Ilustrasi resign dari kerja (Sumber gambar: Freepik)

5 Persiapan Keuangan Sebelum Kalian Resign

30 August 2022   |   14:57 WIB

Tak ada salahnya, jika kalian ingin berganti-ganti kantor. Mungkin kalian mau mencari tantangan baru atau memperoleh penghasilan yang lebih banyak. Sah-sah saja. Namun, keputusan untuk resign ini sebaiknya tidak dilakukan secara tergesa-gesa atau hanya bermodalkan emosi. 

Melainkan, kalian perlu menyiapkan sejumlah bekal. Salah satunya bekal persiapan keuangan sebelum melangkah lebih lanjut. Di sini, diperlukan strategi dan perhitungan yang matang sebelum benar-benar menutuskan untuk berhenti bekerja. Lantas apa saja yang harus diperhatikan sebelum resign

Baca juga: 7 Hal Penting yang Harus Dihapus dari Laptop Kantor saat Resign

Berikut kiat mempersiapkan keuangan sebelum resign yang dihimpun dari Bisnis Indonesia Weekend edisi 15 Januari 2017. 
 

1. Dana Tunai

Perencana Keuangan Farah Dini Novita memberikan beberapa panduan bagi kalian yang berkeinginan untuk berhenti kerja, sehingga tidak menyesal di kemudian hari. Perhatikan dana tunai “Dana cash itu penting, tetapi jangan terlalu banyak juga. Jika terlalu banyak, uang kita tidak akan berkembang secara optimal,” ujarnya. 
 

2. Besaran Dana 

Seberapa besar uang tunai yang harus tersedia sebelum berhenti kerja bergantung pada berapa banyak dana darurat yang dibutuhkan dan apakah ada tujuan jangka pendek. Farah memberikan contoh, jika satu keluaga berisi empat orang maka dibutuhkan dana darurat sebanyak Rp120 juta. 

Hal ini dengan asumsi setiap anggota keluarga dibutuhkan total pengeluaran selama 3 bulan. Jika pengeluaran per bulan mencapai Rp10 juta, maka dibutuhkan dana darurat sebanyak Rp120 juta tersebut. Sebelum berhenti bekerja, sebaiknya kebutuhan dana darurat ini terpenuhi terlebih dahulu. 
 

3. Fasilitas Perlindungan 

Ketika bekerja, kita biasanya mendapatkan fasilitas perlindungan baik berupa asuransi jiwa ataupun asuransi kesehatan. Ketika berhenti kerja, semua fasilitas tersebut tentu saja akan dicabut. Jika tetap ingin terlindungi, sebaiknya membeli fasilitas perlindungan tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. 
 

4. Fasilitas Kredit

Selain fasilitas perlindungan, beberapa perusahaan biasanya juga memberikan fasilitas pinjaman dengan bunga rendah kepada karyawannya. Nah, jika berhenti dari perusahaan tersebut tentu patut diperhatikan apakah masih bisa menikmati fasilitas tersebut atau tidak. Jika tidak, maka perlu dicari alternatif pinjaman dengan bunga yang tidak terlalu tinggi. 

Baca juga: Ini Yang Perlu Dilakukan Ketika Istri Resign dari Kantor
 

5. Diversifikasi Investasi

Hal ini penting untuk menjaga likuiditas. Jangan karena senang di sektor properti lantas meletakkan semua investasi di sektor tersebut. Properti memang menggiurkan, tetapi tentu diperlukan jenis investasi yang mudah dicairkan. Reksa dana atau saham bisa menjadi solusinya. 

Editor: Dika Irawan
SEBELUMNYA

Garena Resmi Gelar Turnamen Free Fire Esports 2022 Fall di Indonesia

BERIKUTNYA

4 Makanan Sehat Ini Malah Berbahaya Jika Dikonsumsi Berlebihan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: