Indikator Kesuksesan Wajib Diperhatikan saat Merintis Bisnis

Dengan memanfaatkan fitur dan program yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan market baik pembeli maupun penjual butuhkan, Carl & Claire merasakan pengaruh positif dalam perluasan jangkauan produk, mengembangkan toko, dan pertumbuhan penjualan.

Terbukti hingga saat ini salah satu produk favorit dari Carl & Claire, Black Orchid Perfume selalu terjual habis setiap mengikuti kampanye. Antusiasme pengguna juga terlihat pada beberapa produk favorit di e-commerce antara lain Rosie Collection, Delicate, Lady dan Travel Size 12 ml.

Editor: Fajar Sidik
SEBELUMNYA

Ternyata untuk Menikmati Kopi, Ada Banyak Proses yang Harus Dilewati

BERIKUTNYA

Begini 4 Cara Cek Kebocoran Data Pribadi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: