Ilustrasi virus zoonosis. (Sumber gambar : Freepik/Kjpargeter)

Peneliti Temukan Virus Baru “Langya” di China, Sudah 35 Orang Terinfeksi

10 August 2022   |   19:21 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Ancaman virus yang ditularkan dari hewan ke manusia ternyata bukan SARS-CoV-2 atau Covid-19 saja. Di China, tepatnya di Provinsi Shandong dan Henan, kembali ditemukan virus zoonosis baru yang telah menginfeksi manusia. Dinamakan Novel Langya henipavirus (LayV), virus ini tercatat sudah menginfeksi 35 orang.

RNA virus Langya yang banyak ditemukan pada tikus ini dilaporkan para peneliti dari China, Singapura, dan Australia dalam New England Journal of Medicine (NEJM). Salah satu peneliti, Wang Linfa dari Duke-NUS Medical School di Singapura, mengatakan kasus LayV yang ditemukan sejauh ini belum berakibat fatal atau sangat serius. 

Baca Juga : Penelitian Terbaru Sebut Virus Monkeypox Bermutasi 12 Kali Lebih Cepat 

Kendati demikian, Wang menilai tetap perlu kewaspadaan karena karakteristik virus zoonosis yang memberikan dampak buruk pada manusia. Dijelaskannya, Langya merupakan jenis henipavirus, kategori virus zoonosis yang dapat berpindah dari hewan ke manusia. Jenis henipavirus yang sebelumnya diidentifkasi menginfeksi manusia adalah Hendra dan Nipah. Jenis henipavirus lainnya yakni Cedar, virus kelelawar Ghana, dan Mojiang. 

Virus ini ditemukan ketika peneliti melakukan pengujian terhadap pasien yang mengalami demam setelah melakukan kontak dengan hewan. Pasien itu diisolasi dan dilakukan tes usap tenggorokan. Namun ketika ditelusuri lebih lanjut, total 35 orang yang terinfeksi virus ini. 

Baca Juga : Waspada! Virus Ramsay Hunt Bisa Menuliar, Ini yang Perlu Kalian Waspadai

Gejala 

Para peneliti kemudian mengamati 26 pasien. Semuanya mengalami demam, 54 persen melaporkan gejala kelelahan, 50 persen batuk, 38 persen mengeluh mual. Kemudian 35 persen mengeluh sakit kepala dan muntah. Studi ini juga menemukan bahwa 35 persen pasien memiliki gangguan fungsi hati, sementara 8 persen melaporkan pengaruh pada fungsi ginjal. 

Sebanyak 35 persen pasien Langya ini disertai dengan kelainan trombositopenia atau kondisi saat jumlah keping darah (trombosit) rendah atau di bawah normal. Kemudian 54 persen mengalami leukopenia atau kondisi rendahnya jumlah sel darah putih dalam tubuh. 

Baca Juga : Banyak Virus, Begini Cara Pantau Kesehatan Anak 

“Di antara 35 pasien yang terinfeksi oleh LayV tidak ada kontak dekat atau riwayat paparan umum. Infeksi pada populasi manusia mungkin sporadis,” sebut Wang dikutip dari Indian Express, Rabu (10/8/2022). 

Para ilmuwan mengatakan Langya/LayV ditemukan pada 27 persen tikus yang diuji, menunjukkan bahwa mamalia mirip tahi lalat itu mungkin merupakan reservoir alami untuk virus tersebut. Sekitar 5 persen anjing dan 2 persen kambing juga dinyatakan positif. Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan mengatakan pada Minggu bahwa mereka sedang memantau perkembangan virus ini.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor : Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Kok Bisa Mual Saat Sarapan? Ternyata Ini 4 Penyebabnya

BERIKUTNYA

Sarapanlah Seperti Raja agar Kalian Produktif & Sehat

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: