Ilustrasi pria sakit (sumber gambar: Freepik)

Waspada! Penyakit Pembesaran Prostat Jinak Mengintai Banyak Pria

01 September 2022   |   15:49 WIB
Image
Chelsea Venda Hypeabis.id

Pembesaran prostat jinak atau benign prostate hyperplasia (BPH) agaknya mulai harus diwaspadai oleh para pria. Sebab, penyakit ini banyak dialami oleh para pria dengan tingkat keparahan dan gejala yang berbeda. Namun, yang parah bisa sampai menjadi kanker prostat.

Belum diketahui apa yang menjadi penyebab prostat jinak secara spesifik. Di sisi lain, pembesaran prostat jinak yang telah menjadi kanker prostat stadium awal juga hampir selalu tanpa gejala. Umumnya, kecurigaan baru meningkat ketika adanya gejala, seperti nyeri tulang, penekanan sumsum tulang belakang, atau fraktur patologis.

Dokter Spesialis Urologi RSU Bunda Jakarta Ponco Birowo mengatakan pembesaran prostat jinak telah jadi penyakit yang memengaruhi banyak pria di dunia. Pada 2010, prevalensinya lebih dari 210 juta pria. Gangguan prostat memang menjadi salah satu gangguan terbanyak di bidang urologi yang terjadi pada pria. Praktis, hal itu juga jadi tantangan yang dihadapi para pria terkait dengan kualitas hidup mereka, terutama saat usia mulai senja.

“Hampir 50% pria di atas usia 50 tahun dan 80% pria di atas usia 80 tahun mengalami gejala pembesaran prostat jinak. Prevalensinya meningkat karena peningkatan faktor risiko metabolik yang dapat dimodifikasi, seperti obesitas,” kata Ponco dalam webinar VMB: Robotic Radical Prostatectomy, Kamis (1/9).

Baca juga: Intip 3 Inovasi Teknologi Medis Terbaru, Dari Restorasi Gigi Sampai Atasi Prostat

Obesitas pada pria sering kali dikaitkan dengan peningkatan risiko pembesaran prostat jinak dan peningkatan keparahan gejalanya. Jika sudah demikian, strategi mengurangi risikonya ialah dengan penurunan berat badan, peningkatan aktivitas fisik, dan mengurangi konsumsi kafein serta alkohol.

Namun, sebagian besar pembesaran prostat jinak sebenarnya tidak mengancam nyawa, tetapi penyakit ini akan mengganggu kualitas hidup si pasien. Adapun yang perlu diwaspadai ialah bila telah berubah menjadi kanker prostat meski jumlah penderitanya tidak sebanyak prostat jinak.

Kanker prostat biasanya tidak menimbulkan gejala-gejala tertentu ketika masih pada stadium awal. Namun, pada tahapan selanjutnya penyakit ini mulai menunjukkan tanda-tanda yang bisa diperhatikan.

Tanda-tanda tersebut mulai kesulitan buang air kecil, kekuatan pancaran aliran urin menurun, ada darah dalam urin atau mani, sakit tulang, berat badan turun, hingga disfungsi ereksi. Faktor usia yang makin tua, ras, sejarah keluarga, obesitas, diet, gaya hidup, dan mutasi genetik akan meningkatkan risiko lebih pada pria.

Hal senada juga dikatakan Dokter Spesialis Urologi RSU Bunda Jakarta Sigit Sholichin. Dia menambahkan deteksi dini menjadi kunci keberhasilan penanganan kanker prostat. Jika makin cepat dideteksi, angka keberhasilan penyembuhannya akan makin tinggi juga.

Namun, masyarakat diimbau tak perlu khawatir karena sejumlah rumah sakit di Indonesia sudah punya teknologi canggih untuk membantu penyembuhannya. Salah satunya ialah dengan teknologi bedah robotik. Teknologi bedah robotik kini memang terus berkembang di Asia Pasifik. Tren penggunakan teknologi tersebut pada bidang kedokteran terus meningkat dari 2010 hingga sekarang, terutama di bidang urologi.

Teknologi yang digunakan mulai biopsi prospat robotik sampai dengan operasi radikal prostatektomi. Adanya teknologi robotik di Indonesia ini tentu jadi kabar yang menggembirakan. Sebab, masyarakat jadi tidak perlu lagi pergi ke luar negeri hanya untuk berobat.

“RSU Bunda Jakarta melalui Urology Center menawarkan layanan penanganan gangguan prostat dalam satu paket layanan yang terintegrasi, dari diagnostik sampai terapi mutakhir. Di Indonesia, RSU Bunda Jakarta Urology Center merupakan pelopor teknologi bedah robot ini,” ujar Sigit.


Editor: Indyah Sutriningrum
SEBELUMNYA

Mumun Mulai 'Gentayangan' di Bioskop Hari Ini, Berikut Daftar Pemainnya

BERIKUTNYA

'Love on the Brain' dan 'Soul Taken' Jadi Novel Terlaris

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: