Ilustrasi proses vaksinasi (Sumber gambar : Freepik)

Cek 2 Jenis Vaksin Monkeypox yang disetujui FDA

08 August 2022   |   08:04 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Vaksinasi untuk mencegah cacar monyet telah diterapkan di sejumlah negara. Salah satunya Amerika Serikat yang baru saja menetapkan penyakit ini sebagai darurat kesehatan nasional mengingat banyaknya kasus yang ditemukan. 

Cacar monyet atau monkeypox memang tengah menjadi sorotan dunia saat ini. Penyakit yang disebabkan virus monkeypox, termasuk genus orthopoxvirus dari famili poxviridae ini, telah melewati batas wilayah endemiknya di Afrika.  

Penyakit yang ditandai dengan timbulnya lesi dan bintil di beberapa area tubuh tersebut, tercatat sudah menyebar di 88 negara dengan total 26.864 kasus. 

Baca juga: Sudah Dapat Vaksin Cacar Bisa Kebal Monkeypox? Ini Kata Mantan Bos WHO

Di Amerika Serikat saja, penyebarannya terbilang masif dengan lebih dari 7.000 kasus. Oleh karenanya, otoritas pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk penyuntikan vaksin, terutama untuk mereka yang melakukan kontak erat dengan pasien monkeypox.

Setidaknya ada dua jenis vaksin monkeypox yang disetujui penggunaannya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA), berikut diantaranya :


1. Vaksin JYNNEOS

Dikenal dengan nama Imvanex atau Imvamune, vaksin ini mengandung virus Vaccinia hidup yang tidak bereplikasi secara efisien dalam sel manusia. JYNNEOS disetujui FDA untuk diberikan kepada masyarakat berusia 18 tahun ke atas. Namun Pusat Pengendalian Penyakit AS (CDC) sedang mempertimbangkan pemberian vaksin kepada masyarakat di bawah 18 tahun.

JYNNEOS diberikan dalam dua kali suntikan sebanyak 0.5 ml di bawah kulit. Jarak antara suntikan pertama dan kedua adalah 28 hari. CDC menyebut butuh waktu 14 hari pasca suntikan dosis kedua untuk vaksin ini bekerja maksimal.  

Adapun efek samping vaksin yang diproduksi Bavarian Nordic, sebuah perusahaan kecil di Denmark, ini berupa nyeri di lokasi bekas suntikan, bengkak, dan kemerahan. Reaksi umum lainnya yang timbul setelah disuntik vaksin ini yakni kelelahan, sakit kepala, dan nyeri.

JYNNEOS diprioritaskan untuk orang yang berisiko tinggi terkena monkeypox. Utamanya, orang dengan gangguan imunitas. Oleh karena itu, vaksin Imvanex ini aman diberikan kepada orang dengan HIV dan eksim, atau kondisi kulit eksfoliatif lainnya.

FDA menyebut bahwa JYNNEOS bisa menjadi alternatif untuk orang-orang yang berisiko mengalami efek samping serius ketika diberikan vaksin ACAM2000.  


2. Vaksin ACAM2000

ACAM2000 ini diproduksi Sanofi dan telah lama disetujui penggunaannya oleh FDA sebagai terapi untuk mengatasi cacar. Vaksin tersebut juga berisi virus Vaccinia hidup yang kompeten untuk bereplikasi melawan monkeypox

Oleh karena dapat bereplikasi di dalam sel seseorang, vaksin ACAM2000 dapat menimbulkan efek samping serius. Diantaranya, nyeri di tempat suntikan, bengkak, dan kemerahan, demam, ruam, pembengkakan kelenjar getah bening, dan komplikasi dari inokulasi yang tidak disengaja.

Seperti disampaikan CDC, ACAM2000 dapat menyebabkan miokarditis dan perikarditis. Dalam uji klinis, sekitar 1 dari setiap 175 orang yang mendapat vaksin untuk pertama kali mengalami miokarditis atau perikarditis dalam waktu 3 minggu setelah vaksinasi.

Orang dengan alergi parah terhadap komponen vaksin apa pun tidak boleh menerimanya. Selain itu, orang dengan sistem kekebalan yang sangat lemah juga tidak boleh menerima vaksin ini.

ACAM2000 tidak boleh diberikan kepada bayi kurang dari 12 bulan atau orang dengan gangguan defisiensi imun bawaan atau didapat, termasuk mereka yang menggunakan obat imunosupresif dan orang yang hidup dengan HIV.

Kemudian, tidak diperbolehkan untuk mereka yang mengalami eksim atau kondisi kulit eksfoliatif lainnya, dan orang dengan riwayat eksim atau kondisi kulit eksfoliatif lainnya. Berikutnya yang dilarang adalah ibu hamil, penderita penyakit jantung dan penyakit mata yang diobati dengan steroid topikal

ACAM2000 diberikan satu dosis melalui beberapa teknik tusukan dengan jarum bercabang. Respon imun membutuhkan waktu 4 minggu untuk perkembangan maksimal. Setelah inokulasi berhasil, akan berkembang di tempat vaksinasi. Lesi dapat memakan waktu hingga 6 minggu atau lebih untuk sembuh.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Nirmala Aninda
 

SEBELUMNYA

Sport Tourism Makin Banyak Diadakan & Diminati Masyarakat

BERIKUTNYA

Debut dengan Single I Wanna Be Loved, Safira Ceritakan soal Orang-orang Terpinggirkan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: